Foto kolase suasana Shalat Tarawih pertama pada Ramadhan 1440 H (kiri) dan suasana masjid Istiqlal yang tidak menyelenggarakan tarawih pertama Ramadhan 1441 H (kanan), Jakarta, Kamis (23/4). Masjid Istiqal meniadakan kegiatan shalat tarawih berjamaah dan | Prayogi/Republika

Cahaya Ramadhan

Masjid Berinovasi Hadirkan Konten Dakwah Daring

Dakwah daring bertujuan agar jamaah masjid tetap memiliki referensi beribadah di rumah. 

JAKARTA -- Pandemi Covid-19 membuat aktivitas Ramadhan di masjid menjadi berbeda. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan pihak masjid untuk menghadirkan program bermanfaat bagi umat Islam selama menjalankan bulan suci ini. 

Pihak pengurus masjid banyak yang berinovasi. Mereka mengalihkan kegiatan offline menjadi online. Pengurus Masjid Istiqlal mengatakan, selama Ramadhan, aktivitas keagamaan secara offline atau luring ditiadakan. Kegiatan Ramadhan Masjid Istiqlal kini dihadirkan secara daring.

Kabag Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan, suasana Masjid Istiqlal selama awal Ramadhan 2020 kosong dari jamaah. Menurut dia, meski secara fisik para jamaah tak hadir di masjid tersebut, antusiasme jamaah Istiqlal tampak tinggi di media sosial (medsos).

"Kami sudah tidak ada lagi kegiatan (Ramadhan) secara offline. Semuanya dialihkan online," kata Abu Hurairah saat dihubungi Republika, Ahad (26/4).

Adapun kegiatan yang dialihkan secara daring, antara lain, siraman ruhani, tadarus Alquran, hingga penghimpunan zakat. Meski demikian, kegiatan penghimpunan zakat masih dapat dilakukan secara luring jika bentuk zakat berupa beras.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, dia mengapresiasi antusiasme jamaah Masjid Istiqlal yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Menurut Abu Hurairah, meski tak semarak seperti suasana Ramadhan lalu, aktivitas Masjid Istiqlal pada Ramadhan kali ini diharapkan mampu mengobati kerinduan para jamaah.

Jamaah Masjid Istiqlal berasal dari seluruh Indonesia. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak dari mereka datang beriktikaf atau ibadah lainnya di Masjid Istiqlal. "Jadi, aktivitas (di Ramadhan) ini memang baru, tapi mengobati rasa rindu mereka terhadap Istiqlal," ujarnya.

 
Masjid Istiqlal menyiarkan aktivitas keagamaan Ramadhan melalui berbagai media, di antaranya melalui siaran televisi (TVRI), radio (RRI), dan pemanfaatan medsos seperti Youtube.
ABU HURAIRAH, Kabag Humas Masjid Istiqlal
 

Dia menyebut, khusus untuk Youtube terjadi peningkatan jumlah orang yang berlangganan di saluran Masjid Istiqlal. Artinya, kata dia, antusiasme umat Islam terhadap kajian serta dakwah agama tak pudar meski pandemi Covid-19 melanda. 

Sejumlah tokoh yang berceramah melalui medsos, televisi, dan radio yang bekerja sama dengan Istiqlal, di antaranya Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Anies Naswedan, dan Menteri Agama Fachrul Razi. Ada juga alim ulama yang telah menjadi penceramah tetap di Masjid Istiqlal, yakni Aa Gym, kiai NU seperti KH Zaky Mubarok, para ulama dari kalangan Muhammadiyah, dan lain sebagainya.

Hal serupa dilakukan Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK). Pengurus MASK Ustaz Sutrisno Muslimin mengatakan, semua kegiatan yang dilaksanakan di MASK memperhatikan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

MASK tidak menyelenggarakan kegiatan ibadah Ramadhan untuk masyarakat di masjid. "Namun, masyarakat tetap dapat mengikuti berbagai syiar Ramadhan di MASK dari rumah masing-masing," ujarnya dalam siaran langsung, Sabtu (25/4).

Seluruh kegiatan yang menimbulkan kerumunan ditiadakan, seperti shalat Tarawih berjamaah, iktikaf, dan pembagian ziswaf secara langsung. Demikian juga dengan shalat lima waktu berjamaah dan kajian Ramadhan di tempat ditiadakan.

Sama seperti Masjidil Haram, MASK tetap menyelenggarakan shalat Tarawih dan tadarus, tetapi hanya dihadiri oleh lima imam rawatib dan pengurus DKM masjid. Pelaksanaannya tetap mengiikuti protokol Covid-19 yang telah dibuat oleh pemerintah.

Baik Tarawih, tadarus, maupun ceramah akan disiarkan secara langsung. Seluruh kegiatan di MASK dapat didengarkan secara langsung melalui Radio MSK AM 1530 Khz dan dapat disaksikan melalui akun Instagram Masjid Agung Sunda Kelapa, Youtube, Facebook Dengar & Amalkan, serta aplikasi Zoom untuk seperti ceramah Tarawih dari kediaman masing-masing.

Ceramah Tarawih selama Ramadhan akan diisi oleh imam-imam rawatib MASK. Beberapa imam yang telah mengisi ceramah Tarawih, di antaranya Ketua DKM MASK Muhammad Aksa Mahmud, KH Didin Hafiduddin, dan Ustaz Muklis Hanafi. 

Menurut Ustaz Sutrisno, kegiatan daring ini bertujuan agar jamaah masjid tetap memiliki referensi dan tuntunan selama beribadah di rumah. Bagi mereka yang awam dengan siarang langsung melalui media sosial, jamaah dapat mendengarnya melalui siaran radio. Selain itu, syiar Ramadhan dengan siaran daring ini tak hanya menjangkau sekitar masjid saja, tetapi juga lebih luas di Jabodetabek, nasional, dan global.

Langkah berbeda ditempuh Masjid Lautze. Berbeda dengan Masjid Istiqlal dan MASK, Masjid Lautze sama sekali tidak mengalihkan aktivitas Ramadhan, seperti kajian, tadarus, ataupun ceramah ke platform daring. 

 

Fokus bantu umat

photo
Suasana masjid Istiqlal yang tidak menyelenggarakan tarawih pertama, Jakarta, Kamis (23/4). Masjid Istiqal meniadakan kegiatan shalat tarawih berjamaah dan sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak orang pada Ramadhan 1441 H. - (Prayogi/Republika)

Masjid tersebut fokus terhadap ekonomi umat yang terpuruk akibat Covid-19 pada Ramadhan 14441 Hijriyah. "Kalau ceramah atau kajian, kami enggak ke online karena sudah banyak. Kami fokus bantu ekonomi umat," ujar Ketua Umum Yayasan Haji Karim Oei Masjid Lautze kepada Republika, Ahad (26/4).

Dia mengatakan, efek ekonomi akibat pandemi Covid-19 memaksa umat serta kalangan pekerja harian terkena imbas. Tak sedikit dari mereka yang penghasilan hariannya tergerus.

Untuk itu, dia bersama para pengurus Masjid Lautze menggalang bantuan dengan mengumpulkan ziswaf. Dia mencontohkan, di Masjid Lautze Bandung, bantuan ekonomi berupa paket sembako serta makanan siap saji diberikan kepada umat dengan diantar melalui ojek online (ojol).

"Jadi, ojol-nya juga dapat pemasukan. Ini alhamdulillah, dua-duanya bisa terbantu (baik itu mustahik maupun ojol dengan pemasukannya),” kata dia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mutiara Ramadhan

Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke surga melalui pintu tersebut... HR ALBUKHARI No.1896

HIKMAH RAMADHAN

Image

Memahami Makna Ramadhan

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
Oleh

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.