Ilustrasi umat Islam melaksanakan doa pada bulan puasa Ramadhan. | Putra M. Akbar/Republika
12 May 2020, 02:36 WIB

Doa Saat Berbuka Puasa

 

Oleh Ustaz Bobby Herwibowo Lc

 

Allah berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60).

Terkait

Allah SWT adalah Sang Maha Pemurah. Dia memberikan apa saja yang diminta hamba-hamba-Nya. Kekuasaan-Nya tiada terbatas, kekayaan-Nya tiada terbilang. Andai semua jin dan manusia meminta kepada-Nya maka karunia yang Dia miliki tak akan berkurang sedikit pun.

Maka berdoalah kepada-Nya. Segala hajat hidupmu dunia maupun akhirat. Sebab Dialah yang berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian.’’

Ada momen-momen mustajab untuk berdoa. Perbanyaklah doa pada momen tersebut, di antaranya adalah pada sepertiga malam terakhir, hari Arafah, saat tahiyat akhir sebelum salam, saat sujud, hari Jumat sampai matahari tenggelam, saat turun hujan, saat minum air zamzam, waktu antara azan dan iqamat, malam Lailatul Qadar, dan saat berbuka puasa.

Dari sepuluh waktu mustajab untuk berdoa itu, kali ini saya akan membahas doa saat berbuka puasa (shaum).

Nabi SAW bersabda, "Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa saat berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

 An-Nawawi menjelaskan, "Dianjurkan bagi orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa bagi urusan akhirat dan dunianya, baik untuk dirinya, bagi orang yang dicintai, dan untuk kaum Muslimin semuanya."

Hadis lain menyatakan, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR Ibnu Majah).

Dua hadis di atas menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa amat mustajab, wa bil khusus saat ia berbuka puasa. Sebab itu, dalam momen berbuka, janganlah kita sibuk dengan urusan makan dan minum namun melupakan sesuatu yang amat berharga, yaitu doa. Perbanyaklah doa di waktu berbuka sebab ia amat mustajab.

Namun, sering kali orang mengeluh, sebab doa yang ia panjatkan belum terkabul. Padahal semua doa pasti Allah kabulkan. Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorangpun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak ada dosa di dalamnya dan memutuskan silaturahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara, [1] baik dengan disegerakan baginya (pengabulan doanya) di dunia atau [2] dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat atau [3] dengan dijauhkan dari keburukan semisalnya." Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, kalau begitu kami akan memperbanyak doa?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak (pengabulan doanya).” (HR Ahmad).

Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa ijabah doa itu pasti terjadi, tetapi bentuknya bisa jadi salah satu dari tiga hal yang disebut dalam hadis.

Sebagai tambahan, penulis mencantumkan tata cara atau adab berdoa yang diijabah oleh Allah Ta’ala, yakni memulai dengan hamdalah dan shalawat kepada Nabi; memilih waktu yang mustajab; menghadap kiblat; mengangkat tangan; khusyuk dan penuh harap; hindari makanan dan minuman haram; serta hati yang optimistis atas doa yang diijabah.


×