Ilustrasi shalat witir pada Ramadhan | Tahta Aidilla/ Republika
22 Apr 2020, 03:52 WIB

Shalat Witir pada Ramadhan, Sebelum atau Setelah Tidur?

Sepanjang malam Ramadhan, umat Islam biasanya melaksanakan shalat witir

  

Shalat witir didirikan dengan jumlah rakaat ganjil dan dilaksanakan sebagai penutup shalat. Shalat witir biasanya dikerjakan seusai shalat tahajud atau shalat Tarawih.  

Dalam Hadis riwayat Muslim disebutkan: "Barang siapa mengerjakan shalat pada malam hari maka hendaklah dia menjadikan shalat terakhirnya sebagai witir (sebelum Subuh) karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan hal tersebut,’’ tulis Said bin 'Ali bin Wahf al-Qahtjani dalam Ensiklopedia Shalat menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah (2006, hlm 450).  

Sebagaimana diketahui, sebelum Subuh itu adalah rentang waktu yang cukup panjang. Rentang itu biasanya juga digunakan untuk istirahat, yakni tidur. Lantas, kapan sebaiknya shalat witir dilaksanakan, sebelum atau sesudah tidur?  

Terkait

Keutamaan di antara keduanya itu disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibn Khuzaimah sebagaimana dikutip Sallamah Muhammad Abu al-Kamal dalam Mukjizat Shalat Malam--Meraih Spiritualitas Rasulullah (2002, hlm 76).  

Hadis itu berbunyi, A'isyah RA berkata, "Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar, 'Kapan kamu shalat witir?' Abu Bakar menjawab, 'Sebelum tidur’.’’  

Beliau bertanya kepada Umar, "Kapan kamu shalat witir?' Umar menjawab, 'Saya tidur dulu lalu shalat witir’."  

Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, "Kamu telah mengambil sesuatu yang teguh." Sementara itu, kepada Umar, beliau berkata, "Kamu telah mengambil kekuatan."  

Hadis di atas menunjukkan, pelaksanaan setelah tidur atau sebelum tidur memiliki keistimewaan masing-masing. Namun, jika merujuk ke hadis lain, bakal ditemukan shalat witir sebelum tidur lebih diutamakan.  

photo
Seorang ibu bersama dua anaknya melakukan shalat berjamaah di rumahnya di Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (30/3/2020). Pemerintah menghimbau masyarakat untuk berada di dalam rumah dan menghindari aktivitas di tempat publik sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 - (Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO)

Salah satunya hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Ibn Khuzaimah sebagaimana dikutip Sallamah (hlm 77). Hadis itu berbunyi, "Abu Dzar berkata, 'Kekasihku (Rasulullah SAW) pernah berpesan kepadaku tentang tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan untuk selamanya, insya Allah, yaitu shalat fajar, shalat witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari pada setiap bulan’.’’  

Sedangkan Imam an-Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim menjelaskan, perbedaan keduanya hanyalah soal kesanggupan seorang Muslim melaksanakannya. Lebih tepatnya, apakah ia bisa memastikan diri untuk bangun dari tidur guna melaksanakan shalat witir atau tidak.  

"Hal ini merupakan dalil mengakhirkan shalat witir hingga akhir malam lebih utama bagi orang yang yakin bisa bangun pada akhir malam (menjelang Subuh). Sementara, bagi orang yang tidak yakin bisa bangun pada akhir malam, mengerjakan witir lebih awal adalah lebih utama. Inilah pendapat yang tepat. Hadis-hadis sahih yang lain juga menunjukkan perincian seperti ini," kata an-Nawawi, dikutip Sallamah (hlm.77).  

 

 

Lantas, apa keutamaan shalat witir? Terkait hal ini, Nabi SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi telah membekali kalian dengan satu shalat yang lebih baik bagi kalian dari binatang yang paling bagus, yaitu shalat witir."

 

 
 

Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW mengungkapkan, "Wahai orang-orang yang berpedoman pada Alquran, kerjakanlah shalat witir karena sesungguhnya Allah SWT witir (ganjil) dan menyukai witir."


×