Teknisi memeriksa mesin di ruang pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Lapopu di kawasan Balai Taman Nasional Manupeu Tanadaru Desa Rewa Rara, Wanukaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (27/8/2019). | ANTARA FOTO
07 Aug 2020, 22:05 WIB

UNDP Gandeng Lembaga Syariah Bangun Pembangkit Listrik

Kolaborasi untuk membangun pembangkit listrik mikrohidro di NTB dan Sulawesi Tengah.

JAKARTA -- United Nations Development Programme (UNDP) bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), PT Principal Asset Management (Principal), dan PT Ammana Fintek Syariah (Ammana) bekerja sama dalam mendukung pembangunan pembangkit listrik mikrohidro di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Kemitraan ini merupakan pengembangan dari keberhasilan proyek UNDP-Baznas sebelumnya yang telah membangun lima pembangkit listrik mikrohidro bagi 4.000 penduduk miskin di daerah terpencil di Jambi. Kolaborasi tersebut akan menyediakan program pemu lihan bencana kepada sekitar 10 ribu orang di Desa Sambil Elen, NTB, dan Desa Tuva, Sulawesi Tengah.

Kepala Perwakilan UNDP Christophe Bahuet menyampaikan, pandemi Covid-19 memiliki dampak sosial-ekonomi yang destruktif. Situasi ini menambah tantangan pemulihan dan pembangunan pada masyarakat yang rentan atau masih menderita dari bencana alam baru-baru ini.

"UNDP berkomitmen membantu membangun kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang terkena dampak. Inilah yang akan kita lakukan melalui kerangka kemitraan baru ini," katanya, Kamis (6/8).

Terkait

Dengan akses ke energi, penduduk di desa-desa tersebut akan dapat mengolah komoditas lokal seperti kopi, jambu mete, madu, dan karet menjadi produk jadi untuk dijual. Proyek ini juga memungkinkan warga desa memperoleh keterampilan baru, yakni dengan meningkatkan produksi tanaman dan memelihara perkebunan untuk bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Proyek ini pun akan mengutamakan pemanfaatan komoditas lokal.

Ketua Umum Baznas Bambang Sudibyo menyampaikan, program kerja sama Baznas dan UNDP untuk memanfaatkan potensi zakat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) di Indonesia telah diresmikan pada penandatanganan nota kesepahaman tahun 2017 lalu. Tambahan kolaborasi dari PT Principal Asset Management dan PT Ammana Fintek Syariah diharapkan dapat makin memperkuat program tersebut dan akan lebih banyak lagi masyarakat terdampak pandemi yang dapat terbantu nantinya.

Kemitraan ini juga akan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya yang terkait dengan kemiskinan, ketimpangan, dan ketersediaan energi. Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terbaru yang telah ditandatangani akan membantu pemanfaatan dana filantropi Islam dan teknologi finansial (tekfin) syariah.

Kemitraan ini dilaksanakan melalui Innovative Financing Lab UNDP dengan tujuan meningkatkan dan memanfaatkan keuangan sosial. Hal tersebut di antaranya meliputi zakat dan hibah mikro yang ditargetkan melalui perusahan tekfin untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.

CEO Ammana Fintek Syariah Lutfi Adhiansyah mengatakan, SDGs sangat sejalan dengan nilai ekonomi Islam. Selain itu, menurut dia, momen pascapandemi memberikan urgensi dalam pendanaan yang etis dan digital untuk pemulihan ekonomi. Lutfi menegaskan, Ammana sebagai tekfin P2P syariah siap mengeksekusi respons bersama dengan UNDP dan Baznas untuk mengambil peran tersebut.


×