Produktivitas di era new normal | Pixabay
29 May 2020, 07:00 WIB

Tetap Produktif di Era New Normal

Tren rapat virtual diperkirakan masih akan berlanjut, meski pandemi berakhir. 

 

Masyarakat sudah terbiasa melakukan beragam kegiatan tanpa adanya batasan interaksi. Kini, semenjak Covid-19 dinyatakan pandemik global, masyarakat disarankan menjaga jarak dan melakukan kegiatan di rumah saja. 

Dampaknya, kini teknologi kian memainkan peran penting dalam upaya menjaga produktivitas. Indonesia SMB Lead PT Microsoft Indonesia, Juliana Cen mengungkapkan, beberapa contoh navigasi Covid-19 di pemerintahan, salah satunya adalah memerintah dari jarak jauh.

Hal ini memungkinkan pemerintah tetap bekerja dari mana saja dengan teknologi yang aman dan dipercaya. Baik untuk komunikasi maupun berkolaborasi dengan sesama pemerintahan di Indonesia, maupun negara lain.

Terkait

Selain itu, navigasi Covid-19 juga krusial di dunia retail. “Yang tadinya jualan offline dengan buka toko. Mungkin sekarang perlu dipikirkan untuk dilakukan secara online,” ujar Juliana dalam webinar Datascrip Solution Days E-Conference 2020, beberapa waktu yang lalu.

Teknologi, menurutnya, bisa mendukung untuk tetap produktif bekerja di rumah atau di mana saja di masa pandemi ini. Pekerjaan bisa disimpan di komputasi awan.

 
Komputasi itu bisa di jam tangan, handphone, itu semua bisa menjadi komputasi.
JULIANA CEN, Indonesia SMB Lead PT Microsoft Indonesia
 

Juliana menyebutkan, Microsoft memiliki Microsoft Teams untuk membuat karyawan tetap produktif. Microsoft Teams adalah aplikasi di Microsoft 365 untuk saling bekerja di mana saja.

Microsoft Teams memiliki tiga hal penting, yakni pertemuan dan telepon, berbicara dan berkolaborasi, serta aplikasi dan alur kerja. Di Teams, orang-orang dapat melakukan perbincangan dengan teman kerja atau pelanggan, melakukan diskusi atau memperbarui status tugas pekerjaan, hingga melakukan pelatihan. 

Dalam Teams Meetings yang berkapasitas sampai dengan 250 orang baik karyawan perusahaan maupun luar organisasi, dapat saling berbagi layar, dokumen, video, atau berkolaborasi mengerjakan dokumen. Semuanya, dilakukan dengan tingkat keamanan yang tinggi. 

Tren virtual meeting

photo
Aplikasi Microsoft Teams - (Google Play Store)

Indonesia SMB Lead PT Microsoft Indonesia, Juliana Cen, mengungkapkan, berdasarkan beberapa data atau informasi hasil dari survei pihak ketiga, rapat virtual diperkirakan masih akan berlanjut, meski pandemi Covid-19 berakhir. Sebab, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan hal ini. 

Bukan tak mungkin pula akan makin banyak kantor yang memprtimbangkan kembali pentignya bekerja di kantor. “Setelah menerapkan virtual, salah satu pabrik packaging di Cikarang, ada yang memutuskan tidak perlu lagi ke kantor. Karena semua orang bisa bekerja dari mana saja. Jadi mereka saving cost untuk building,” ungkap Juliana.

Tren baru ini, juga makin diperkuat oleh generasi milenial dan generasi Z saat ini, yang ingin bebas bekerja di mana saja tetapi tetap produktif. Tapi, lanjut dia, tentu saja untuk hal-hal tertentu, karena tidak semua pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. 

Situs pendukung UMKM

Pemerintah Indonesia saat ini terus berupaya membuat kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19. Di antaranya, adalah himbauan physical distancing.

Kondisi ini, membuat berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pun ikut merasakan dampak dari adanya pandemik ini. 

Bahkan, tak sedikit UMKM yang harus menghentikan aktivitas pemasarannya. Sementara itu, masyarakat Indonesia saat ini tetap membutuhkan aneka sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Belanja daring, dapat menjadi solusi yang efektif. Belum lama ini, Usaha rintisan Qasir memperkenalkan #JagaUMKM. Laman ini merupakan wadah tempat bertemunya usaha kecil dengan calon pembelinya. 

Di platform ini, calon pembeli bisa langsung mencari produk atau jasa yang dibutuhkan berdasarkan cakupan area tempat tinggalnya. Calon pembeli juga dapat melakukan pemesanan dengan menghubungi langsung ke nomor telepon yang tercantum, ataupun secara daring melalui link yang ada dalam detail usaha.

Meski saat ini pembeli baru bisa memesan dengan menghubungi penjual, rencananya #JagaUMKM juga bisa berfungsi untuk melakukan pemesanan langsung. “Kami berharap JagaUMKM.com menjadi solusi untuk para usahawan existing maupun usahawan baru untuk lebih berkembang. Karena penggunaannya sangat mudah, kami harap siapa pun bisa ikut memanfaatkan dan merasakan manfaat dari platform ini,” kata co-founder dan CMO Qasir, Rachmat Anggara. 

Di #JagaUMKM, usahawan dari segala tipe usaha bisa mendaftarkan jenama atau produk mereka. Saat ini yang terbanyak adalah usaha makanan dan minuman, dengan lebih dari 1.200 usaha terdaftar. Tak hanya dari Jabodetabek, banyak pula UMKM yang sudah mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. 


×