Warga mengantre untuk mendapatkan zakat. Ibadah sosial ini akan meramaikan Ramadhan | ANTARA FOTO
23 Apr 2020, 00:33 WIB

Ibadah Sosial Jadi Tren Ramadhan

Pada bulan suci Ramadhan, umat Islam akan banyak meluangkan waktu untuk ibadah sosial

 

 

 

Ramadhan adalah bulan suci yang dirindukan umat Islam di seluruh dunia. Muslim di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk menyambut bulan istimewa yang telah lama dinanti-nanti. 

Terkait

Ustaz Bobby Herwibowo mengingatkan umat Islam tentang adab menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut dia, dalam menyambut Ramadhan, kita harus bergembira, bersyukur, bersabar, ikhlas, dan ridha.

 "Kita harus bersyukur kepada Allah SWT karena masih memberi kita kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang mulia. Jadi, kita sambut Ramadhan dengan hati yang gembira dan bersyukur kepada Allah SWT," kata Ustaz Bobby kepada Republika, belum lama ini.

Ulama lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir ini mengutip surah al-Munafiqun ayat 11. Artinya, Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kematiannya, Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. 

 Ia menjelaskan, andai orang yang telah mati boleh minta kepada Allah untuk sekejap saja kembali ke dunia guna menikmati ibadah di bulan Ramadhan, pasti mereka memintanya. Tapi, Allah tidak akan memberikan kesempatan itu.

"Jadi, adab di bulan Ramadhan adalah bersyukur karena Allah SWT menghadirkan kita di bulan Ramadhan yang mulia," ujarnya.

Meski Ramadhan kali ini ada wabah virus korona (Covid-19), menurut dia, umat Islam harus tetap bersyukur. Sebab, bersyukur dan bersabar selalu berdampingan. Umat Islam tidak boleh menyesal dalam kondisi seperti ini karena orang-orang tangguh dan hebat akan muncul dalam kondisi sulit seperti ini.

Pendiri Yayasan Askar Kauny ini mengingatkan umat Islam agar ikhlas dan ridha menerima ketetapan Allah SWT. Dalam hadis qudsi dikatakan, siapa yang tidak bersyukur atas nikmat dari Allah dan tidak bersabar atas ujian dari Allah serta tidak ridha atas ketetapan Allah maka keluarlah dari kolong langit Aku, cari tuhan selain Aku.

"Jadi kalau kita tidak ridha atas semua ketetapan Allah maka Allah tidak akan ridha dengan kita," kata penemu metode menghafal Alquran semudah tersenyum ini.  

Di bulan Ramadhan yang insya Allah akan hadir esok hari, Ustaz Bobby mengingatkan umat Islam agar tidak melupakan ibadah sosial seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Berbuka dan sahur secukupnya, tidak berlebihan. 

"Yang kita lakukan saat berpuasa adalah berempati atas lapar dan hausnya orang-orang di sekeliling kita yang kekurangan. Maka, dengan empati ini sesungguhnya kita menjadi orang yang paripurna," kata dia. 

Di sekitar kita, menurut Ustaz Bobby, banyak orang yang yang butuh pertolongan. Banyak sekali masyarakat Indonesia menjadi berstatus miskin akibat wabah Covid-19. Dalam kondisi ini seharusnya umat meningkatkan sedekah. 

“Jika ingin sempurna imannya, tidak hanya melakukan ibadah mahdhah seperti shalat, Tarawih, shalat malam, dan zikir, tapi juga ibadah sosial,’’ katanya.

Sementara, pengurus Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustaz Imron Baehaqi mengatakan, Ramadhan adalah bulan yang agung dan memiliki keutamaan yang besar. Karena itu, sudah sepantasnya umat Islam termotivasi untuk mendapatkan kemuliaan dan keistimewaan Ramadhan tersebut. Jangan karena adanya musibah seperti wabah Covid-19 lantas umat Islam menjadi lemah dan patah semangat. Apalagi, menjadi malas dan enggan beribadah. 

"Justru di saat musibah seperti ini, kekuatan iman dan spiritualitas kita diuji,” ujar dia. 

Dosen al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta ini menerangkan, ibadah puasa merupakan bagian dari rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh umat Islam. Kecuali jika ada uzur syar’i yang membolehkan seseorang tidak berpuasa, seperti sakit dan dalam keadaan safar atau dalam situasi darurat.

Namun, berlaku ketentuan mengqadha, yaitu mengganti puasa di hari-hari lain. Jika puasa dirasa masih berat, caranya dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir miskin. Meski demikian, jika tetap mengerjakan puasa dengan iman dan kerelaan hati, hal itu lebih baik dan utama.

"Tentu kita harus yakin bahwa beribadah di saat musibah atau petaka pahalanya lebih besar lagi," ujar Ustaz Imron.

Ia menjelaskan, dalam sebuah riwayat, baginda Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa ibadah pada saat terjadi al-harj atau ujian besar (fitnah) maka keutamaannya seperti orang yang hijrah kepada diri Nabi Muhammad SAW. 

“Tidaklah ragu bahwa keistimewaan hijrah kepada Rasulullah SAW disandingkan dengan jihad di jalan Allah, yakni pahalanya merupakan derajat yang paling besar di sisi Allah SWT.” 


×