Ilustrasi masakan kari. | AP
14 May 2020, 03:56 WIB

Ramadhan Berbagi Lewat 700 Porsi Kari

Masakan kari ini menghangatkan suasana ifthar Ramadhan di Selandia Baru.

 

Asosiasi Muslim Manawatu di Selandia Baru begitu sibuk sepanjang Ramadhan 1441 Hijriyah. Mereka menyiapkan makanan bagi orang-orang yang berada di garda terdepan penganggulangan pandemi Covid-19.

Biasanya, yang mereka sajikan adalah makanan tradisional setempat. Saat dibagikan, makanan tersebut masih dalam kondisi hangat sehingga nikmat disantap oleh petugas medis di Rumah Sakit Palmerston Utara, Pusat Kesehatan Highbury, Panti Perempuan, dan tempat lainnya yang membutuhkan. 

Setiap Selasa dan Ahad, akan ada dua kelompok bertugas memasak makanan. Sementara, dua kelompok lainnya bertugas mengemas makanan untuk pengiriman.

Terkait

Asosiasi Muslim Manawatu mampu memasak sekitar 700 porsi kari dalam satu panci besar dalam satu waktu. Mereka juga menyiapkan makanan serupa untuk waktu berbuka yang jauh lebih besar. Kegiatan tersebut sampai kini maish terus berlangsung.

Sejauh ini, asosiasi Muslim Manawatu telah membagikan lebih dari 2.000 makanan. Mereka juga menargetkan 5.000 orang akan memperoleh hadiah saat penghujung Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri. 

Menurut Presiden Asosiasi Muslim Manawatu, Riaz Rahman, ribuan makanan itu untuk merespons keberadaan warga yang menderita karena Covid-19. Panitia pun memutuskan untuk memasak dan mendistribusikan kepada yang membutuhkan.  

"Saat keluarga dan individu menghadapi tekanan besar, berusaha memenuhi kebutuhannya di tengah ekonomi yang jatuh saat ini, kami membantu dengan cara yang sedikit berbeda," kata Riaz Rahman, seperti dilansir di Stuff, Rabu (13/5).

Ramadhan identik dengan berbagi makanan. "Kedermawanan seperti berbagi makanan dan mengundang teman-teman untuk berbuka puasa adalah salah satu ajaran Islam di bulan Ramadhan, ini telah menjadi tradisi di semua komunitas Muslim," kata Riaz.

Manager Perlindungan Perempuan di Palmerston, Zubeda Shariss, menyebut, keluarganya telah tiga kali mengirim 30 makanan. Makanan yang diberikan disambut dan dibagikan kepada mereka yang tinggal di perumahan darurat dan bekerja dalam advokasi perempuan dan anak-anak.

"Kami menargetkan keluarga yang tidak mampu membeli makanan seperti ini, orang-orang yang telah berjuang secara finansial selama kurungan," ujarnya.

Komunitas Muslim di Inggris juga turun memberikan bantuan kepada warga miskin yang terdampak pandemi covid-19. Melalui Bearded Broz, sebuah bank makanan darurat berbasis di Kota Birmingham, mereka memberikan makanan langsung kepada warga yang kekurangan.

Menurut pendiri Bearded Broz, Imran Hameed, terjadi peningkatan permintaan bantuan makanan sebanyak 50 persen dibandingkan saat Ramadhan tahun lalu. Selama lima tahun, Bearded Broz telah memberikan bantuan di Midlands dan London. Wabah virus korona membuat banyak orang menelepon Bearded Broz untuk meminta bantuan.  

"Sebagai Muslim, tak boleh membiarkan tetangga tanpa makanan. Sungguh menakjubkan bagaimana komunitas berkumpul dan mendukung satu sama lain saat ini," kata Imran, seperti dilansir di Arab News.

Bearded Broz sangat aktif selama Ramadhan tahun ini. Salah satu proyek yang dijalankan adalah mengajak masyarakat berberdonasi daging kambing secara langsung melalui pemasok kambing. Bearded Broz lantas akan menyiapkan makanan lengkap atau paket Ramadhan sesuai yang dibutuhkan warga yang memerlukan. 

Sama seperti Bearded Broz, Masjid Green Lane di Birmingham juga mendapati adanya peningkatan warga yang membutuhkan bantuan makanan. CEO Masjid Green Lane, Kamran Hussain, melihat jumlah orang yang datang ke bank makanan meningkat empat kali lipat. 

Masjid Green Lane secara besar-besaran meningkatkan layanan kemanusiaannya. "Dulu hanya beroperasi beberapa hari dalam sepekan, tapi sekarang buka setiap hari dan permintaannya telah melampaui batas, sibuk setiap hari," kata Hussain. 

Organisasi yang lebih besar, seperti Islamic Relief UK juga terlibat dalam penganggulangan kerawanan pangan akibat pandemi Covid-19. 

Dalam sebuah pernyataannya, Islamic Relief UK telah menyiapkan 500 ribu poundsterling untuk organisasi berbasis masyarakat di seluruh Inggris. Dana itu digunakan bagi orang-orang yang paling rentan dan lansia, pencari suaka, serta seluruh masyarakat miskin.


×