Ilustrasi shalat sunnah fajar | SISWOWIDODO/ANTARA FOTO
13 Jul 2020, 02:05 WIB

Keutamaan Shalat Sunah Fajar

 

Oleh Ustaz Bobby Herwibowo Lc

 

Shalat sunah fajar adalah shalat sunah yang dikerjakan di waktu fajar. Ia sama dengan shalat sunah qabliyah Subuh. Dikerjakan dua rakaat setelah azan sebelum iqamah. 

Terkini

Rasulullah SAW amat menjaga shalat ini. Keutamaannya begitu besar dan dapat kita lihat dalam hadis yang berbunyi: Dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Dua rakaat fajar (shalat sunah qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim).

Lantas, bagaimana cara Rasulullah SAW melaksanakan shalat sunah fajar? Pertama, dilakukan antara azan dan iqamah. Hadis dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar yang berkata bahwa Ummul Mukminin Hafshoh pernah mengabarkan, "Rasulullah SAW dahulu diam antara azannya muazin hingga shalat Subuh. Sebelum shalat Subuh dimulai, beliau dahului dengan dua rakaat ringan.” (HR Bukhari No 618 dan Muslim No 723).

Kedua, shalat dengan bacaan ringan. Saat mengerjakan shalat sunah Fajar, Rasulullah SAW memperingan bacaan bahkan sampai ummul mukminin ‘Aisyah RA mengira beliau belum membaca surah al-Fatihah kerena begitu cepatnya.

Adapun surah-surah Alquran yang kerap dibaca Rasulullah saat mengerjakan shalat sunah fajar, bisa dilihat dalam hadis-hadis berikut, di antaranya, "Rasulullah SAW membaca dalam dua rakaat shalat sunah fajar surah al-Kafirun dan surah al-Ikhlas.” (HR Muslim 726).

Ketiga, menggantinya (qadha) jika luput mengerjakan. Jika Anda tidak sempat mengerjakan shalat sunah Fajar, ketahuilah Anda masih berkesempatan melakukannya di waktu lain. Sebab, ia ibadah yang unik, meski statusnya adalah sunah rupanya ia bisa dikerjakan di luar waktunya.

‘Aisyah RA berkata, "Nabi SAW tidaklah menjaga shalat sunah yang lebih daripada menjaga shalat sunah dua rakaat sebelum Subuh.”  (HR Muslim No 724).

Hadis Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang belum shalat sunah dua rakaat Subuh maka hendaknya melakukannya setelah terbit matahari." (HR at-Tirmidzi 424, disahihkan oleh Syekh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi: 1/133).

Dalam hadis yang lain disebutkan: Dari Qais bin Qahd RA, bahwasanya ia shalat Subuh bersama Rasulullah SAW dan belum melakukan shalat sunah dua rakaat Qabliyah Subuh. Ketika Rasulullah SAW telah salam maka ia pun salam bersama beliau, kemudian ia bangkit dan melakukan shalat dua rakaat Qabliyah Subuh, dan Rasulullah SAW melihat perbuatan tersebut dan tidak mengingkarinya. (HR at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syekh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi: 1/133).

Jika Anda tidak sempat mengerjakan shalat sunah Fajar sebelum Subuh, maka Anda bisa pilih mengerjakannya setelah waktu syuruq atau langsung setelah shalat Subuh. Keduanya diperbolehkan berdasar dalil dua hadis di atas. Namun, saya menyarankan agar Anda mengerjakannya setelah matahari terbit atau syuruq. Ini lebih baik untuk menghindari mengerjakan shalat pada waktu yang dilarang. Wallahu a’lam.


×