Seorang warga Turki bersiap menyambut Ramadhan | EPA
23 Apr 2020, 00:26 WIB

Ramadhan di Turki Bersama Keskek dan Pidezi

Muslim Turki meramaikan Ramadhan bersama keluarga. Bulan besar ini adalah momentum yang berharga.

 

Oleh Meiliza Laveda

 

Setiap negara memiliki tradisi khusus saat Ramadhan datang, tak terkecuali Turki. Salah satu kebiasaan di Turki ketika bulan suci, yaitu menikmati waktu berbuka puasa dengan menu keşkek.

Terkait

 

Keşkek merupakan penganan yang terbuat dari daging sapi atau ayam yang dimasak dengan gandum. Keşkek adalah sarapan tradisional yang biasa disantap oleh warga Turki. Pada 2011, UNESCO menetapkan keşkek sebagai Intangible Cultural Heritage Turki. Selain di Turki, keşkek biasa dijumpai di Iran dan Yunani.

 

Selain keşkek, orang-orang di Turki juga biasa menyantap pidezi saat Ramadhan. Pidezi sering disebut sebagai pizanya orang Turki.

 

Seorang mahasiswa di Sakarya University, Turki, Cut Meurah Habibur Rahman (22 tahun), menceritakan, pada tahun-tahun lalu, masyarakat di Turki banyak yang berbuka buasa di sekitar Masjid Sultan Ahmed I (Blue Mosque). Di sana, masyarakat bisa berbuka puasa ditemani dengan pemandangan Hagia Sophia. Sementara, untuk jamaah shalat Tarawih terbanyak ada di Masjid Çamlica. Masjid ini baru diresmikan akhir 2018 dan menjadi masjid terbesar di Turki dan Eropa. 

 

Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang membuat kondisi berbeda dari Ramadhan sebelumnya. Di asrama Cut Meurah, sudah disiapkan berbagai keperluan menjelang puasa di tengah serangan virus korona. Di luar asrama, sudah berdiri tenda besar untuk keperluan sahur dan berbuka. "Per mejanya hanya boleh dua kursi. Social distancing juga dilakukan, kayak pas ngantre," ujarnya. 

 

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Usamah Abdurrahman (25 tahun) menyebut, saat Ramadhan banyak pihak menyediakan menu buka puasa gratis. Baik itu lembaga pemerintah maupun swasta. Hanya, pandemi Covid-19 sekarang diprediksi mengakibatkan kondisi berbeda dari biasanya.

 

"Paket buka puasa yang biasanya tersedia di beberapa titik kemungkinan besar tidak akan ada," ujar Usamah.

 

Dia menyampaikan, Directorate of Religious Affairs (Diyanet) sebagai otoritas keagamaan di Turki telah mengimbau masyarakat untuk melaksanakan shalat Jumat dan Tarawih di rumah masing-masing. Sekitar sepekan lalu, Kementerian Agama Turki mengeluarkan keputusan shalat Tarawih dan semua kegiatan puasa dilakukan di rumah saja. Hal ini mengingat wabah Covid-19 di Turki sudah mencapai angka 90 ribu orang positif, dari data situs Worldometers yang diperbarui pada Selasa (21/4). 

 

PPI Turki terus mengamati perkembangan kasus Covid-19 di Turki dan Indonesia. PPI Turki lantas menginformasikannya kepada mahasiswa dan pelajar melalui media sosial. 

 

Informasi terkait ibadah pada Ramadhan saat pandemi, PPI Turki mengakses informasi dari Diyanet dan menyebarkannya. Menjelang Ramadhan, Usamah juga menjelaskan akan memperbanyak acara ibadah virtual, seperti mengaji bersama. "Kami mengadakan acara PPI mengaji, berharap banyak yang bisa khatam di Ramadhan kali ini," kata dia.

 

Selain mengaji bersama, akan ada pembacaan hadis menjelang waktu berbuka puasa. Tak hanya itu, PPI Turki juga akan menginformasikan jadwal imsak, waktu ibadah, dan waktu buka puasa secara daring.

 

Menurut Usamah, PPI Turki juga memastikan seluruh kondisi pelajar dan mahasiswa terpantau oleh PPI wilayah. PPI wilayah ini mencakup 13 daerah di seluruh Turki.

 

PPI Turki bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul mengumpulkan data dan memetakan WNI yang tersebar di Turki. "PPI Turki membantu KBRI Ankara dan KJRI Istanbul dalam menghimpun data serta memetakan pelajar atau mahasiswa di Turki yang benar-benar membutuhkan bantuan," ujarnya.

 

Dari data tersebut, jika ada pelajar atau mahasiswa yang membutuhkan bantuan dalam situasi genting dan sudah melaporkan, akan diberi oleh KBRI dan KJRI. Namun, beberapa mahasiswa di beberapa kota di Turki juga dibantu oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat dan beberapa universitas juga sudah memberi bantuan.

 

Selain memberi informasi seputar Covid-19 dan Ramadhan, Usamah mengatakan, untuk mengisi hari-hari karantina, media sosial PPI Turki juga mengadakan serangkaian acara virtual seperti talkshow. Salah satunya, acara virtual "Women Inspiration Talk" dan acara diskusi virtual bersama Najwa Shihab pada Selasa (21/4).


×