Hikmah Republika Hari ini | Republika
26 Nov 2020, 02:17 WIB

Tadabur dan Terapi Alquran

Allah SWT memerintahkan kita untuk memperhatikan Alquran yang dikenal dengan dengan tadabur.

 

OLEH SIGIT INDRIJONO

“Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang berakal sehat.” (QS Shad [38]: 29).

Pada ayat di atas Allah SWT memberi perintah kepada kita untuk memperhatikan Alquran yang dikenal dengan dengan tadabur, memfokuskan pikiran pada makna, mengamati, dan memikirkannya. Bukan sekadar membaca tanpa pemahaman dan pendalaman. Setelah itu, diikuti dengan mengamalkan Alquran.

Terkait

Ada dua hal penting yang dapat dimakmai pada ayat di atas. Pertama, menyadari tentang tadabur Alquran sebagai suatu amal yang merupakan ketaatan kepada Allah SWT atas perintah pada ayat di atas. Kedua, menggunakan karunia-Nya berupa kemampuan daya akal untuk memperoleh berkah dan pelajaran melalui tadabur Alquran.

Dalam Tafsir As-Sa’di untuk ayat di atas, pada kata mubarakun dijelaskan bahwa pada Alquran terkandung banyak kebaikan dan ilmu yang luas. Petunjuk yang mengeluarkan dari kesesatan, penyembuh dan penawar untuk segala penyakit. Memberi cahaya yang dapat mengeluarkan seseorang dari kegelapan hawa nafsu. Di dalamnya juga terkandung hukum dan aturan untuk mukalaf (Muslim yang memenuhi syarat untuk dikenai hukum agama) disertai dalil-dalil yang jelas dan pasti.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yunus [10]: 57). “Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS al-Isra’ [17]: 82).

“Katakanlah, ‘Alquran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang beriman'.” (QS Fushsilat [41]: 44). Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa Alquran sebagai penawar dan penyembuh merupakan terapi Alquran untuk penyakit rohani dan jasmani.

Dikisahkan bahwa sahabat Abdullah Ibn Mas'ud didatangi oleh orang yang yang jiwanya gelisah. Kemudian, ia menasihatinya dengan tiga hal yang harus dilakukan terhadap Alquran.

Pertama, membaca Alquran. Kedua, memahami ayat Alquran. Ketiga, mendengarkan bacaan Alquran orang lain. Ini sesuai dengan perintah pada ayat berikut, “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS al-A’raf [7]: 204).

Setelah mengamalkan nasihat tersebut, orang itu merasakan ketenangan jiwa dan pikiran, bahkan juga kesehatan jasmani. Berkaitan dengan penyembuhan penyakit jasmani dengan Alquran, berikut dari Aisyah RA, “Apabila Rasulullah SAW hendak tidur, beliau meniupkan pada telapak tangan sambil membaca Qul Huwallahu Ahad (surah al-Ikhlas) dan mu’awidzatain (surah an-Naas dan al-Falaq), kemudian beliau mengusapkan pada wajah dan seluruh tubuh. Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu." (HR Bukhari).

Juga dikisahkan mengenai sahabat Abu Sa’id Al-Khudri mengobati orang yang hampir lumpuh karena terkena sengatan kalajengking. "Dengan menggunakan surah al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah, atas izin Allah, ia berhasil menyembuhkannya." (HR Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam.


,
×