Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian | Freepik
04 Nov 2020, 18:21 WIB

Teknologi yang Merevolusi Cara Bertani 

Teknologi IoT mampu merekomendasikan jumlah dan waktu pemberian pupuk yang optimal.

Teknologi mampu mengubah banyak hal. Salah satunya, dalam industri agrikultur. Dengan pemanfaatan big data dan sentuhan internet of things (IoT), industri pertanian dapat memiliki insight yang lebih terukur demi peningkatan hasil pertanian. 

Di kala pandemi, tak hanya permasalahan isu kesehatan yang menjadi perhatian. Dalam skala global, ketahanan pangan pun kini ikut menjadi perhatian, mengingat pandemi telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. 

Saat ini, generasi baru dari petani muda yang paham teknologi dan haus data telah menemukan kembali pertanian skala besar. Dengan menganalisis data yang dikumpulkan dari sensor, traktor, dan satelit, para petani dapat melacak kesehatan tanaman, membuat keputusan penanaman, dan memandu penggunaan pupuk untuk meningkatkan efisiensi bisnis mereka dibanding sebelumnya.

Pendekatan ini, yang dikenal sebagai pertanian presisi, sangat membantu dalam mengatasi hilangnya kesuburan tanah. Karena pupuk nitrogen adalah salah satu pengeluaran terbesar petani selama ini. 

Terkait

Faktor ini juga merupakan kontributor utama polusi air dan perubahan iklim. Sehingga para ilmuwan dan ekonom Environmental Defense Fund (EDF) melihat lebih dekat masalah tersebut. 

Dilansir dari laman resmi EDF, landasan dari strategi baru ini adalah melengkapi petani dengan alat yang berfungsi. Para petani kerap menghadapi peraturan yang meningkat dan tekanan pasar untuk membuat operasi mereka lebih berkelanjutan, serta teknologi yang menciptakan peluang ekonomi dan lingkungan baru untuk pertanian.

Penelitian EDF pun menunjukkan, manajemen hara yang tepat adalah kunci untuk mengurangi dampak lingkungan dari pupuk. Manajemen hara yang tepat ini dipasangkan dengan tanaman penutup, penyangga alami. dan lahan basah. Gelombang baru alat analisis data dan perangkat IoT pun dirasa mampu mmberikan data presisi yang diperlukan.

Seorang petani berusia 28 tahun di Central Iowa, Scott Henry mengatakan pihaknya mencoba mengurangi jumlah total unit nitrogen yang diterapkan. Tetapi lebih penting, ia ingin menghindari kehilangan kesuburan terhadap lingkungan.

“Kami berinvestasi dalam teknologi dan perangkat lunak untuk membantu kami memahami setiap detail tentang bagaimana biji-bijian kami ditanam,” kata Henry tentang modernisasi pertaniannya.

“Hari ini, kita dapat menulis keputusan pada tingkat yang terperinci untuk setiap bidang,” ujarnya lagi.

Salah satu alat yang digunakan Henry untuk menganalisis pemanfaatan tanah, topografi, dan pertanian, adalah untuk merekomendasikan lokasi terbaik untuk zona penyangga. Selain itu, teknologi IoT yang digunakan, juga mampu merekomendasikan jumlah dan waktu pemberian pupuk yang optimal.

Saat pasar untuk alat manajemen nutrisi tumbuh, pemain mapan dan perusahaan rintisan di Silicon Valley juga melirik pemanfataan teknologi di dunia agrikultur. Tetapi tanpa data independen yang didukung secara ilmiah, mengubah penggunaan nitrogen adalah keputusan berisiko bagi petani yang mengandalkannya untuk bercocok tanam. 

 
Generasi baru dari petani muda yang paham teknologi dan haus data telah menemukan kembali pertanian skala besar.
 
 

Makin Terukur

photo
Meningkatkan hasil pertanian dengan pemanfaatan teknologi - (Pixabay)

Pada 2016, EDF meluncurkan NutrientStar. Ini adalah program independen berbasis sains yang menguji dan meninjau secara ketat kinerja alat manajemen nutrisi yang tersedia secara komersial. 

NutrientStar dapat memberitahu mereka alat mana yang telah diuji pada tanaman apa, di mana setiap alat diuji dana pa pengaruhnya terhadap hasil, efisiensi pemupukan dan keuntungan. Panel peninjau independennya, terdiri dari para ahli yang dihormati menjaga agar hasil tetap objektif.

Kemajuan dalam perangkat lunak dan analitik data, sekarang memungkinkan petani menghitung biaya di setiap meter persegi pertanian mereka dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Insight ini sekaligus membuka solusi potensial untuk masalah hama, yaitu masalah kesehatan tanah dan banyak lagi.

Dengan lebih banyak sumber data yang tersedia secara daring, NutrientStar juga berupaya menjadi salah satu penasihat tanaman dalam membantu para petani bekerja. Selain itu, untuk membuat praktek standar teknik pertanian presisi, EDF juga telah membangun hubungan dengan pemasok makanan. 

EDF menyediakan keahlian untuk membantu mereka mendapatkan produk pertanian yang diproduksi secara berkelanjutan. Misalnya, kolaborasi dengan Smithfield Foods telah mengurangi kehilangan pupuk dan meningkatkan kesehatan tanah di lebih dari 400 ribu hektare di wilayah di mana sumber Smithfield menyediakan biji-bijian.

“Membantu petani menjadi lebih efisien sekaligus melindungi hasil panen mereka akan menguntungkan laba kami dan mereka,” ungkap Senior Director of Smithfield Renewables and Hog Production Division Environmental Affairs, Kraig Westerbeek. Mitra lainnya termasuk Land O’Lakes, Campbell Soup Company, dan National Corn Growers Association.

 


×