Foto kolase suasana Shalat Tarawih Ramadhan di Masjid Istiqlal sebelum wabah korona (kiri) dan saat ini. | Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
05 May 2020, 01:09 WIB

Hidupkan Ramadhan dengan Amalan Sunah

Shalat Tarawih di rumah pada Ramadhan tidak bertentangan dengan sunah Rasulullah.

 

Ramadhan adalah bulan istimewa. Banyak keberkahan pada bulan suci ini sehingga setiap Muslim seharusnya berusaha meraih dan tidak melewatkannya. Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, Ramadhan adalah momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menghidupkan berbagai sunah Rasulullah SAW.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Marsudi Syuhud mengatakan, Ramadhan merupakan momentum bagi setiap Muslim untuk menjadi pribadi yang istimewa. Caranya, dengan melaksanakan amalan-amalan sunah di bulan suci ini. Misalnya, memperbanyak sedekah, yang akan sangat bermanfaat di tengah pandemi virus korona (Covid-19) saat ini. 

"Sekarang ini lagi zaman //tha'un//, zaman wabah. Bantu membantu itu diutamakan. Sedekah di bulan Ramadhan. Dalam hadis riwayat Shahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi saat Ramadhan," ucapnya kepada //Republika//, belum lama ini.

Terkait

Hal lain yang bisa dilakukan, yakni memberikan hidangan berbuka. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang memberi makanan berbuka untuk orang berpuasa maka pahalanya seperti pahala orang berpuasa tanpa dikurangi sedikit pun. Menurut Kiai Marsudi, memberi makanan berbuka amat penting dalam konteks sekarang ini. 

"Meski yang diberikan itu tidak puasa, tetap beri. Mungkin dia musafir atau lainnya," ujar dia. 

Sementara itu, Sekretaris PP Muhammadiyah Dr Agung Danarto menjelaskan, dalam hadis qudsi riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat, tetapi tidak untuk puasa. Karena Allah SWT yang akan membalasnya langsung.

Amalan lain yang penting dilakukan pada bulan Ramadhan, menurut Agung, yakni makan sahur. Dalam hadis riwayat Jamaah dari jalur Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Bersahurlah kamu karena dalam sahur itu terdapat berkah." 

Sedangkan saat berbuka puasa, setiap Muslim disunahkan segera berbuka. Amalan penting berikutnya pada bulan puasa adalah tadarus Alquran. Rasulullah pada malam-malam bulan Ramadhan senantiasa tadarus Alquran bersama malaikat Jibril. Makna tadarus bukan hanya membaca Alquran, tetapi juga mempelajarinya, mempelajari cara baca Alquran, mempelajari tajwidnya, mempelajari seni baca Alquran, mempelajari isi dan kandungannya, membaca kitab tafsir, diskusi tentang kandungan Alquran serta cara pengamalannya, dan sebagainya.

"Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hatinya, terlebih ketika bulan Ramadhan. Setiap malam malaikat Jibril menjumpainya di bulan Ramadhan, maka diajaklah tadarus Alquran. Rasulullah ketika berjumpa dengan Jibril menjadi lebih pemurah dalam menyedekahkan hartanya daripada angin yang ditiup.’’ (HR Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas).

Agung juga mengingatkan agar menghiasi malam-malam pada bulan Ramadhan dengan shalat Tarawih. Nabi Muhammad SAW lebih sering melaksanakan shalat Tarawih di rumah daripada di masjid. Dengan demikian, melaksanakan shalat Tarawih di rumah pada masa pandemi Covid-19 ini bukan hanya tidak bertentangan dengan sunah Rasulullah SAW, melainkan mengikuti sunah yang paling sering dilakukan Rasulullah.

Jangan lupakan pula untuk senantiasa mendekatkan diri atau taqarub kepada Allah SWT. Caranya dengan banyak berzikir, shalawat, dan iktikaf. 

"Namun iktikaf dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, tak perlu dilakukan di masjid. Tetapi cukup di di dalam rumah masing masing."


×