Warga membawa beras yang diterimanya saat pemberian bantuan di Kelurahan Wergu, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020). Bantuan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebanyak 155 ton beras kepada 15 | YUSUF NUGROHO/ANTARA FOTO
12 May 2020, 01:38 WIB

Baznas Kerahkan Potensi Bantu Pelaku Usaha Mikro

Baznas dan lembaga zakat lainnya berkomitmen untuk membangkitkan ekonomi nasional.

JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menggalang dana untuk membantu para pelaku usaha mikro yang terdampak Covid-19. Seperti diketahui, masa pandemi telah menghantam berbagai sektor usaha, terutama kelas mikro. 

"Pandemi ini semoga segera berakhir karena angkanya mulai turun, tapi ada masalah yaitu masalah ekonomi. Kita tahu banyak pelaku usaha mikro yang kehilangan penghasilan, baik karena PHK (pemutusan hubungan kerja) maupun karena kondisi ekonomi turun akibat Covid-19," ujar anggota Baznas Emmy Hamidiyah dalam konferensi pers, Senin (11/5).

Kerja sama tersebut bertujuan memulihkan usaha para pengusaha mikro. Emmy tak mematok target khusus pengumpulan dana dari kolaborasi tersebut. Menurut dia, makin banyak dana terhimpun, makin banyak pula pelaku usaha mikro yang dapat dibantu. 

"Jadi, kita ingin bantu semua usaha mikro terdampak di seluruh Indonesia. Hanya saja bergantung jumlah dana terkumpul, jika cukup banyak kami akan bantu ke 46 lokasi di 15 provinsi, tapi kalau ternyata dananya terbatas, kita lihat, prioritas siapa yang paling butuh dan bisa segera pulih," katanya. 

Terkait

Ia menjelaskan, untuk program ekonomi, pihaknya memiliki Baznas Microfinance. Program pembiayaan tersebut kini ada di sekitar 64 lokasi yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. 

Melalui program tersebut, Baznas berupaya memberdayakan masyarakat tidak mampu dan tidak hanya member sumbangan. "Misalnya, kita sudah bantu para penjahit keliling yang kehilangan pesanan, kita berikan modal kerja lalu kita pesan masker. Hasilnya kita beli," katanya. 

Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah menambahkan, meski baru diluncurkan saat ini, program kerja sama PIP dengan Baznas sudah mulai dijalankan pada 4 Mei lalu. Ia menjelaskan, Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu memang bertugas menyalurkan pembiayaan ke usaha ultra mikro atau sangat kecil. 

"Kami menyadari, di masa pandemi ini banyak usaha yang kesulitan, khususnya ultra mikro atau disingkat Umi. Kami juga sadari, karena sulitnya usaha tadi dan karena terdampak physical distancing sehingga mereka sulit penuhi kebutuhan keluarganya. Maka kami inisiatif galang dana," ujar Ririn dalam kesempatan serupa. 

PIP dan Baznas, kata dia, mengundang para donatur menyisihkan sebagian rezekinya. Ia berharap inisiatif ini disambut oleh masyarakat sekaligus bermanfaat bagi yang membutuhkan. 

Ririn menyampaikan, Baznas memiliki sumber daya memadai dalam mengelola donasi. Hal itu menjadi alasan utama PIP sengaja menggandeng Baznas. Donasi tersebut dapat disalurkan masyarakat melalui rekening BNI Syariah, Maybank Syariah, dan Kitabisa.com. n ed: ahmad fikri noor

 

Istiqlal aktif menginfokan pengelolaan zakat

photo
Model memperlihatkan web Zakat Digital pada peluncurannya di Jakarta, Jumat (24/6). Zakat digital merupakan sebuah layanan pembayaran zakat online melalui portal kitabisa - (Republika / Darmawan)

Memasuki pekan ketiga Ramadhan 1441 H, pengumpulan zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, menurun tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terjadi akibat pandemi virus korona (Covid-19).   

"Tahun ini yang jelas tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengumpulannya sangat jauh berkurang," ujar Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, di Jakarta, Senin (11/5).  

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan beberapa orang yang setiap tahun membayar zakat fitrah di masjid tersebut, tahun ini tidak bisa menunaikan zakat di lokasi yang sama karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).  

Pengumpulan zakat fitrah di masjid terbesar Asia Tenggara tersebut telah dimulai oleh para pengurus sejak 1 Ramadhan 1441 H atau 24 April 2020.  

Meski penghimpunan zakat fitrah telah dilaksanakan sejak awal Ramadhan, hingga kini, masyarakat yang menyalurkan zakat melalui masjid tersebut masih sedikit.  

"Dari 1 Ramadhan hingga saat ini mungkin belum sampai Rp 10 juta uang yang terkumpul. Padahal, tahun lalu zakat fitrah yang terkumpul mencapai Rp 900 juta," kata Abu Hurairah.

  

photo
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di area Masjid Istiqlal. - (Thoudy Badai/Republika)

Tidak hanya zakat dari segi uang yang masih minim, zakat fitrah dalam bentuk beras bahkan belum ada. "Beras belum ada sama sekali," ujar Abu Hurairah.  

Pengurus masjid, ujar dia, secara aktif terus menginformasikan kepada masyarakat bahwa Masjid Istiqlal menerima penyaluran zakat dari masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, pengurus masjid memberikan dua pilihan cara pembayaran zakat fitrah.   

Pertama, pemberi zakat atau muzaki bisa datang langsung ke masjid. Kedua, menunaikan salah satu rukun Islam tersebut dengan cara transfer ke rekening yang ditetapkan.  

"Kalau mau datang, pengurus setiap hari ada mulai pukul 08.30 WIB hingga menjelang Maghrib," katanya.  

Terkait penyaluran zakat fitrah, Abu Hurairah menerangkan, zakat fitrah akan diantarkan langsung ke rumah masing-masing penerima zakat guna mencegah penularan Covid-19.  

 "Tahun ini, penyaluran zakat fitrah kita antarkan langsung ke rumah warga," kata dia.  

Cara tersebut, menurut dia, dilakukan pengurus masjid karena khawatir masyarakat akan datang berbondong-bondong, sehingga berpotensi menularkan penyakit ke orang lain.  

Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya orang-orang yang termasuk golongan delapan penerima zakat atau mustahik tersebut datang langsung ke Masjid Istiqlal pada 1 Syawal.  

Terkait jumlah personel yang akan mengantarkan atau menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima, Abu Hurairah mengatakan, hal itu tergantung pada berapa jumlah uang atau beras yang terkumpul untuk disalurkan.    

Ia mengakui, di tengah situasi pandemi Covid-19, jumlah masyarakat yang membayar zakat melalui Masjid Istiqlal terbesar di Asia Tenggara tersebut berkurang drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.  

Meskipun demikian, hal itu bukan menjadi kendala bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban demi membantu orang-orang yang membutuhkan. "Tolong tetap membayar zakat karena banyak saudara kita yang menunggu, terutama fakir miskin di sekitar masjid. Mereka sangat menanti zakat fitrah yang biasa mereka terima," katanya.  

Terkait proses ijab qabul zakat fitrah yang diserahkan melalui masjid, hal itu dapat dilakukan dengan cara komunikasi lewat telepon antara petugas dengan muzaki atau orang yang membayar zakat. "Kalau masyarakat ingin tetap ijab qabul juga bisa melalui telepon," katanya.  

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang datang ke masjid untuk membayar zakat fitrah, pengurus tetap akan menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19. Selain itu, masyarakat yang datang juga tidak bisa berbondong-bondong masuk ke dalam masjid. Mereka hanya dibolehkan masuk satu per satu oleh petugas.  

Bagi masyarakat yang ingin membayar zakat dengan cara transfer bisa mengirimkannya ke rekening BNI Syariah 7004556009. Kemudian, dapat juga menghubungi nomor telepon 081229119652.  

Salah satu muzaki yang biasanya menunaikan zakat fitrah di Masjid Istiqlal adalah Asep (27 tahun). Namun, pada tahun ini pemuda asal Kota Bandung yang berdomisili di Jakarta Pusat itu akan membayar zakat fitrah di kampung halamannya.  

"Tahun lalu saya bayar zakat fitrah di Masjid Istiqlal, tapi tahun ini di kampung saja barengan dengan keluarga," kata dia.


×