Pasangan bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan) menyampaikan sambutan usai pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Taman Harm | ANTARA FOTO/Moch Asim

Jawa Timur

04 Sep 2020, 08:57 WIB

Jadi Bacawali Surabaya, Eri Lepas Jabatannya

Lawan mengaku tak terkejut.

SURABAYA -- Setelah memperoleh rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju Pilwali Surabaya 2020, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi langsung meneken surat pengunduran diri dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Tidak hanya itu, Eri Cahyadi juga langsung pamit dan mengemasi barang-barang dari kantornya.

"Saya harus komitmen karena sudah mundur dari ASN, maka secepatnya saya harus menanggalkan semua fasilitas negara yang saya pakai. Semakin cepat semakin baik karena saya tak ingin dianggap menggunakan fasilitas rakyat untuk kepentingan politik," kata Eri di Surabaya, Kamis (3/9).

Eri mengaku, pengemasan barang-barang mulai dilakukan setelah menghadiri konferensi pers pencalonan dirinya oleh PDI Perjuangan di Taman Harmoni, Rabu (3/9) sore. Eri mengaku, pengemasan barang-barang seperti buku-buku, dokumen, hingga sejumlah merchandise tersebut dilakukan hingga malam, dan dilanjutkan hingga kemarin.

Saat melintasi lorong tengah sebelah ruang pegawai, Eri mendapat tepuk tangan meriah dari para mantan bawahannya. Eri pun menitipkan kantor yang ditinggalkannya kepada para pegawai yang ada di sana.

 
Semakin cepat semakin baik karena saya tak ingin dianggap menggunakan fasilitas rakyat untuk kepentingan politik
ERI CAHYADI
 

Momen peninggalan kantor yang dilakukan Eri Cahyadi, membuat sebagian pegawai Bappeko bersedih. Salah seorang pegawai mengaku sedih harus ditinggal Eri yang sudah memimpinnya selama dua tahun terakhir. 

"Pak Eri ini selalu memotivasi pegawai untuk terus berkembang. Beliau juga mengelola pekerjaan-pekerjaan perencanaan dengan sangat modern. Dia selalu ingin agar semua program selalu ada impact-nya ke masyarakat kecil," kata salah seorang pegawai.

Pemkot Surabaya juga telah memastikan Eri Cahyadi telah mengundurkan diri Pegawai Negeri Sipil (PNS), tepatnya sebagai Kepala Bappeko Surabaya sejak Rabu (2/9). Surat pengunduran diri Eri Cahyadi ditujukan langsung kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyatakan, di hari yang sama pula, Risma menyetujui surat pengunduran diri Eri Cahyadi sebagai PNS di lingkungan Pemkot Surabaya. Surat persetujuan permohonan berhentinya Eri dari PNS itu ditandatangani langsung oleh Risma dengan nomor 821.2/7835/436.8.3/2020.

"Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 2 September 2020 hal permohonan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil, dengan ini diberitahukan bahwa permintaan Saudara tersebut disetujui dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," begitu bunyi petikan surat persetujuan yang ditandatangani Risma.

Febri melanjutkan, surat persetujuan ini juga didukung dengan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 821.2/ 7836 /436.8.3 /2020 tanggal 2 September 2020. Surat keputusan itu berisi tentang Pemberhentian Dengan Hormat Atas Permintaan Sendiri Sebagai Pegawai Negeri Sipil Tanpa Hak Pensiun.

"Jadi memang terhitung kemarin tanggal 2 September dari rekan-rekan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sudah menerima surat pengunduran diri dari Pak Eri dan langsung diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Febri.

Menurut Febri, secara mekanisme proses pengunduran diri mantan Kepala Bappeko Surabaya ini tak membutuhkan waktu lama. "Cepat kalau pengunduran diri. Cuma ini kan prosedurnya masih berjalan," ujarnya.

Sedangkan untuk pengganti Eri Cahyadi sebagai Kepala Bappeko Surabaya, Febri memastikan, Pemkot Surabaya telah menunjuk pelaksananya dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. "Bu wali sudah menyampaikan, Insya Allah Bu Erna (Kepala Dinas PU)," kata dia.

Tak kejutkan lawan

Bakal Calon Wali Kota Surabaya pendamping Machfud Arifin, Mujiaman Sukirno mengaku tidak terkejut atas keputusan PDI Perjuangan yang merekomendasikan Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada 2020. Mujiaman juga mengaku, timnya sudah memperhitungkan dan menyiapkan strategi agar bisa memenangkan kontestasi Pilkada Surabaya 2020.

"Kita sudah perkirakan itu semua dari awal Eri-Armuji itulah pesaing yang harus kita hadapi. Semuanya kita perhitungkan," ujar Mujiaman di Surabaya, Kamis (3/9). Namun demikian, Mujiaman belum mau membeberkan strategi yang disiapkannya.

Mujiaman mengatakan, berbagai perhitungan yang telah dirangkum timnya tersebut nantinya akan dimatangkan lebih rinci. Mujiaman, yang didukung delapan partai ini, menegaskan pihaknya akan berkontestasi secara sehat dan positif melawan Eri-Armuji. Bahkan dia optimistis kalau bisa menggantikan kepemimpinan Tri Rismharini-Whisnu Sakti Buana nantinya.

"Insya Allah kita siap lakukan kontestasi dengan cara fair play pada 9 Desember. Insya Allah kita menang," ujar Mujiaman.

Terkait pendaftaran ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Mujiaman belum bisa memastikan hari tepatnya. Dia menyatakan, butih waktu yang tepat untuk melakukan pendaftaran. endaftaran di KPU dibuka mulai 4-6 September 2020. Mujiaman menegaskan masih akan membahasnya lagi bersama Machfud dan tim untuk menentukan hari pendaftaran.

"Kita cari waktu yang terbaik. Agar baik untuk kita semua," kata Mujiaman.

Sebelumnya, DPD PDI Perjuangan secara resmi memberikan rekomendasi kepada Eri Cahyadi dan Armuji untuk maju pada Pilkada Surabaya 2020. Eri Cahyadi merupakan kepala Badan Perencana Kota Surabaya, yang juga sering disebut-sebut sebagai anak emas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Sementara Armuji merupakan anggota DPRD Jatim, yang merupakan kader murni partai.


×