Kandidat capres Partai Demokrat Joe Biden. | Matt York/AP
13 Nov 2020, 08:42 WIB

Menanti Janji Manis Biden

Kemenangan Biden-Harris membawa harapan besar bagi Muslim yang selama ini dipinggirkan Pemerintahan Trump

 

Sebanyak 74,4 Juta suara akhirnya memenangkan Joe Biden-Kamala Haris dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020. Kandidat dari Partai Demokrat ditampuk untuk memegang kendali atas Gedung Putih.

Di antara puluhan juta suara tersebut ada komunitas Muslim Amerika yang memberikan suaranya kepada Biden-Harris. Dari 1 juta lebih pemilih, sebanyak 70 persen mencontreng gambar pasangan penantang Donald Trump-Mike Pence.

Kemenangan Biden-Harris pun diiringi dengan torehan bersejarah dengan banyaknya jumlah senator yang merupakan Muslim AS. Dilansir About Islam, Rabu (11/11), dari 110 kandidat Muslim Amerika yang mengikuti pemilihan, terdapat 57 Muslim yang sukses memenangkan kursi di Senat AS. 

Terkait

Berdasarkan catatan Council on American-Islamic Relations (CAIR), jumlah kandidat Muslim yang mengikuti kompetisi politik dalam pemungutan suara mencapai rekor tertinggi yang pernah ada. Komunitas Muslim terbesar di Amerika ini juga merilis bahwa kemenangan Biden-Harris membawa harapan besar bagi Muslim yang selama ini dipinggirkan Pemerintahan Trump. “Kami sekarang memiliki kesempatan untuk memperjuangkan inklusivitas sambil memajukan kebebasan dan keadilan,” kata Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad.

Kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris untuk memimpin Amerika Serikat membawa angin segar bagi umat Islam dan Amerika yang multikultural. Umat Islam di Amerika dijanjikan bakal mendapatkan kesempatan yang setara dengan warga lainnya di bawah pemerintahan Biden-Harris. Janji manis Biden saat kampanye pun ditunggu. 

photo
Kandidat presiden AS Joe Biden berbicara dengan pimpinan Islamic Center of America Sheikh Ahmad Hammoud dalam rangkaian kampanye di Dearborn Michigan, pada Juli 2020. - (Tim Kampanye Joe Biden/Facebook)

Direktur Eksekutif Kantor CAIR Greater Los Angeles Hussam Ayloush mengatakan, komunitas Muslim juga ingin melihat pemerintahan Biden mengubah batasan pengungsi untuk memungkinkan lebih banyak orang masuk ke negara itu setelah kebijakan AS di bawah Trump mencapai titik terendah.

Selain mencabut larangan perjalanan, dia ingin Biden memenuhi janji-janji kampanye Biden-Harris untuk mengakhiri perlakuan tidak adil terhadap Muslim terkait masalah keamanan nasional melalui program federal. "Kami berharap ketidakadilan ini akan berakhir. Itu tidak boleh ditautkan ke komunitas tertentu,” ujar Ayloush.

 

 

Kami berharap ketidakadilan ini akan berakhir. Itu tidak boleh ditautkan ke komunitas tertentu

 

NAMA TOKOH Hussam Ayloush
 

 

Harapan dari Indonesia

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Marsudi Syuhud menilai janji kampanye Biden sejatinya merupakan bobot program yang ditujukan ke arah itu. Menurut dia, apabila janji Biden terhadap kesetaraan dan penguatan multikulturalisme di Amerika merupakan hal yang perlu direalisasikan, hal itu dapat saja terjadi.

“Ini (realisasi janji—Red) kan tergantung dari bobot programnya Pemerintah Amerika (di bawah Biden-Harris) nanti. Ketika bobot programnya ke situ (kebijakan kesetaraan—Red), ya, bisa saja terjadi,” kata KH Marsudi saat dihubungi Republika, Rabu (11/11).

Namun, dia menggarisbawahi, umat Islam perlu melihat bagaimana seharusnya esensi kesetaraan dan sikap saling menghormati itu dapat tercipta. Amerika sebagai sebuah negara besar yang memiliki perbedaan kultur, ras, dan agama dinilai harus dapat menjalankan konsep inklusivitas yang mencerminkan negara maju.

Artinya, janji-janji kampanye yang diucapkan Biden-Harris harus ditepati sebagaimana yang pernah diucapkan. Realisasi janji-janji kampanye pun dianggap sebagai sebuah pembuktian kredibilitas seorang pemimpin yang memimpin negara maju.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mukti menjelaskan, pada umumnya pemerintah dari Demokrat—partai yang mencalonkan Biden—sangat terbuka terhadap multikulturalisme dan pluralisme. Oleh karena itu, dia menilai, untuk kepentingan Amerika dan memenuhi janjinya, sudah selayaknya Biden memenuhi janji kampanye tersebut. “Biden sudah seharusnya memenuhi apa yang disampaikan dalam kampanye,” kata Abdul Mukti.

Meski demikian, dia mengingatkan, masyarakat Muslim dunia dan Amerika tidak bisa berharap terlalu besar terhadap pemerintahan Biden-Harris. Dia menjelaskan, Amerika Serikat memiliki haluan politik yang sudah mapan sehingga perbedaan gaya kepemimpinan diukur melalui skala prioritas. 

 

Sumber : Dialog Jumat


×