Bersepeda (ilustrasi) | Iggoy El Fitra/Antara

Komunitas

Mau Beli Sepeda? Baca Ini Dulu

Sebelum membeli, lakukan tiga tahapan khusus.

Meskipun di rumah saja lantaran penerapan aturan pembatasan sosial berskala besar, bukan berarti kita tidak bisa berolahraga. Salah satu jenis olahraga yang kian digemari saat masa pandemi ini adalah bersepeda. Pemandangan orang-orang bersepeda sering didapati saat akhir pekan di beberapa ruas jalan protokol di ibukota yang telah dilengkapi jalur sepeda. Berbagai macam jenis sepeda pun banyak digunakan orang-orang dengan berbagai macam tujuan bersepeda.

 Mulai meningkatnya tren bersepeda di masa pandemi, dibenarkan oleh anggota komunitas sepeda Seli Selatan, Tatar Bahagia. Dalam acara pertemuan virtual, dia mengaku tak heran akan hal tersebut, karena bersepeda memiliki sejumlah manfaat. "Bersepeda itu memiliki sejumlah manfaat, yaitu meningkatkan detak jantung dan menghilangkan stres. Bersepeda pun dapat meningkatkan imunitas," kata Tatar.

Menurutnya, pada masa pandemi, banyak orang mencari kegiatan agar imunitas tidak menurun. Pada akhirnya, bersepeda dipilih masyarakat karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Tatar mengatakan, melihat tren saat ini, membeli sepeda disesuaikan dengan tujuan dari seseorang bersepeda itu sendiri. Jika bersepeda hanya untuk hiburan, maka sepeda yang dibeli pun dianjurkan yang tidak terlalu mahal. "Kenali dulu trek yang biasa kita lewati. Kalau hanya sekitar komplek, tanah biasa dan melewati jalan sedikit, serta jarang menanjak, maka cukup membeli sepeda dengan harga di bawah Rp 5 juta atau pada level pemula," kelas Tatar.

Sementara, untuk sepeda level tengah, bisa digunakan untuk jarak yang lebih jauh. Rangka sepeda, biasanya terbuat dari alumunium, yang berbeda dengan sepeda level pemula. Harga sepeda level tengah adalah sekitar Rp 10 juta ke atas. Lalu, pada seri premium, biasanya memiliki bahan rangka berupa alumunium karbon yang membuat sepeda sangat ringan. Harga sepeda seri premium pun menjadi lebih mahal.

Salah satu sepeda yang saat ini digemari banyak orang adalah sepeda lipat. Sebab, sepeda lipat memiliki keunikan, yaitu praktis dan juga ringan.  "Kenapa praktis? Sebenarnya ada dua jenis sepeda yang praktis yaitu sepeda lipat bisa dilipat dua lipatan atau tiga lipatan. Praktisnya gampang dibawa dan gampang ditenteng," jelas dia.

Selain itu, simpan sepeda lipat di rumah tidak akan memakan tempat. Bentuknya yang kecil membuatnya ringan.

Untuk mencari sepeda yang cocok dan sesuai dengan tujuannya, dia memberikan saran untuk melakukan beberapa langkah. Langkah-langkah itu termasuk browsing, searching, dan looking jenis sepeda yang akan kita beli. ''Saya pengalaman mulai beli sepeda lipat waktu pertama kali dua tahun yang lalu, saya membeli tanpa melakukan browsing, searching, dan looking. Speknya ternyata masih biasa-biasa saja padahal harganya kisaran Rp 5 juta sampai Rp 7 juta,” ungkap Tatar.

Dia mengatakan, saat ini, jika kita melakukan browsing, searching, dan looking, kita bisa mendapatkan sepeda dengan spek bagus dan cocok dibawa ke mana-mana pada kisaran harga Rp 5 juta.

Langkah browsing, searching, dan looking itu termasuk melakukan pencarian di perniagaan elektronik. Di sana, kita bisa melihat bagaimana produk yang dijual, dari deskripsi, review, dan pencocokan anggaran yang disediakan. “Jangan sampai kita beli namun mengecewakan. Oleh sebab itu kita browsing lihat review. Kalau masih bingung, lihat Youtube, banyak pesepeda yang membuat vlog dan review. Atau gabung ke grup-grup komunitas,” ujar dia.

 

 

Jangan sampai kita beli namun mengecewakan.

 

Tatar Bahagia, anggota komunitas sepeda Seli Selatan
 

 

Suku cadang langka

Mengingat tren penggunaan sepeda yang meningkat saat pandemi ini, maka hal itu pun berimbas ke sektor lain seperti penjualan suku cadang sepeda. Menurutnya, suku cadang sepeda saat ini mulai memiliki harga yang tinggi dan mulai sulit untuk dicari. Bagi pecinta sepeda, tentu ada opsi tersendiri seperti merakit sepeda sendiri sesuai dengan keinginan pribadi daripada membeli sepeda yang sudah jadi. Tatar menjelaskan, ada perbedaan antara membeli sepeda yang sudah jadi dan merakit sepeda sendiri.

Jika merakit sepeda dengan bujet tipis, kita bisa memiliki sepeda standar. Namun, jika merakit sepeda dengan bujet yang agak banyak, maka kita pun bisa merakit sepeda yang sangat bagus dan sesuai dengan keinginan kita sendiri.  “Karena apa yang kita inginkan, yang kita mau, bisa kita beli, dan bisa menjadi satu sepeda yang sangat cocok dengan kebutuhan kita,” kata Tatar.

Sementara, jika kita membeli sepeda jadi dengan bujet minim, kita bisa memiliki sepeda standard. Namun, jika membeli sepeda jadi dengan bujet yang mahal, maka sepeda jadi yang kita dapatkan bisa saja bagus, namun belum tentu memuaskan kita.

Bersepeda, kata Tatar, juga disarankan lebih baik dilakukan bersama dengan keluarga terlebih dahulu. Dengan mengajak keluarga untuk bersepeda, maka kita bisa menanamkan manfaat bersepeda, dan pentingnya bersepeda secara aman.

Hal yang paling penting, kata dia, adalah tidak lupa menggunakan helm saat bersepeda. Lalu, pilih rute bersepeda yang aman untuk dilalui sekeluarga, yakni yang memiliki jalur sepeda dan memiliki jalur aspal yang baik. “Kalau jalur aspal yang rusak, mungkin kita sudah terbiasa. Tapi kalau istri atau anak kita yang belum terbiasa, maka mereka dikhawatirkan akan kesusahan saat melewatinya,” jelas dia.

photo
Pengunjung bersepeda di sekitar Pantai Ancol, Jakarta/ilustrasi (Prayogi/Republika)

 

 

Utamakan Cari Teman

Jika Anda merupakan awam yang baru ingin terjun bersepeda, Anda perlu memperhatikan beberapa hal agar tidak terjadi hal-hal yang tak mengenakan. Menurut musisi dan pegiat sepeda, Ditto Percussion, hal pertama yang harus dilakukan bagi para pemula adalah mencari teman untuk bersepeda. "Untuk pemula, yang jelas cari teman yang bisa menemani. Jadi jangan ikut pleton dulu," ungkap Ditto dalam acara yang sama.

Hal itu bertujuan agar kita tahu bagaimana kadar tenaga yang kita miliki. Lalu, jika sekiranya telah percaya diri akan tenaga diri, maka kita boleh ikut komunitas untuk memperdalam ilmu bersepeda.

Namun demikian, Ditto meyakini ada sebagian orang yang merasa malu dan tidak percaya diri saat akan ikut sebuah komunitas. Para pemula juga tak jarang takut tak diterima karena merek sepeda yang tak bagus atau kemampuannya yang masih jauh tertinggal. "Pola pikir demikian seharusnya /dihilangin/ dulu," kata Ditto.

Selanjutnya, para pemula bisa mencari rute yang dekat dengan rumah. Hal ini dilakukan agar jika terjadi sesuatu yang tak mengenakan, maka mudah untuk menghubungi orang-orang yang ada di rumah.

Hal itu patut dilakukan, terlebih jika kita bersepeda sendirian atau tak ada yang menemani. Jika bersepeda bersama-sama, maka mencari rute yang agak lebih jauh dari rumah pun bisa dilakukan. "Itu proses dan konsistensi yang harus dijaga," jelas  pria yang bernama asli Muhammad Pradana Budiarto ini.

Kondisi pandemi saat ini, ada sejumlah protokol kesehatan yang harus kita patuhi untuk memutus rantai COVID-19. Hal itu pun berlaku jika kita akan bersepeda. Ditto memiliki sejumlah tip bagi Anda yang bersepeda di tengah pandemi. "Dari sudut pandang gue, tipnya yang pertama adalah cari trek yang sepi dulu," kata Ditto.

Di masa pandemi saat ini, kita tak mengetahui apakah orang-orang yang kita temui di luar itu benar-benar sehat atau sakit. Dengan mencari tempat yang sepi, kata Ditto, akan membuat  kita lebih aman karena tak bertemu dengan banyak orang.

Setelah itu jika kita bersepeda secara berkelompok, Ditto menganjurkan masing-masing orang dari kelompok harus dinyatakan sehat. Selain itu, saat bersepeda pun lebih baik berjalan secara menyebar.

"Karena yang gue fokuskan sekarang, kalau gue misalnya mempengaruhi orang untuk berolahraga tapi lalu mereka semua jadi pada kumpul kan jadi bahaya. Makanya gue sekarang mewanti-wanti banget jangan berkumpul," jelas dia.

Penggunaan masker saat ini masih menjadi kewajiban sebagai protokol kesehatan. Namun, menurut Ditto, pada saat berolahraga dengan intensitas tinggi, dia menganjurkan sebaiknya masker dilepas sebentar terlebih dahulu. "Kalau heart rate (detak jantung) tinggi  ya dibuka dulu, enggak bisa pakai masker karena pengap. Tapi kalau rendah, sekitar 99 atau 100, ya menurut gue harus pakai masker," kata Ditto.

Ditto mengatakan, di masa pandemi ini kita bisa mencari informasi dari banyak ahli mengenai protokol yang benar. Penggalian informasi dari ahli yang akurat dilakukan sampai informasi itu cocok dengan kondisi tubuh kita sendiri.

Namun demikian, dia tetap menyarankan untuk berolahraga di rumah saja. Saat ini, banyak video tutorial olahraga di rumah yang tersedia di platform Youtube. "Enggak usah takut untuk enggak bisa ngapa-ngapain kalau di rumah. Ada caranya kok untuk bergerak di rumah saja. Cari alasan untuk bergerak. Kita keluar itu bukan nongkrongnya yang dicari, tapi kita tahu bahwa kita harus sehat," jelas dia.

Dia menyarankan untuk melengkapi peralatan olahraga seperti jam tangan olahraga yang bisa mengukur detak jantung saat berolahraga. Sebab, aksesori itu bisa memberikan tanda mengenai batas tubuh kita.

Terakhir, dia juga menganjurkan bagi para pesepeda untuk memakai helm untuk menjaga kepala kita. Ayah satu anak itu juga mengingatkan untuk tak bersepeda di tengah jalan, melainkan di jalur yang telah tersedia.  "Jalur sepeda itu jangan ke tengah, hargai sesama pengguna jalan. Supaya kita saling toleransi di jalan. Apalagi makin banyak yang ikut gowes saat ini. Ayo kita rapikan apa yang sudah kita mulai," jelas Ditto.

 

photo
Bersepeda bersama/ilustrasi (Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO)

 

Waspadai Ini

Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba untuk berolahraga sepeda, ketahui beberapa jenis masalah yang biasanya muncul, agar Anda bisa mengantisipasinya. Anggota komunitas sepeda Seli Selatan, Tatar Bahagia mengungkap beberapa masalah yang muncul saat kita melakoni olahraga menyenangkan ini.

  • Ban bocor hingga rem blong

Menurut Tatar, salah satu masalah yang sering dihadapi saat bersepeda adalah ban bocor, rantai putus, dan rem blong. "Siapkan ban cadangan, rantai cadangan, dan persiapkan peralatan sepeda seperti kunci L untuk menyambung rantai," ujar Tatar.

 

  • Dehidrasi dan kram

Selain itu, masalah yang sering muncul ketika bersepeda adalah dehidrasi dan anggota tubuh mengalami kram. Untuk menghindari tubuh kram, dia menyarankan, melakukan pemanasan dulu sebelum melakukan olahraga bersepeda.

Sementara untuk menghindari dehidrasi, dia menyarankan untuk minum air putih secukupnya. Dan lebih baik jangan menunggu sampai kita benar-benar merasa haus. "Kalau memang sudah saatnya minum ya minum saja. Kalau bisa kita atur misalnya setiap 15 menit atau 30 menit kita minum. Makanya botol minum harus dipersiapkan dan pastikan terisi ulang," jelas dia.

 

  • Kurang oksigen

Kekurangan oksigen saat bersepeda juga kerap dialami para pesepeda. Terkait dengan protokol COVID-19 yaitu menggunakan masker, Tatar menganjurkan hal itu bisa dilakukan saat bersepeda jarak dekat dan detak jantung rendah.

Namun, jika trek yang kita gunakan dalam bersepeda cukup jauh dan menanjak, maka lebih baik masker harus kita tutup terlebih dahulu."Kita harus tahu badan kita, kalau memang butuh oksigen jangan memaksakan pakai saat bersepeda," kata Tatar.

 

  •  Lampu depan dan belakang

Ini ditujukan terutama untuk para pesepeda yang ingin merasakan sensasi bersepeda di malam hari. Tatar menyarankan agar memeriksa lampu depan dan lampu belakang, serta pastikan kedua lampu berfungsi dengan aman. Hal itu ditujukan untuk menghindari tabrak belakang. Lalu, gunakan masker dan kacamata agar kita tak terlalu silau ketika melihat kilau-kilau lampu.

 

  • Risiko masuk angin

Bersepeda di malam hari berarti pesepeda harus merasakan angin malam. Untuk itu Tatar menyarankan agar memastikan  tubuh sedang fit dan sehat, dan pastikan untuk makan terlebih dahulu sebelum bersepeda. “Siapkan bekal standard. Biasanya, kalau sehabis /gowes/ kita berkeringat. Disarankan untuk segera ganti baju agar tidak masuk angin mengingat angin malam bisa lebih cepat masuk ke tubuh,” jelas dia.

 

  • Kriminalitas

Untuk antisipasi pengamanan diri, para pesepeda disarankan untuk memilih rute yang memiliki lampu penerangan yang memadai. Memilih rute yang ramai pun sangat disarankan agar menghindari kegiatan kriminalitas.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat