Gubernur Kepulauan Riau Isdianto. | ANTARA FOTO

Nasional

Covid di Kepri Diprediksi Melonjak

Pemprov Kepri berlakukan kerja dari rumah selama 14 hari ke depan.

TANJUNGPINANG — Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) mencatat, baru sebanyak 590 orang yang kontak erat dengan Gubernur Kepulauan Riau Isdianto yang melakukan tes usap (swab). Isdianto dan lima stafnya dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (1/8). 

Diperkirakan, orang yang menjalin kontak dengan Isdianto mencapai seribuan orang. Sebab, setelah dilantik sebagai Gubernur, Isdianto sempat mengikuti kegiatan di sejumlah tempat. Misalnya, pada hari yang sama saat pelantikan, Senin (27/7) pekan lalu, Isdianto mendapat penyambutan di beberapa tempat. Antara lain, Bandara Raja Haji Fisabilillah, kediaman istri dari almarhum HM Sani (abang kandung Isdianto), makam HM Sani di Makam Pahlawan Tanjungpinang, serta doa selamat dan tepung tawar di Gedung Daerah.

Pada Rabu (29/7), Isdianto melakukan pertemuan dengan pengurus desa, meninjau alat PCR di RSAL Tanjungpinang, serta rapat dengan rektor dan pejabat Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang. Isdianto juga sempat bertemu dengan Wakil Bupati Bintan Dalmasri, wartawan, dan pejabat lain.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana mengakui, dalam serangkaian acara tersebut, secara spontan tidak menerapkan protokol kesehatan karena larut dalam kebahagiaan. "Kami sudah ingatkan berulang kali untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tetapi situasinya sulit, karena begitu ramai. Akhirnya, bersalaman, berpelukan, cium pipi kiri dan kanan," ujarnya, Ahad (2/8).

Tjetjep mengatakan, jumlah pasien Covid dari penelusuran Isdianto dan stafnya bertambah tujuh orang. "Jadi, hari ini bertambah tujuh orang sehingga menjadi 12 orang yang positif Covid-19 untuk klaster tersebut," ujarnya.

photo
Data Covid-19 Nasional per 2 Agustus 2020 - (covid19.go.id)

Selain itu, sejumlah pejabat Eselon II Pemprov Kepri masih menunggu hasil pemeriksaan usap di laboratorium BTKLPP Batam. Sejak dua hari lalu mereka melakukan karantina mandiri. Pemprov Kepri akhirnya menambah ruang karantina untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pasien Covid-19 di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Sekretaris Daerah Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengatakan, penambahan ruang karantina disebabkan ruang karantina di Rumah Singgah SUP Kepri sudah penuh. Penambahan dilakukan karena jumlah orang yang kontak erat dengan Isdianto berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan, cukup banyak. “Ada ratusan orang yang sudah diambil swab di posko khusus di RSUP Kepri, termasuk pejabat dan staf, tokoh masyarakat, dan wartawan," ujarnya. 

Pemprov Kepri sudah memberlakukan kebijakan kerja dari rumah selama 14 hari ke depan. Arif mengatakan, jika hasil pemeriksaan swab kepala dinas, biro, dan kepala badan positif, pejabat eselon II tersebut harus dirawat atau dikarantina hingga sembuh. Sebaliknya, pejabat eselon II yang hasilnya negatif, dapat bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan.

photo
Sejumlah pasien Covid-19 yang telah sembuh meninggalkan ruang perawatan RS Khusus Infeksi Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. - (M N Kanwa/ANTARA FOTO)

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab terhadap pejabat dan staf, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat yang mengikuti kegiatan gubernur mulai Minggu hingga Kamis," ujarnya. Petugas juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kantor pemerintahan untuk membunuh virus tersebut. "Mudah-mudahan persoalan ini segera berakhir, dan kita dapat bekerja normal dengan menaati protokol kesehatan," katanya. 

Protokol kesehatan

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan Covid-19 tidak pandang bulu. "Bisa saja pejabat atau masyarakat umum. Kalau sampai terinfeksi dan positif, maka yang bersangkutan belum menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin," ujar Wiku merespons munculnya kasus Covid-19 Gubernur Isdianto, Ahad.

 
Sekretariat Presiden meminimalkan kontak langsung Presiden dan Gubernur Kepri saat pelantikan di Istana.
 
 

Ia mengingatkan, siapa pun untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, mulai menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Ia juga menekankan kepada pejabat dan selebritas untuk menjadi panutan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. "Untuk para pejabat dan celebrity perlu mampu menjadi contoh dan panutan dalam menjalankan protokol kesehatan. Mari kita saling melindungi sesama," katanya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan, pelantikan Gubernur Kepulauan Riau di Istana Negara telah melalui sejumlah protokol kesehatan secara ketat. Ia menjelaskan, Gubernur Kepri telah melakukan uji swab, terlebih dahulu baik kepada pihak yang akan dilantik, keluarganya, maupun pejabat terkait yang hadir secara terbatas pada saat pelantikan.

"Kami sudah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, yaitu Gubernur Kepulauan Riau, keluarga, dan pejabat terkait pada saat hadir dilakukan swab di Jakarta," ujarnya.

Selama prosesi pelantikan berlangsung, pihak Sekretariat Presiden juga meminimalkan kontak langsung antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kepulauan Riau yang saat itu akan dilantik.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat