Hikmah | Republika

Hikmah

11 May 2020, 02:00 WIB

Makna di Balik Nuzulul Quran

 

Oleh PROF DADANG KAHMAD

Situasi turunnya Alquran ke muka bumi, saat perintah Allah SWT diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sangatlah indah. Penuh berkah. Lebih baik daripada seribu bulan.

Turunnya wahyu pertama kali diyakini para ulama terjadi pada hari Senin, bulan Ramadhan yang malamnya disebut Alquran sebagai Lailatul Qadar. Diriwayatkan Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Senin. Kemudian, beliau menjawab, “Itu adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika diturunkan wahyu kepadaku.”

Dalam surah al-Qadr ayat 1: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan.” Sementara, dalam surah al-Baqarah ayat 185: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan batil) ....”

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur. Sedikit demi sedikit sesuai dengan peristiwa, kejadian, dan taklif. Sebagaimana pendapat yang disepakati, turunnya lima ayat-lima ayat, kecuali untuk surah al-An’am. Ali bin Abi Thalib RA menyatakan: “Alquran diturunkan lima ayat-lima ayat, kecuali surah al-An’am. Barang siapa yang menghapalnya lima ayat-lima ayat maka tidak akan melupakannya.”

Ada banyak hikmah dari bertahapnya proses pewahyuan. Antara lain seringnya wahyu turun menjadikan tekad Rasulullah SAW semakin kuat. Pertolongan Allah SWT senantiasa menyertainya. Selain itu, Rasulullah SAW dan sebagian besar bangsa Arab saat itu masih ummi. Oleh karena itu, turun dengan berangsur memudahkan untuk menghapal dan mengajarkannya kepada umat.

Alquran betul-betul mukjizat kenabian yang luar biasa. Mukjizat terbesar yang pernah diturunkan kepada nabi dan rasul terakhir yang keberadaannya akan senantiasa terjaga hingga kiamat. Melihatnya akan memperoleh kebaikan yang tiada tara. Membacanya akan mendapatkan sederet kata indah penuh makna.

Apabila menggunakan pendekatan pikiran maka akan diperoleh berbagai pengetahuan yang mulia. Jika menggunakan mata hati, akan tumbuh dalam diri rasa cinta kepada Allah dan seluruh makhluk-Nya. Dan jika melihatnya dengan segenap jiwa batin maka seolah kita sedang berdialog dengan Maha Pencipta. Oleh karena itu, bacalah terus Alquran sepanjang hidup, niscaya limpahan kebaikan Tuhan menyertai. Wallaahu a'lam. n


×