Inovasi
Dunia Baru itu Bernama Metaverse
Metaverse adalah puncak dari semua pengembangan AR dan VR saat ini.
Dunia virtual terus berkembang, seiring kompleksitas pemanfaatan teknologi dari para penggunanya. Setelah dalam beberapa tahun terakhir kita mengenal augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), teknologi kini mulai memperkenalkan konsep dunia maya baru bernama, metaverse.
Metaverse merupakan realitas digital alternatif tempat orang bekerja, bermain dan bersosialisasi. Bisa juga disebut mirror world, AR cloud, magicverse, internet spasial, atau live maps. Ilustrasi metaverse yang paling mudah dibayangkan adalah ketika suami menawarkan pergi ke toko, namun sang istri tidak dapat mengingat nama dan jenis produk yang dibutuhkan.
Kemudian, perangkat antarmuka komputer milik istri akan bisa mengenali dan mentransmisikan tautan ke perangkat suaminya. Lengkap dengan nama toko dan lokasi lorong tempat produk tersebut berada.
Kata metaverse merupakan penggabungan dua kata dari awalan “meta” yang berarti di luar dan “universe” atau alam semesta. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan konsep interaksi internet masa depan, yang terdiri dari ruang virtual 3D yang persisten dan terbagi kemudian dihubungkan ke dunia virtual yang dirasakan.
Sebelumnya, metaverse dikenal dari istilah dari novel sci-fi besutan Neal Stephenson, bertajuk Snow Crash. Tapi, tetapi kini cerita dalam fiksi tersebut tengah dalam proses menjadi nyata.
Kevin Kelly dari Wired menulis cover story pada 2019 berjudul Welcome to the Mirrorworld. Ia menggambarkan, bagaimana AR akan memicu platform teknologi besar berikutnya. “Kami sedang membangun peta dengan cakupan yang hampir tidak terbayangkan. Ketika selesai, realitas fisik kita akan bergabung dengan dunia digital,” tulis Kelly.
Dengan kata lain, lanjutnya, seseorang harus bersiap-siap bertemu kembaran digitalnya baik itu dalam hidup mereka, rumah, negara, hingga kantor. Saat ini, metaverse masih berwujud ruang virtual bersama di mana orang diwakili oleh avatar digital.
Nokia’s Head of Trend Scouting, Leslie Shannon mengungkapkan, pentingnya metaverse atau internet spasial dalam pembicaraan baru-baru ini selama KTT Global VR / AR Association (VRARA). Menurutnya, internet spasial adalah puncak dari semua pengembangan AR dan VR saat ini. “Ini adalah ide untuk mengambil informasi tentang sesuatu, lokasi atau peristiwa bersejarah dan benar-benar menemukan informasi itu di dunia yang paling relevan,” ujar Shannon.
Menurutnya, profesional yang berkaitan dengan pemasaran dan komunikasi perlu memperhatikan metaverse. Karena ini adalah langkah berikutnya untuk interaksi daring.
Sama seperti media sosial merevolusi lanskap pemasaran daring, demikian juga dengan metaverse. Ada beberapa perusahaan yang membuatnya saat ini. Contohnya, gim Fortnite, Minecraft dan Animal Crossing.
Facebook juga mengarahkan dirinya ke arah metaverse dengan platform media sosial realitas virtual, Horizon yang saat ini masih dalam versi beta dan Live Maps.
Ditambah lagi, pandemi Covid-19 juga telah menggeser budaya daring. Reuni keluarga yang kini dilakukan di Zoom, pernikahan dipindahkan ke gim Animal Crossing karena tidak bisa berkumpul di masa pandemi, wisuda yang dilakukan di Minecraft, akan kian menjadi praktek yang umum.
Aspek Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, perusahaan kini perlu menstransisikan strategi pemasaran mereka dalam pembelian iklan daring ke dalam ekonomi virtual bersama. Mereka juga perlu melakukan riset pasar pada pelanggan baru mereka di metaverse.
Di bidang belanja, misalnya. Mode virtual, avatar “skins” dan virtual real estate seperti perumahan, dan mobil akan memiliki nilai sendiri dalam metaverse.
Pada November 2018, Wendy’s membangun misi “Food Fight” di Fortnite dan langsung di live-streamed ke platform Twitch. Wendy’s memang tidak muncul dalam permainan, tetapi mereka meminta pemain mengejar restoran dalam gim, Durr Burger sebagai saingan Wendy’s.
Berkat inovasi tersebut, pengikut Wendy’s di platform Twitch berubah dari nol menjadi lebih dari 7.400 dan mendapat sekitar 43.500 komentar selama pertandingan. “Kami tidak perlu melakukan begitu banyak pekerjaan berat dan mengeluarkan banyak uang, karena kami bersandar pada pengalaman secara organik. Ini adalah jenis pola pikir merek yang akan dibutuhkan untuk metaverse,” ujar Direktur Senior Media dan Sosial Wendy’s, Jimmy Bennet.
Contoh lainnya adalah konser virtual Bigger Love terbaru John Legend yang menggunakan teknologi Wave XR. Teknologi itu menyiarkan John Legend virtual. Ia tampil untuk mengumpulkan dana amal dan dilihat oleh 500 ribu pengunjung yang hadir.
Dengan metaverse, profesional di bidang pemasaran, komunikasi dan jenama akan menghadapi tantangan baru. Tetapi juga berimbang dengan banyak peluang baru.
Era baru metaverse ini akan melepaskan kreativitas yang luar biasa dan membuka batas baru, serta cakrawala baru untuk merek dan bisnis.
AR akan memicu platform teknologi besar berikutnya.Kevin Kelly dari Wired Magazine
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
