Sejumlah wisatawan memanfaatkan liburan dengan bertualang arung jeram atau rafting di aliran sungai Ciliwung, Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/12/2018). Wisata petualangan arung jeram di sungai tersebut menjadi salah satu wisata edukasi bagi anak u | ANTARA FOTO
21 Oct 2020, 07:42 WIB

Pintu Keluar Tol Katulampa akan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Lurah Katulampa berperan memfasilitasi pembebasan lahan agar berjalan lancar.

 

 

BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor optimistis pintu keluar Tol Katulampa (Jagorawi Km 42,5) akan memacu perkembangan ekonomi masyarakat setempat. Wisatawan akan makin mudah untuk mengakses wilayah tersebut dan membelanjakan uang di sana.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, jika dibuka, pintu keluar tol tersebut dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat untuk mempercepat akses menuju Tol Bogor Ring Road (BORR) yang tak harus melalui Tol Baranangsiang. Keuntungan ini termasuk mengurangi beban aktivitas kendaraan di Baranangsiang. "Nanti ada Parung Banteng. Bayangin, bakal bergerak, memberikan keuntungan seperti apa bagi masyarakat. Ekonominya juga terangkat," ucap Dedie.

Terkait

Berdasarkan penelusuran peta, ada beberapa destinasi wisata sekitar Katulampa. Pertama adalah Waterpark SKI. Waterpark SKI adalah tempat wisata anak. Tempat ini dilengkapi fasilitas kolam renang dan taman bermain anak. Lokasinya di Jalan Katulampa Raya Nomor 06, RT 06/RW 01, Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat 16144.

Kedua adalah Sumber Karya Indah (SKI). Lokasinya tak jauh dari destinasi Waterpark SKI. Masyarakat mengetahui destinasi ini sebagai tempat yang serba-ada. Jika datang ke sana, pengunjung tak hanya bisa berbelanja, tetapi juga bermain air, olahraga, makan, hingga melihat kebun binatang.

Area belanja menjual berbagai komoditas, seperti tas dan sepatu yang cukup besar dan lengkap. Harganya bervariasi dari yang murah sampai yang cukup mahal. Saat hari libur, tempat ini ramai diserbu pengunjung, terutama kaum wanita. Sambil menunggu istri berbelanja, para suami dapat bersantai dan menikmati aneka jajanan yang tersedia di sana mulai dari batagor, tahu gejrot, laksa, hingga cendol.

Destinasi ketiga adalah Katulampa Rafting. Lokasinya di Sungai Kalibaru, Desa Sukaraja, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Di sini pengunjung dapat menikmati arung jeram dan wisata alam yang asri. Derasnya aliran air sungai ternyata cocok dijadikan arena arung jeram. Banyak titik yang memacu adrenalin dan membuat orang berteriak lepas saat perahu karet mulai meluncur di arus yang deras. Kampung Katulampa juga menawarkan area kemah, wahana permainan, dan penginapan.

photo
Pengunjung bermain wahana bola air di Sumber Karya Indah (SKI) Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, sebelum pandemi Covid-19. - (ANTARA FOTO)

Jika nanti pintu keluar Tol Katulampa dibuka, masyarakat akan makin mudah mengakses destinasi wisata di tersebut. Pengerjaan jalan menuju akses pintu keluar (exit) Tol Jagorawi Kilometer (Km) 42,5 di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, segera dimulai. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, pengerjaan yang sempat terkendala sengketa 18 bidang lahan milik warga telah diselesaikan. "Sekarang sudah selesai lahannya. Kita segera melanjutkan proses ke pembangunan infrastruktur," kata Dedie saat ditemui di Kota Bogor, Kamis (17/9).

Setelah pembebasan lahan, menurut Dedie, kendala yang dihadapi kontraktor saat ini adalah pemindahan kabel utilitas milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pasalnya, kabel utilitas tersebut tepat di tengah pengerjaan jalan menuju bukaan pintu tol.

Tidak hanya itu, dia menambahkan, pekerja proyek juga masih harus memindahkan tiang gapura Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR). "Saya sudah berkoordinasi dengan pihak MBR untuk tiang pancang. Kita sesuaikan dengan desain akses Jalan Parung Banteng," kata Dedie.

Mengenai pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor, Dedie menjelaskan, berdasarkan kajian teknis, pipa yang ditanam di dalam tanah tak harus dipindahkan. Karena itulah, pipa berdiameter 400 sentimeter (cm) dengan estimasi panjang 800 meter itu tak lagi menjadi prioritas untuk dipindahkan. "Jadi, kita menggeser hanya utilitas tadi," ucap Dedie.

Manajer Jaringan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor, Agung Pratomo, menuturkan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan PT Summarecon yang berwenang membangun pintu keluar Tol Jagorawi Km 42,5. Agung mengatakan, jajarannya telah mulai memindahkan kabel bawah tanah agar tak mengganggu proyek di atasnya. "Kalau jumlahnya (tiang) saya juga kurang hapal, tapi intinya tinggal dikerjakan. Sudah mulai," kata Agung.

Saat ini, dia melanjutkan, tiang PLN yang berada tepat di tengah jalan bakal dipindahkan karena memisahkan jalan lama dan jalan baru. Meski begitu, masih terdapat tiang di sebelah kiri jalan lama sehingga tak mengganggu layanan kepada pelanggan. "Untuk biaya bukan dari kita. PLN tahunya digeser saja," ucap Agung.

Lahan selesai

 

 

Dua dari 18 bidang lahan yang sempat sulit dibebaskan kini statusnya sudah tidak ada masalah sehingga pembangunan jalan keluar Tol Katulampa akan berjalan lancar.

 

DICKY IMAN NUGRAHA, Lurah Katulampa
 

Lurah Katulampa, Dicky Iman Nugraha, menjelaskan, pihaknya berperan dalam memfasilitasi pembebasan lahan agar berjalan lancar. Dicky menuturkan, dua dari 18 bidang lahan yang sempat sulit dibebaskan kini statusnya sudah tidak ada masalah sehingga pembangunan jalan keluar Tol Katulampa akan berjalan lancar. "Semua lahan yang masuk dalam plotting pembebasan sudah sepenuhnya selesai," kata Dicky.

Namun, Dicky mengakui, masih ada rumah warga yang belum dibongkar. Pasalnya, terdapat satu keluarga yang meminta waktu untuk membongkarnya sendiri sebelum pindah. Pihaknya pun memberi tenggat mereka untuk membongkar sendiri, yang materialnya bisa dimanfaatkan ulang. "Tapi, status lahan sudah tidak ada masalah. Kita tinggal nunggu pengerasan aspal dan segala rupa, sudah selesai deh."

Mengenai penggeseran tiang Perumahan MBR, menurut Dicky, hal itu tidak termasuk dalam lahan yang perlu dibebaskan. Jika memang pilar tiang mau dibongkar, pihaknya menyerahkannya kepada warga. "Intinya, sekarang tiang PLN yang di tengah dulu dipinggirkan," ujarnya.

Direktur Proyek Summarecon Bogor, Hari Sofyan, menjelaskan, proyek bukaan tol itu sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) demi melancarkan lalu lintas. Hari mengatakan, sebenarnya proyek itu ditargetkan harus rampung pada September ini.

Hari menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dia menyebut, desain konstruksi akses pintu keluar tol perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor. "Jadi, untuk melaksanakan pembangunan, juga butuh ada penyelarasan utilitas dicoba dibantu oleh Dinas PUPR Kota Bogor," kata Hari.

Masalah utilitas dan pipa PDAM masih terus dikoordinasikan dengan perusahaan berwenang. Hari berharap masalah itu segera tuntas agar ketetapan Kementerian PUPR bisa terwujud akhir September 2020. "Secara paralel target utilitas, lahan bisa diselesaikan karena memang amanat dari kementerian," kata Hari.


,
×