Ilustrasi tadabur Alquran | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
14 May 2020, 04:05 WIB

AQL Gelar Tadabur Daring Surah Ar-Rahman

Kegiatan tadabur AQL meramaikan suasana akhir Ramadhan.

 

 

JAKARTA – AQL Islamic Center bekerja sama dengan Yayasan Warisan Ummah Ikhlas (WUIF) Malaysia mengadakan tadabur surah ar-Rahman secara daring. Kerja sama yang diberi nama program World Quran Hour ini mengangkat tema "Reboot Global Harmony" (Membangun Keharmonian Global).

Kegiatan World Quran Hour disiarkan secara langsung selama satu jam di sejumlah akun Youtube, di antaranya, Hijrahfest dan AQL Islamic Center. Pemimpin AQL Islamic Center Ustaz Bachtiar Nasir menjadi pentadabur surah ar-Rahman dengan qari Ustaz Ali Imran.

Terkait

Kegiatan ini merupakan kerja sama program “It's Quran Time from Home” dari Indonesia dengan Quran Time dari Malaysia. "Kami mulai dengan surah ar-Rahman yang penuh dengan pesan," ujar Ustaz Bachtiar Nasir dalam siaran langsungnya, Rabu (13/5).

Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, butuh dorongan dan dukungan untuk dapat melewatinya. Dengan memahami dan mendalami makna surah ar-Rahman, diharapkan dapat menjadi salah satu sumber kekuatan.

Kerja sama ini juga bertujuan mengajak umat Islam yang ada di rumah untuk tetap bergerak dan memberi manfaat. Salah satunya, dengan membaca Alquran dan memahaminya.

Dalam menafsirkan surah ar-Rahman, Ustaz Bachtiar Nasir menggunakan tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Surah ar-Rahman merupakan surah ke-55 yang turun di Makkah.

Surah ini memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya, ada 31 kali susunan kata yang diulang-ulang agar lebih terasa pengaruhnya kepada Muslim. Susunan kata itu adalah fa bi'ayyi ala'i rabbikuma tukazziban yang artinya, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dalam ayat 1 surah ar-Rahman, Allah SWT memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-rahman, yaitu Tuhan Mahapengasih bagi semua makhluknya. Allah SWT seakan mempertegas ingin dikenang pertama kali oleh siapa pun sebagai Mahapengasih.

"Allah senang dikenang sebagai Mahapengasih agar tidak satupun makhluknya putus harapan, mau kembali kepada Allah SWT dalam kondisi apa pun," ujarnya.

Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, keseluruhan isi surah ar-Rahman adalah penjabaran nikmat yang diberikan Allah SWT kepada setiap makhluknya. Surah ar-Rahman bahkan dijuluki sebagai 'Arusul Quran atau pengantinnya Alquran.

Dengan memahami dan mendalami surah ini, Ustaz Bachtiar Nasir berharap, umat Islam mampu menjadi sosok yang pandai bersyukur. Ayat 2 hingga 13 surah ar-Rahman menjelaskan tentang empat nikmat besar yang dimiliki oleh seorang manusia. Empat hal tersebut, yakni nikmat Alquran, nikmat kemuliaan nilai universal kemanusiaan, nikmat membangun komunikasi, serta nikmat menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup.

Ayat tersebut juga menggambarkan nikmat hidup sebagai manusia yang bebas berekspresi dan berpendapat. Manusia secara universal dapat berbahagia satu sama lain tanpa ada sekat yang membatasi.

Ayat 14 sampai 25 menggambarkan tentang kebahagiaan dan keindahan akan nikmat Allah SWT yang tak terhitung jumlahnya. "Jangan coba-coba menghitung nikmat Allah lalu merasa bisa menguasai semuanya," kata Ustaz Bachtiar Nasir.

Ustaz Bachtiar Nasir mengingatkan, seluruh perbutan dan amal akan sia-sia jika tidak ditujukan kepada Allah SWT. Dia mengajak seluruh Muslim melekatkan amal kepada Allah SWT dengan tujuan mendekatkan diri kepada-Nya. Jika selain itu, amal yang dilakukan menjadi tidak berbobot.

Di akhir surah, tidak ada bahasa atau rangkaian kalimat yang dapat menggambarkan kemurahan hati Allah SWT kecuali dengan, Tabarakasmu rabbika zil-jalali wal-ikram. Yang artinya, "Mahaagung nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan karunia". Pakar fikih dan tafsir negeri Suriah, Syekh Prof Dr Wahbah az-Zuhaili memaknai Allah SWT menutup akhir surat ini dengan menyebutkan nama-nama Allah SWT yang penuh berkah. 

Perbanyak ibadah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak umat memperbanyak amal kebaikan dan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan. Hal ini bertujuan meraih keutamaan Lailatul Qadar. Ma'ruf mengatakan, malam Lailatul Qadar yang diperkirakan jatuh di antara 10 hari terakhir, terutama di malam ganjil, mempunyai kedudukan tinggi.

Pada malam Lailatul Qadar turun keberkahan, pengampunan, dan rahmat dari Allah SWT. "Beribadah satu malam di malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan," ujar Ma'ruf dalam tausiyah Ramadhan tentang Keutamaan Lailatul Qadar di akun //Youtube// resmi Sekretariat Wakil Presiden pada Selasa (12/5).

Ma'ruf menyebut, keistimewaan lain malam Lailatul Qadar yaitu para malaikat turun ke bumi. Dalam beberapa riwayat mengungkap alasan para malaikat turun ke bumi. Ada yang mengatakan, dulunya malaikat menganggap manusia orang-orang yang akan menimbulkan kerusakan saja. 

Ternyata, di antara manusia ada yang tidak merusak. Mereka taat, baik, apalagi di malam Lailatul Qadar banyak orang yang berdoa dan bermunajat. Karena itu, malaikat turun ke bumi ingin menyampaikan selamat dan ingin memintakan ampun kepada orang yang belum baik.

Hal lain yang ingin dilihat malaikat, yaitu pemandangan orang kaya yang membagikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan. Karena itu, kondisi pandemi Covid-19 menjadi momentum masyarakat saling membantu.

Ma'ruf mengatakan, banyak orang kaya yang membagi-bagikan hartanya untuk bersedekah dan berinfak kepada orang-orang yang miskin. Pemandangan itu tidak ada di langit. "Malaikat ingin tahu bagaimana, ini mereka turun ke bumi untuk melihat hal-hal yang mereka tidak temukan di langit," ujarnya.

Untuk itu, dia mengajak umat menghidupkan anjuran Rasulullah SAW untuk berzikir kepada Allah SWT dan membaca Alquran untuk meraih pengampunan dan keberkahan serta rahmat dari Allah SWT.

"Sekali lagi, kita jadikan malam Lailatul Qadar juga untuk memohon kepada Allah SWT agar bangsa ini diselamatkan dari Covid-19, kembali kepada suasana yang ceria dan dapat bekerja sebagaimana mestinya," ujarnya.


×