Warga mengambil foto saat aparat Cina memasuki Konjen AS di Chengdu untuk mengosongkan kantor tersebut, Senin (27/7). | AP Photo/Ng Han Guan

Internasional

Cina Ambil Alih Konsulat AS di Chengdu 

Konsulat AS resmi ditutup Senin, pukul 10.00. 

CHENGDU -- Cina mengambil alih tempat konsulat Amerika Serikat (AS) di Chengdu, Cina, Senin (27/6). Sebelumnya, Konsulat AS tersebut sempat menurunkan bendera menjadi setengah tiang menjelang kepergian staf mereka dari negara itu, setelah pukul 06.00 waktu setempat.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, konsulat ditutup pada pukul 10.00 waktu setempat. Pihak berwenang kemudian dapat memasuki gedung dan mengambil alih tempat itu.

Polisi di Chengdu membatasi akses ke daerah di sekitar konsulat pada Senin pagi. Terdapat empat pejabat dengan alat pelindung diri terlihat berjalan menuju konsulat sekitar pukul 10.24 waktu setempat.

AS mengonfirmasi penutupan konsulat dalam sebuah video perpisahan yang dibagikan dari kedutaan AS di akun Twitter.

"Konsulat AS di Chengdu telah dengan bangga mempromosikan saling pengertian antara orang Amerika dan orang-orang di Sichuan, Chongqing, Guizhou, Yunan, dan Tibet sejak 1985. Kami akan selalu merindukan kalian," cicit akun tersebut. 

photo
Warga menyaksikan aparat Cina memasuki Konjen AS di Chengdu untuk mengosongkan kantor tersebut, Senin (27/7). - (EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI)

Sehari sebelumnya, seorang pekerja terlihat menggunakan alat seperti palu dan pahat melepas alat kelengkapan di sekitar sebuah plakat di luar pintu masuk utama. 

Fasilitas itu ditutup sebagai pembalasan karena Washington melakukan hal yang sama terhadap konsulat Cina di Houston, Texas. Bermula dari perintah Presiden AS Donald Trump yang menuduh agen Cina berniat mencuri hasil penelitian ilmiah di Texas, AS kemudian memerintahkan pengosongan Konsulat Cina di Houston.

Tudingan itu ditampik Cina. Pada 24 Juli Cina mengambil langkah tit for tat atau tindakan balasan setimpal. Cina memerintahkan AS mengosongkan konsulatnya di Chengdu.

Di Cina, AS memiliki satu kedutaan besar di Beijing dan lima konsulat di Shanghai, Guangzhou, Chengdu, Shenyang, dan Wuhan. AS juga memiliki konsulat di Hong Kong.

Konsulat AS di Chengdu bertanggung jawab untuk mengawasi Tibet dan wilayah lain yang berlokasi di Cina barat daya yang banyak dihuni minoritas Cina.

Ketegangan antara Cina dan AS telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir karena sejumlah masalah termasuk dugaan pencurian kekayaan intelektual AS serta klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan. Pejabat tinggi administrasi Trump juga menyalahkan pemerintah Cina karena tidak cukup mengendalikan penyebaran virus korona.

Otoritas AS juga menangkap seorang warga negara Cina yang melarikan diri ke konsulat di San Francisco setelah dituduh melakukan penipuan visa. Hanya saja, pejabat Departemen Kehakiman tidak memberikan keterangan jelas bagaimana pelaku bisa tertangkap oleh penegakan hukum AS.

photo
Kepolisian memeriksa identitas warga yang melintas di depan Konjen AS di Chengdu, Senin (27/7). - (EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI)

Penutupan Konjen AS di Chengdu adalah balasan untuk penutupan Konjen Cina di Houston sebelumnya. Pada Jumat (24/7), staf-staf kantor konsulat Cina di Houston disoraki pengunjuk rasa saat mereka mengosongkan kantor tersebut. Pemerintah AS meminta Cina menutup kantor konsulat itu dengan alasan tempat itu menjadi pusat jaringan untuk memata-matai perusahaan dan peneliti Amerika.

Sekitar 100 pengunjuk rasa menyoraki pegawai konsulat itu 'pulang ke Cina'. Mereka mengecam Partai Komunis Cina (CCP) dan melambaikan bendera ketika para pekerja konsulat itu memasukan barang-barang ke dalam truk-truk sewaan.

Tidak lama kemudian pada pukul 16.00 waktu setempat ketika kantor konsulat tutup, terlihat sejumlah orang menggunakan peralatan pertukangan memaksa masuk dengan merusak pintu belakang konsulat. Orang-orang itu menolak mengidentifikasi diri mereka pada wartawan.

Setelah orang-orang itu masuk, dua orang anggota Badan Keamanan Diplomatik Kementerian Luar Negeri AS menjaga pintu tersebut. Mereka juga menanggapi pertanyaan jurnalis.

Kedutaan Besar Cina di Washington dan Kementerian Luar Negeri tidak menanggapi permintaan komentar. Menurut salah satu saksi mata para staf konsulat meninggalkan kantor tersebut pada pukul 16.00 waktu setempat.

Salah satu pengunjuk rasa, Zhony Yi Ma datang dari New York ke Houston khusus untuk menyoraki pegawai kantor konsulat. Petugas polisi menjaga agar kerumunan massa tidak masuk ke dalam gedung. "Kami ingin mengakhiri CCP, kembalikan Cina dan bangun negara seperti Amerika," kata laki-laki berusia 34 tahun itu.  

Kelompok spiritual Falun Gong yang dilarang pemerintah Cina juga ikut berunjuk rasa. Tao Peng yang berusia 48 tahun berdiri dengan hening sambil memegang spanduk yang meminta agar komunisme diakhiri.

Peneliti medis dari Houston itu mengatakan CCP kelompok infiltrasi dan tidak bisa dipercaya. "Saya tumbuh di Cina Daratan dan telah melihat bagaimana CCP berbohong," katanya.

Sebuah truk yang disewa Falun Gong mengelilingi kantor konsulat tersebut. Di Bagian samping truk itu dipasangi spanduk bertuliskan 'Kebebasan dari Komunisme, dan Puji Tuhan Amerika'. Pemerintah AS mengatakan kantor konsulat itu pusat spionase Cina di Amerika. Mereka juga mengatakan staf-staf pemerintah Cina mencari vaksin di AS.

Seorang pengunjuk rasa lainnya Nhat Nguyen, memuji presiden Donald Trump dan menuduh Partai Komunis Cina memata-matai seluruh dunia. Ia memakai topi kampanye Trump dan mengibarkan bendera pemerintah Vietnam Selatan yang didukung AS melawan Vietnam Utara dalam perang Vietnam tahun 1960-an hingga 1970-an.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat