Suasana Masjidil Haram diambil dari Balcony The Makkah Clock Tower Museum, Mekah, Arab Saudi, Jumat (6/9/2019). Pascamusim haji, Masjidil Haram kini dipadati jamaah umrah yang datang dari berbagai negara | ANTARA FOTO
12 May 2020, 02:23 WIB

Sembilan Menit Melepas Rindu dengan Masjidil Haram

 

 

Sutradara film asal Arab Saudi, Almotaz Aljefri, menemukan cara bagi umat Islam untuk sejenak melepas rindu dengan Masjidil Haram. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi, Aljefri bersama rekan-rekannya menghadirkan Wahi

Wahi memberikan penawaran bagi umat Islam untuk merasakan pengalaman realitas virtual di Makkah dari rumah mereka yang aman dan nyaman. Film dengan durasi sembilan menit ini dibuat dengan menggunakan rig kamera VR. Enam kamera disiapkan mengarah ke seluruh penjuru masjid.

Terkait

Semua hasil rekaman tersebut lantas disunting untuk menghasilkan tayangan dengan jarak pandang 360 derajat. Proses pascaproduksi untuk menghasilkan karya ini dinilai sangat menantang.

"Dengan kacamata realitas virtual, memberi Anda pengalaman penuh kunjungan. Anda bisa pergi ke segala arah, mengangkat kepala atau menengok ke kanan. Ini memberi Anda lebih banyak informasi daripada video biasa," ujar Aljefri, dikutip di Arab News, Senin (11/5).

Para kru film tersebut menerima dukungan dari Pemerintah Saudi. Mereka memberi akses ke Makkah serta mengizinkan penggunaan drone dan helikopter.

photo
A worker cleans and sterilises the Kaaba, following the outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), ahead of the holy fasting month of Ramadan, in the Grand mosque in the holy city of Mecca, Saudi Arabia April 21, 2020. Picture taken April 21, 2020 - (Saudi Press Agency/REUTERS)

Film ini dibuat bersamaan dengan Pusat Media Baru di Kementerian Kebudayaan dan Informasi. Karya ini tersedia di Youtube. Hingga kemarin, tayangan tersebut telah ditonton hingga 11 juta kali.

Aljefri menyebut, dia dan staf terkejut atas antusiasme dari warganet. Bulan lalu, karya tersebut telah ditonton lebih dari delapan juta kali. Menurut dia, salah satu alasan banyak Muslim menonton film ini adalah karena Covid-19.

"Film tersebut memberikan kesempatan kepada banyak orang yang sekarang tidak dapat pergi ke Masjidil Haram di Makkah untuk mengunjunginya melalui teknologi ini," kata AlJefri.

Dia lantas percaya, Wahi memungkinkan umat Islam melakukan semua ritual di bulan Ramadhan dari rumah. Untuk merasakannya, umat Muslim hanya perlu menggunakan kacamata VR. Setelah itu, mereka bebas melihat dan berkeliling Masjidil Haram serta beberapa lokasi bersejarah.

Menurut dia, orang-orang yang mengunjungi Masjidil Haram secara langsung mungkin merasa sulit untuk mendekati tempat-tempat tertentu, seperti Hajar Aswad. "Namun, dengan Wahi, Anda dapat dengan mudah berkeliaran di sekitar itu sesuai keinginan, kapan saja," kata Aljefri.

Di tengah krisis kesehatan global, umat Islam harus menjalankan Ramadhan dengan cara yang baru. Namun, berkat teknologi baru, film seperti Wahi, meyakinkan mereka bahwa virus tidak akan menghalangi keyakinan yang dianut.

Pusat Masjid Agung Sheikh Zayed juga meluncurkan wisata budaya yang dipandu dari jarak jauh. Usaha ini dilakukan sejalan dengan tindakan pencegahan yang diambil Uni Emirat Arab (UEA) untuk melindungi masyarakat setelah penyebaran virus Covid-19.

Selaku tujuan wisata budaya global terkemuka, setiap tahunnya masjid ini menerima lebih dari enam juta jamaah dan pengunjung dari berbagai latar belakang di seluruh dunia. Kali ini, semua lembaga pemerintah dan swasta diminta untuk mendaftar mengikuti tur budaya jarak jauh eksklusif melalui situs web Pusat Masjid Agung.

Pusat Masjid Agung Sheikh Zayed juga mengalokasikan siaran langsung wisata budaya dari masjid untuk semua pengunjung dan pengikut mereka di media sosial Instagram di seluruh dunia.

Dilansir di situs Emirates News Agency, tur langsung ini dilakukan dalam dua sesi. Pada Selasa, tur menggunakan bahasa Arab dan pada Sabtu dalam bahasa Inggris. Siaran langsung dapat dinikmati pukul 11.00 pagi waktu setempat.

Sebelumnya, Kementerian Urusan Presidensial (MoPA) berkoordinasi dengan Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf (GAIAE) dan Pusat Masjid Agung Sheikh Zayed menjelaskan, shalat Tarawih akan disiarkan langsung dari Masjid Agung Sheikh Zayed. Siaran dapat dinikmati di saluran televisi resmi dan stasiun radio negara itu sepanjang bulan suci Ramadhan.

Shalat Tarawih akan terbatas pada imam dan dua jamaah. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sepenuhnya semua tindakan pencegahan yang diadopsi oleh otoritas UEA terkait menahan penyebaran pandemi Covid-19.

Langkah-langkah ini termasuk seleksi rutin para jamaah yang melaksanakan ibadah Tarawih selama masa pandemi Covid-19. Para jamaah juga harus mengenakan masker muka dan sarung tangan untuk memastikan keamanannya.


Terkini

×