Beribadah di rumah selama Ramadhan (Ilustrasi) | Dokrep
23 Apr 2020, 00:13 WIB

Ramadhan Kali ini Berbeda

Umat Islam diimbau memaksimalkan ibadah Ramadhan di rumah

 

 

JAKARTA -- Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) mengajak umat Islam menjalani ibadah Ramadhan di rumah. Ajakan tersebut dilakukan melalui panduan beribadah dari rumah di tengah pandemi Covid-19. 

 

Terkait

Ketua MCCC Agus Samsudin mengatakan, secara garis beras tuntunan mengulas dua hal. "Pertama, ibadah sehari-hari, seperti puasa, shalat. Kedua, takmir masjid agar menyarankan bersama-sama menggunakan masjid sebagai lembaga yang ikut mengatasi Covid-19," ujarnya saat konferensi pers via daring, Rabu (22/4).

 

Wakil ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah Arif Jamalih mengatakan, terdapat empat poin dalam panduan Ramadhan di tengah Covid-19, di antaranya, untuk pribadi, keluarga, takmir masjid, dan persyarikatan. "Untuk keluarga, bisa dengan memperkuat fungsi keluarga, tidak perlu Tarawih di masjid, di rumah saja bersama keluarga," kata Arif.

 

Untuk panduan pribadi, umat Islam diharapkan mampu bersikap sabar dan tawakal. Utamanya, saat menghadapi pandemi Covid-19. Muslim juga diminta mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadan 1441 dengan bertakarub (mendekatkan diri), zikir kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, doa, dan belajar mengenai tata cara puasa yang bersumber kepada Alquran dan as-Sunnah al-Maqbulah. Jangan lupa, luruskan niat untuk melaksanakan puasa dengan kesungguhan keimanan dan mengharap ridha Allah SWT.

 

Selain itu, individu dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menggunakan media sosial sebijak mungkin. Jangan mudah terjebak berita bohong.

 

Untuk panduan keluarga, dapat dilakukan dengan menguatkan kembali fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan dan kaderisasi dengan menumbuhkan suasana harmonis, komunikasi efektif, dan keterbukaan dengan berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam. Seluruh anggota keluarga dapat menyusun agenda kegiatan Ramadan di rumah, mulai dari sahur, shalat berjamaah, tadarus Alquran, belajar, shalat sunah, shalat Tarawih, infak harian, buka puasa (iftar), dan kegiatan lainnya.

 

Sementara itu, untuk panduan takmir masjid, para pengurus DKM atau mushala tetap bertanggung jawab untuk menghidupkan masjid sebagai pusat syiar Islam, tempat pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan jamaah. Baik itu dalam aspek keagamaan, sosial, maupun ekonomi. 

 

Pengurus masjid atau mushala diharapkan terus mengimbau jamaah untuk shalat berjamaah di rumah, baik shalat fardhu maupun shalat Tarawih. Panitia Ramadhan di setiap masjid atau mushala tetap menyelenggarakan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah. Pengumpulan bisa dilakukan secara langsung di masjid atau mushala, atau panitia yang mengambil atau memberi langsung ke rumah jamaah dengan memegang teguh pada protokol kesehatan Covid-19. 

 

Terakhir, untuk panduan persyarikatan, seluruh pimpinan persyarikatan di setiap jenjang harus menjalankan kegiatan organisasi sebagai bagian dakwah Islam amar makruf nahi munkar. Proses kegiatan bisa menggunakan media daring dan bila dilakukan pertemuan langsung tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19. 

 

Pimpinan persyarikatan menyiapkan panduan atau konten keislaman yang dapat dijadikan rujukan oleh warga Muhammadiyah dalam menjalani ibadah Ramadan. Panduan dan konten tersebut tetap mengacu kepada putusan PP Muhammadiyah dan atau Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Panduan atau konten tersebut disampaikan kepada warga Muhammadiyah melalui media sosial atau media daring.

 

Pemakluman

photo
Gubernur DKI Anies Baswedan - (dok Republika)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pemakluman bagi umat Islam yang dalam dua hari kesepan akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, dalam suasana pandemi Covid-19 serta masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase kedua.

 

 
Hari Jumat lusa, hari pertama perpanjangan PSBB di Jakarta juga hari pertama bulan puasa bagi umat islam yang akan melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Bulan puasa kali ini akan berbeda.
Anies Baswedan
 

 

 

Bagi begitu banyak umat Islam, sebut Anies, termasuk ia pribadi dan Wagub, bulan puasa adalah bulan di mana umat Islam perbanyak berada di masjid. Semua muslim berkegiatan dari mulai subuh sampai tarawih di masjif, karena masjid adalah sentralnya. Dan puasa kali ini akan menjadi berbeda karena semua muslim, khususnya di Jakarta akan melakukan kegiatan itu di rumah.

 

 

"Ifthar, tak lagi ada kita berbuka puasa bersama (bukber) kali ini. Tapi berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Tarawih dilakukan bersama keluarga di rumah, bukan lagi di masjid. Salat-salat fardhu juga kita kerjakan di rumah," imbuhnya.

 

 

Anies mengumpamakan Ramadan kali ini seperti Ramadan awal-awal pada saat Nabi besar Muhammad SAW. Pada saat itu, semua tidak dikerjakan di masjid. Sempat tarawih di masjid, tapi kemudian tarawih di rumah. Buka puasa juga di rumah. Kegiatan peribadatan di rumah. Semua tidak dilakukan di masjid

 

 

"Kali ini, kita mendapatkan kesempatan untuk memasuki bulan suci Ramadan di dalam suasana yang mirip dengan suasana itu. Ini kesempatan bagi kita. Karena itu saya menganjurkan dalam kesempatan ini. Hari Jumat besok, masuk 1 Ramadan, kita memasuki masa ini dengan semangat untuk meningkatkan ketakwaan, menahan hawa nafsu, tapi sambil juga kita memerangi pandemi COVID-19," jelas dia.

 

 

Ini adalah sebuah bulan yang suci, sekaligus juga sebuah periode yang amat berbeda dengan yang lain-lain. Karena itu Anies ingin menyampaikan kepada semua warga Jakarta, mari jalankan ibadah di bulan suci Ramadan itu dengan juga menjaga, mencegah penularan Covid-19. Di rumah, di keluarga, tingkatkan peribadatan di rumah.

 

 

Anies berpesan saat ini adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan mengendalikan hawa nafsu, kemampuan kita untuk meningkatkan peribadatan. Biasanya warga membutuhkan masyarakat, mendorong kita subuhan, mendorong kita untuk tarawih, karena ada lingkungan yang sama-sama mengerjakan. Kali ini semua dikerjakan di rumah

 

 

Mudah-mudahan ini menjadi sebuah bulan suci Ramadan yang betul-betul meningkatkan kegiatan peribadatan di tingkat keluarga dengan baik. Karena semua dikerjakan bersama-sama anggotabkeluarga. Tak lagi di masjid dengan imam masjid, tapi di rumah bersama orang tua.

 

 

"Berimam bersama ayah, Tadarus bersama ayahnya, bersama ibunya. Suasana yang amat berbeda. Maknai PSBB ini, sebagai kesempatan untuk mengeratkan di dalam keluarga. Mengeratkan di dalam meningkatkan ketakwaan di dalam keluarga," ujar Anies.

 


×