Petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan rapid test untuk pengunjung wisata air The Jungle Waterpark, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10). | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
03 Nov 2020, 05:00 WIB

Pelaku Wisata Dilacak

Uji usap untuk melacak kemungkinan adanya pelaku wisata yang terinfeksi Covid-19.

GARUT – Sejumlah daerah melakukan pengetesan dengan uji usap (swab test) ke sejumlah pelaku wisata pascalibur panjang akhir pekan lalu. Uji usap dilakukan untuk melacak kemungkinan adanya pelaku wisata yang terinfeksi sekaligus mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di destinasi wisata.

Salah satu yang melakukan cara itu yakni Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, petugas memeriksa para pelaku usaha wisata, termasuk petugas hotel di sekitar destinasi wisata. Namun, pengetesan untuk sementara diperuntukkan bagi mereka yang bergejala.

“Sekarang kita akan mobile (melakukan pengecekan). Yang tidak bergejala tidak di-swab, tapi yang bergejala atau pernah kontak dengan yang positif akan di-swab,” kata dia di Garut, Senin (2/11).

Cara ini diharapkan bisa menghindari terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di destinasi wisata maupun penginapan setelah liburan panjang. Sebab, selama liburan panjang pekan lalu, Pemkab Garut mengeklaim telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat di lokasi wisata.

Terkait

Kendati demikian, kata Rudy, pemantauan terhadap pelaku usaha perlu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Dia menambahkan, pemkab juga akan memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang tak menerapkan protokol kesehatan. Di sisi lain, untuk pelaku usaha yang menerapkan protokol kesehatan akan diberikan penghargaan. Bentuk penghargaan kepada para pelaku usaha pariwisata adalah pengurangan pembayaran pajak.

Reward akan kami berikan berupa pengurangan pajak, di kisaran 25 sampai 50 persen. Untuk motivasi ke mereka juga biar laksanakan protokol kesehatan,” kata dia.

Upaya yang sama juga dilakukan Pemda DI Yogyakarta yang melakukan tes usap terhadap pelaku usaha pariwisata. “Terutama di sekitar destinasi wisata atau termasuk pelaku-pelaku pariwisata itu akan kita sasar sebagai sampel,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji.

Aji mengatakan, pelaku usaha pariwisata yang akan disasar untuk uji usap ini mulai dari pengelola pariwisata, pelaku usaha kuliner dan kerajinan hingga penyedia jasa transportasi. Bahkan, tes usap juga akan dilakukan terhadap pemudik yang datang ke DIY karena dikhawatirkan membawa Covid-19.

Pemprov DIY akan segera melakukan uji usap ini. Sampel akan diambil secara acak dengan jumlah 700-1.000 sampel per harinya. Namun, menurut Aji, pengambilan sampel usai libur panjang ini hanya mengubah sasaran. Uji usap yang sebelumnya menyasar tenaga kesehatan, akan dialihkan ke pelaku usaha dan pemudik. “Tidak menambah secara signifikan sampel (yang dites) di DIY,” kata dia.

photo
Wisatawan menjalani rapid test Covid-19 sebelum memasuki kawasan wisata Lembang Park Zoo, Jalan Kolonel Masturi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/10). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Aji menambahkan, uji usap yang dilakukan pascalibur panjang juga tidak dilakukan di seluruh destinasi wisata. Sampel yang diambil diprioritaskan berdasarkan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di kawasan destinasi wisata. Artinya, sampel tes usap tergantung dari banyaknya terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

408 reaktif

Sembilan wisatawan di Kota Bandung dinyatakan reaktif Covid-19 pascadilakukan tes cepat pada libur panjang pekan lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, tes cepat dilakukan terhadap penumpang yang datang di Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius.

Menurut Rita, sembilan wisatawan yang reaktif tersebut diketahui pada Sabtu (31/10) dan Ahad (1/11). Terhadap kesembilan orang tersebut, Dinkes Kota Bandung langsung melakukan uji usap. “Langsung di lokasi swab-nya dan sekarang tunggu hasil,” kata Rita.

Pemprov Jabar juga melakukan pelacakan dengan menggelar rapid test atau tes cepat Covid-19 di obyek wisata yang ada di Jabar. Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, selama libur pajang cuti bersama, Pemprov Jabar melakukan pengawalan di titik lalu lintas padat baik jalan tol maupun non-tol.

“Destinasi ada 15 kab/kota yang dites swab dan rapid. Totalnya, hampir 14 ribu orang dari jumlah itu yang reaktif 408 wisatawan. Mereka, langsung di-swab, karena mengantre dengan yang normal,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Asumsi terburuk, lanjut Emil, sebanyak 408 itu yang positif Covid-19. Namun, kata dia, berdasarkan pengalaman selama penanganan Covid-19, tidak semua yang reaktif berdasarkan hasil tes cepat, terkonfirmasi positif saat diuji usap.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani, beberapa destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan saat libur panjang pekan lalu adalah kawasan Puncak di Bogor, Pantai Pangandaran, Sukabumi dan Cianjur. Semua data hasil tes cepat sudah masuk ke pendataan.

“Kebanyakan (yang reaktif) dari luar Jabar. Jakarta (mayoritas) sudah pasti ya karena memang paling banyak terutama di daerah Puncak,” ujar Berli.


×