Petugas Gugus Tugas Covid-19 menempelkan stiker pada kendaraan bermotor di perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. | ANTARAFOTO
27 May 2020, 01:29 WIB

Kisah Polisi Cegat Pemudik Positif Covid-19

Pemudik dicegat di pos penyekatan ketika mencoba masuk Tasikmalaya tengah malam.

 

Seorang pemudik dari Jakarta berhasil dievakuasi di pos penyekatan Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis (21/5) dini hari. Petugas sengaja mengevakuasi pemudik berinisial RS itu setelah mendapat informasi bahwa yang bersangkutan positif terjangkit Covid-19.

Kapolsek Salawu AKP Dedi Hidayat mengatakan, petugas di lapangan menerima informasi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta bahwa RS dinyatakan positif Covid-19. Namun, yang bersangkutan nekat pulang kampung ke rumahnya di Tasikmalaya.

"Informasinya ada laporan dari Dinas Kesehatan DKI ke Kabupaten Tasikmalaya untuk evakuasi satu orang pemudik, karena dia positif Covid-19. Karena itu kita bersiaga," kata dia, saat dikonfirmasi wartawan Kamis (22/5).

Terkini

Ketika pemudik itu melintas, petugas di pos penyekatan langsung melakukan evakuasi pada sekira pukul 00.30 WIB. Ketika itu, RS mengendarai sepeda motor bersama temannya. Mereka tak berboncengan, melainkan mengendarai sepeda motor masing-masing.

Ia mengatakan, kedua orang itu langsung dibawa oleh dua ambulans berbeda. RS yang diketahui positif Covid-19 dibawa menggunakan ambulans Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (RS SMC).

Sementara temannya yang dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dibawa menggunakan ambulans dinas kesehatan. "Mereka langsung dibawa ke RS SMC dengan petugas berpakaian APD lengkap," kata dia.

Kepala Seksi Pelayanan RS SMC Adi Widodo mengonfirmasi bahwa pemudik berinisial RS itu positif Covid-19. Hal itu didasari laporan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.  "Saat ini sudah diisolasi di rumah sakit," kata dia, saat dikonfirmasi Republika.id.

Menurut dia, kondisi pasien itu secara fisik baik-baik saja. Namun, pasien harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Adi mengatakan, saat ini terdapat dua pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di RS SMC. Sebelumnya, satu pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumahnya.

photo
Suasana pusat pertokoan di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis (21/5). Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya mencatat, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah.  (Bayu Adji P)

Terus bertambah

Kasus positif Covid-19 di Tasikmalaya terus bertambah hingga saat ini. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat, sudah ada 47 kasus positif Covid-19 hingga Jumat (22/5) atau H-2 Idul Fitri 1441 H. Sebanyak 23 orang terkonfirmasi melalui tes swab dan 24 orang melalui hasil uji cepat. 

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, pihaknya sengaja memasukkan hasil tes cepat ke dalam data kasus positif Covid-19. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih dini. "Meski rapid test belum 100 persen, tapi sudah kita masukkan ke dalam data. Ini agar pencegahan lebih dini. Tidak ambil risiko," kata dia, Jumat (22/5).

Ihwal kasus yang terus bertambah, Budi menyebut hal itu telah diprediksi Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Ia menyebutkan, hasil prediksi dinas, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya akan mencapai puncaknya pada sepekan sebelum Lebaran.

Ia berharap prediksi itu tepat. Dengan begitu, setelah Lebaran akan terjadi penurunan kasus Covid-19. "Kita harap ini jadi puncaknya. Kalau sudah puncak, pasti akan turun," kata dia.

Dari 47 kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, 15 orang telah dinyatakan sembuh atau negatif. Sementara itu, 29 orang masih menjalani perawatan atau isolasi, dan tiga orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat sebelumnya memprediksi, kasus Covid-19 akan mencapai puncaknya menjelang Lebaran. Hal itu terjadi karena arena kedatangan orang yang keluar-masuk Kota Tasikmalaya tak bisa dibendung.

"Masa puncaknya kita perkirakan akan terjadi sepekan sebelum Lebaran," kata dia, beberapa waktu lalu. 

 Ia menegaskan, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terus berupaya mengantisipasi puncak pandemi Covid-19. Salah satunya  dengan menambah fasilitas ruang isolasi di rumah sakit untuk pasien korona.


×