Warga berdoa usai menunaikan pembayaran zakat fitrah di Masjid Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta, Ahad (17/5/2020). Jumlah donatur baru bertambah.. | ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA

Khazanah

28 May 2020, 14:37 WIB

Pandemi Munculkan Basis Donatur Baru

Krisis ekonomi yang terjadi di tengah pandemi tak suruatkan umat berzakat.

JAKARTA -- Krisis ekonomi yang terjadi di tengah pandemi virus korona jenis baru (Covid-19) rupanya tak menurunkan semangat umat Islam untuk berzakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya angka penghimpunan zakat di sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) selama Ramadhan lalu.

Pengamat zakat, Yusuf Wibisono, menyebut, ada fenomena baru dan menarik terkait laporan tersebut. Sebab, berdasarkan kondisi yang ada, seharusnya penerimaan zakat di masa pandemi ini mengalami penurunan.

"Ini menarik jika ada LAZ yang melaporkan penghimpunan dana mereka meningkat. Menurut saya, pola umumnya seharusnya menurun," ujar dia saat dihubungi Republika, Rabu (27/5).

Menurut dia, kondisi saat ini berbeda dengan bencana yang menimpa Indonesia beberapa waktu lalu. Bencana tsunami Aceh pada 2004 atau gempa Lombok dan Palu, contohnya, hanya membawa efek krisis di lokasi tersebut.

Namun, pandemi Covid-19 saat ini dampaknya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di seluruh penjuru negeri, bahkan dunia. Basis donatur organisasi penerima zakat (OPZ) pun secara umum mengalami penurunan.

Meski demikian, lanjut dia, di setiap kondisi krisis, pasti memunculkan semangat filantropi yang semakin meningkat. Apalagi, tradisi memberi dan berbagi bagi Indonesia merupakan tradisi religius. Di masa pandemi ini, semangat itu terlihat dari begitu banyaknya pihak yang melakukan penghimpunan dana untuk menanggulangi pandemi.

"Jadi, kenaikan penghimpunan di sebagian LAZ ini adalah basis donatur baru dari situasi pandemi. Ini terlihat dari kenaikan penghimpunan dana dari jenis infak dan sedekah, serta dana kemanusiaan dengan peruntukan tertentu, misal, untuk sembako, dukungan ke tenaga medis, pembelian APD, dan lain-lain," kata Yusuf.

Ia juga menduga, secara agregat, kenaikan penghimpunan dana infak sedekah dari basis donatur baru ini masih lebih kecil dibandingkan penurunan penghimpunan dana zakat dari basis donatur tradisional. "Pertambahan basis donatur baru tidak mampu menutup penurunan basis donatur lama," kata dia.

Ia juga menyebut, LAZ yang melaporkan penghimpunan dana ZIS-nya meningkat menggambarkan kinerja penghimpunan mereka yang tinggi dan ada beberapa faktor yang menjadi pendukung. Di antaranya, kegiatan penghimpunan dilakukan melalui kegiatan konser amal, berinovasi membuka kanal pembayaran zakat digital, atau memang mencerminkan kekuatan brand LAZ tersebut.

Salah satu LAZ yang melaporkan peningkatan penghimpunan ZIS selama bulan suci Ramadhan 1441 H adalah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu). "Alhamdulillah ada peningkatan, meskipun tidak signifikan, ada kenaikan 40 persen," kata Ketua Lazisnu Achmad Sudrajat, Rabu (27/5).

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga berhasil meningkatkan penghimpunan ZIS saat Ramadhan 1441 H. "Angkanya sangat luar biasa, alhamdulillah, berkat karunia Allah SWT, berkah di bulan Ramadhan, dan berkat kerja ikhlas teman-teman di Baznas dari sisi pengumpulan kita bisa melebihi target yang ditetapkan," ujar Kepala Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Irfan Syauqi Beik. Adapun angka kenaikan itu mencapai 44 persen dari target yang telah ditetapkan.


×