Pelajar belajar dari rumah di Ambarketawang, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (23/3/2020). | Antara Foto

Cahaya Ramadhan

Ramadhan Momentum Berdayakan Internet untuk Ibadah

Ramadhan harus dimanfaatkan untuk menghasilkan konten internet yang inspiratif.

 

 

 

Ramadhan kali ini menjadi momen tepat bagi Muslim untuk memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk ibadah serta berdakwah dari rumah. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Masduki Baidlowi berpendapat, umat Islam harus bisa mengambil hikmah dari musibah pandemi Covid-19. 

Ini pertama kalinya umat Islam tidak bisa melaksanakan kegiatan Ramadhan secara normal. Umat Islam juga saat ini juga banyak yang bekerja dari rumah. Artinya, Muslim dituntut menggunakan komputer, internet, dan media komunikasi digital untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Hampir 50 persen penduduk Indonesia dari 267 juta penduduk jadi pengguna internet. Saya kira sudah di atas 160 juta masyarakat menggunakan internet, 90 persennya menggunakan smartphone (gawai)," kata Kiai Masduki kepada Republika, Selasa (28/4).

Banyak yang biasa dilakukan umat Islam di kehidupan nyata sudah bisa dilakukan di internet. Umat Islam kini bisa melakukan tadarus dan kajian tafsir secara berkelompok yang berada di tempat berbeda-beda dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Ini adalah waktu yang cukup luang untuk belajar masalah digitalisasi informasi dalam konteks kita berdakwah," ujarnya.

 

Umat Islam bisa membaca Alquran, kitab-kitab hadis, dan fikih mazhab melalui gawai. Dengan demikian, anak-anak milenial bisa belajar Islam yang ramah dan mudah dipahami dengan memanfaatkan teknologi yang ada di gawai.   

 

Kiai MASDUKI BAIDLOWI, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
 

Pemanfaatan gawai selama Ramadhan dilakukan Prita (45 tahun). Kesibukannya sebagai ibu rumah tangga membuatnya baru bisa mengakses telepon pintar ketika menjelang tidur. 

Dia biasanya menggunakan layanan internet untuk membuka video atau gambar yang dikirim teman-teman melalui media sosial (medsos). Pada bulan puasa ini, biasanya isi video berupa potongan ceramah atau kajian Ramadhan. 

"Ada juga gambar atau video yang lucu-lucu atau yang kirim streaming program-program Ramadhan televisi," kata dia.

Perusahaan operator telekomunikasi seluler berpelat merah, Telkomsel, mencatat kenaikan penggunaan data internet signifikan sejak masyarakat beraktivitas di rumah. Trafik untuk pembelajaran daring menjadi yang paling tinggi kenaikannya.

Menurut Corporate Communication Telkomsel Kurnia Purwanto, Telkomsel hingga kini mencatat lonjakan tertinggi trafik komunikasi, khususnya layanan broadband, mencapai 17,9 persen dibandingkan hari normal, yaitu sebelum masuk masa pandemi Covid-19 dan bulan non-Ramadhan. 

Ada lima faktor yang berkontribusi pada lonjakan trafik komunikasi berbasis broadband. Pertama, pertumbuhan pengguna platform layanan e-learning yang meningkat 5.799 persen. Kedua, pertumbuhan pengguna platform layanan aplikasi penunjang layanan bekerja mencapai 300 persen. Ketiga, lonjakan trafik komunikasi layanan pesan instan (melalui Whatsapp, LINE, dan Telegram) menyentuh 33 persen.

Keempat, lonjakan trafik komunikasi layanan gim daring 61 persen. Kelima, lonjakan trafik komunikasi layanan streaming video, seperti melalui Youtube dan MAXstream, mencapai 23 persen.

Menurut Kurnia, Telkomsel memastikan kualitas jaringan yang prima untuk menunjang pertumbuhan trafik tersebut dengan mengoptimalkan fungsi seluruh spektrum besar yang dimiliki. "Yakni frekuensi 900, 1.800, 2.100, dan 2.300 MHz, dengan dukungan teknologi terdepan seperti 4G LTE," ujarnya.

Selama Ramadhan 1441 Hijriyah, Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20 persen. Untuk trafik layanan legacy voice dan SMS diprediksi menurun jika dibandingkan hari normal.

"Ini didorong dengan makin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas dari rumah di momen pandemi Covid-19 saat ini," kata Kurnia.

Untuk menunjang aktivitas di rumah agar terus terhubung dan untuk menambah kenyamanan dalam bersilaturahim, Telkomsel mengeluarkan produk yang berisikan paket data, SMS, dan telepon untuk "Ngabuburit" dan "Sahur". Telkomsel juga memungkinkan pelanggan untuk melakukan e-Silaturahmi berupa layanan konferensi video saat Ramadhan.

 

Bazar Ramadhan

photo
Ilustrasi belanja daring. - (M Agung Rajasa/ANTARA FOTO)

Pandemi korona menghadirkan cerita berbeda pada Ramadhan tahun ini di seluruh dunia. Termasuk di Kuala Lumpur, Malaysia yang kini mengalihkan bazar Ramadhan ke online demi mencegah penyebaran wabah tersebut.

Siti Zabedah Abdul Wahab menceritakan biasa jualan martabak selama 15 tahun tiap Ramadhan. Namun ia tak bisa membuka lapak dagangannya semenjak korona mewabah. Ia lalu mengandalkan penjualan lewat jaringan internet.

Dia kini berjualan lewat Whatsapp dan Facebook. Bahkan pemesanan sudah dilakukan sejak 23 April saking tingginya minat pelanggan.

"Inilah pertama kalinya kami berjualan lewat daring, jadi kami ingin memulai pemesanan sebelum Ramadhan agar pelanggan bisa menemukan kami," kata Siti Zabedah dilansir dari Reuters pada Selasa, (28/4).

Ramadhan biasanya momen jualan dadakan bagi sebagian orang. Sebab banyak Muslim mencari makanan hingga tengah malam setelah berpuasa seharian.

Sayangnya, korona membuat bazar khas Ramadhan di Negeri Jiran ditiadakan. Malaysia sudah menerapkan lockdown sebagian hingga pertengahan Mei.

Peralihan penjualan ke sistem daring dianggap Presiden Pedagang makanan kaki lima Malaysia Rosli Sulaiman menimbulkan kesulitan. Ia menyebut peralihan ini lebih lancar di Indonesia.

"Di Indonesia, anda bisa pesan apa saja lewat aplikasi, tapi disini perlu banyak edukasi karena pedagang belum paham. Transaksi daring dan tanpa uang tunai merupakan hal baru buat mereka," ujar Rosli.

Rosli memperkirakan corona berdampak pada penjualan 100 ribu   pedagang kecil. Jika diestimasi, mereka kehilangan omset hingga 50 juta Ringgit atau setara dengan 11,5 juta dolar AS. Demi memperkecil kerugian, dibuatlah e-bazaar agar pedagang bisa tetap berjualan selama Ramadhan.

"Memang ini akan jadi momentum pembelajaran, kami tak ada pilihan lagi," ucap Rosli.

 

Kebutuhan data

 
photo
Dicky (25) mendengarkan kajian islam melalui siaran langsung youtube disalah satu indekos di kawasan Jatipadang, Jakarta, Jumat (3/4). Kegiatan tersebut dilakukan ditengah pandemi COVID-19 yang berdampak pada pembatasan aktifitas diluar rumah yang menyebabkan kegiatan pengajian dilakukan melalui jaringan internet - (Thoudy Badai/Republika)

Internet memang semakin menjadi primadona di kala pandemi Covid-19, entah itu untuk mengerjakan tugas, konferensi melalui Zoom atau mencari hiburan dalam bentuk Tiger King di Netflix.

Grup analitik media, ComScore memperkirakan bahwa lalu lintas daring diukur dengan tampilan halaman yang unik. Dikutip Financial Times, diam di rumah saja telah memaksa gaya hidup untuk berubah, demikian juga perilaku daring.  ComScore memberikan beberapa gambaran gaya hidup baru ini.

Media sosial menjadi semakin naik daun. Facebook mengklaim bahwa total pengiriman pesan di negara-negara yang paling terpukul oleh virus meningkat lebih dari 50 persen pada bulan Maret. Italia, khususnya, melaporkan peningkatan aktivitas, termasuk peningkatan 1.000 persen obrolan video grup. Sementara itu, Twitter melihat peningkatan 8 persen dalam jumlah pengguna rata-rata harian yang dapat menghasilkan pendapatan dalam beberapa pekan terakhir.

Grafik menunjukkan bahwa lalu lintas ke Zoom dan situs media sosial semakin booming. Zoom grup konferensi video menjadi salah satu aplikasi paling populer. Pengguna harian melonjak dari sekitar 10 juta pada bulan Desember menjadi 300 juta. Ini membantu mengangkat harga saham Zoom hampir 150 persen sejak Januari.

Industri lain yang jelas diuntungkan dalam ekonomi saat ini adalah situs streaming video. Pada awal April, Disney + mengatakan telah mencapai 50 juta pelanggan berbayar secara global, hanya lima bulan setelah debutnya di AS, dan beberapa pekan setelah peluncurannya di Eropa. Sementara itu, Netflix melaporkan lonjakan pelanggan 16 juta pengguna baru pada kuartal terakhir. Seri dokumen populer Tiger King disiarkan ke sekitar 64 juta rumah dalam empat pekan pertama sejak dirilis pada 20 Maret.

Saat ini yang jelas adalah bahwa orang-orang mengisi waktu yang tersisa menggunakan aplikasi dan komunikasi video dan internet.

Internet menjadi bagian yang lebih besar dari dunia kita, seperti yang dikatakan oleh CEO Netflix Reed Hastings. “Yang kami yakini adalah internet semakin berkembang. Untungnya, ini adalah bagian terbesar dari kehidupan orang-orang, dan orang-orang menginginkan hiburan," ujarnya.

Tetapi ada bisnis yang harus jatuh, seperti web olahraga, pemesanan tiket, wisaya. Situs yang berhubungan dengan kegiatan di luar rumah, seperti penjualan tiket dan perjalanan mengalami penurunan tajam.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mutiara Ramadhan

Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke surga melalui pintu tersebut... HR ALBUKHARI No.1896

HIKMAH RAMADHAN

Image

Memahami Makna Ramadhan

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
Oleh

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.