Hikmah | Republika

Hikmah

27 Apr 2020, 02:00 WIB

Pekerja Suprarasional

Pekerja suprarasional akan melakukan berbagai kegiatan yang tujuannya memberikan kemanfaatan bagi orang banyak.

Oleh RADEN RIDWAN HASAN SAPUTRA

Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada kondisi ekonomi masyarakat. Covid-19 telah menyebabkan banyak perusahaan bangkrut sehingga banyak pekerja yang di-PHK. Apalagi diprediksi akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, bahkan pertumbuhan ekonomi akan negatif. Tentunya hal ini akan menimbulkan gelombang pengangguran baru yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi masalah besar dalam bidang sosial dan keamanan.

Di zaman ini manusia berpikir kalau bekerja itu harus kepada orang atau kepada lembaga atau perusahaan. Mereka menggantungkan hidupnya kepada orang, lembaga, atau perusahaan tempatnya bekerja. Banyak manusia lupa firman Allah dalam surah al-Ikhlas ayat 2: "Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."

Seharusnya manusia bergantung kepada Allah dan menjadikan Allah majikan atau manusia seharusnya bekerja kepada Allah. Allah itu Mahakaya dan Mahakuasa serta Maha Menghitung. Sehingga, kalau bekerja kepada Allah, tidak akan pernah di-PHK karena Allah tidak akan pernah bangkrut. Kalau bekerja kepada Allah, tidak perlu memikirkan gaji atau bayaran karena pasti Allah sudah memberikan jatah rezeki sesuai dengan apa yang manusia korbankan.

Orang yang bekerja kepada Allah disebut sebagai pekerja suprarasional. Pekerja suprarasional akan melakukan berbagai kegiatan yang tujuannya memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, baik dibayar maupun tidak dibayar, baik bekerja secara mandiri maupun bekerja secara berjamaah dalam sebuah lembaga atau perusahaan.

 
Ciri pekerja suprarasional adalah hati dan akalnya akan selalu terhubung dengan Allah.
 
 

Ciri pekerja suprarasional adalah hati dan akalnya akan selalu terhubung dengan Allah. Dia akan mendahulukan Allah dalam berbagai urusan. Jika mendengar azan maka akan langsung melaksanakan shalat. Ketika mendapatkan rezeki maka akan langsung melaksanakan zakat, infak, dan sedekah. Jika ada ajakan melakukan korupsi, berbohong, dan kejahatan lainnya, pasti menolak.

Ciri pekerja suprarasional sesuai dengan surah al-Baqarah ayat 2: "(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."

Untuk meyakini hal yang gaib perlu latihan, apalagi bagi para pekerja yang hidupnya terbiasa mengejar kesenangan duniawi. Bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk melatih manusia meyakini hal yang gaib dengan melakukan berbagai aktivitas ibadah, seperti puasa, shalat Tarawih, mengaji, berzikir, iktikaf, dan aktivitas ibadah lainnya. Sehingga, setelah bulan Ramadhan ini, diharapkan penganguran berkurang karena banyak manusia yang menjadi pekerja suprarasional.


×