Masyarakat membeli peci untuk menyambut Ramadhan. | ANTARA FOTO
22 Apr 2020, 01:28 WIB

Marhaban Ya Ramadhan

Maksimalkan ibadah Ramadhan bersama keluarga.

 

Selamat datang wahai Ramadhan, bulan suci yang amat dirindukan umat Islam di seluruh dunia. Inilah bulan yang sangat istimewa sehingga Nabi Muhammad SAW pun menyambut kehadirannya dengan untaian doa di bulan Rajab.

Karena sangat istimewa, sudah selayaknya umat Islam menyambut Ramadhan dengan gembira.

"Mari, jangan sampai gara-gara Covid-19 (virus korona) kita lupa dengan Ramadhan. Bahkan, Nabi di bulan Rajab sudah menyambut Ramadhan dengan doa Allahumma barik lana fi rajaba wa sya'bana wa balighna Ramadhana," ujar Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis.

Terkait

Namun, di tengah masih mewabahnya Covid-19 di Tanah Air, bisa dipahami bila suasana menjelang Ramadhan kali ini tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, menurut Cholil, umat Islam harus tetap meriah di dalam hatinya karena bisa dekat dan bercengkerama dengan Allah di bulan suci.

Ia juga mengingatkan umat agar bersabar dengan berbagai ujian, termasuk ujian adanya pandemi Covid-19. Manusia, menurut dia, tak mungkin hidup tanpa cobaan.

photo
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berpose untuk Republika pada gelaran Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (1/1). - (Thoudy Badai_Republika)

 

 

Cobaan dan godaan pasti akan selalu menghantui manusia sesuai dengan tingkat keimanannya.

 

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis
 

Umat Islam, kata Kiai Cholil, tetap mengikuti Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan ibadah Ramadhan, termasuk memperbanyak sedekah. Mari buat gerakkan memuliakan tetangga saat Ramadhan, artinya jangan sampai ada tetangga yang kelaparan, kekurangan, dan sakit terabaikan.

Sebab, tidak mungkin bisa dikatakan mukmin sejati tanpa peduli kepada sesama, khususnya kepada orang terdekat seperti tetangga rumah, tetangga profesi, dan tetangga pertemanan. Rasulullah juga saat Ramadhan menjadi lebih dermawan.

"Kita juga harus kembali kepada Alquran, tadarus dan membaca Alquran, buat target khatam Alquran, mungkin kita tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan di luar rumah dan acara seremonial di luar sehingga bisa lebih konsentrasi untuk banyak baca Alquran di rumah," ujar dia.

Kiai Cholil juga mengajak umat menyambut fadilah-fadilah dilipatgandakannya pahala saat Ramadhan, termasuk menyambut Lailatul Qadar.

"Jadi, meski berada dalam keterbatasan, Allah akan mencatat semua kebaikan kita sebagaimana kebaikan yang kita rutin lakukan pada Ramadhan sebelumnya tanpa berkurang sedikit pun," katanya.

 

Bersama keluarga

photo
Warga membawa anak-anaknya saat berziarah ke makam keluarga di sebuah tempat pemakaman umum di Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/4/2020). Wakil Menteri Agama (Wamenag) Kementerian Agama Zainud Tauhid Sa’adi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan ziarah kubur jelang puasa Ramadhan 1441 H dan menggantinya dengan berdoa dari rumah mengingat situasi dan kondisi di tengah pandemi COVID-19 - (Suwandy/ANTARA FOTO)

            

Dalam pandangan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Prof KH Ahmad Satori Ismail, di tengah pandemi Covid-19, umat Islam harus tetap berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah saat Ramadhan. Dalam kondisi saat ini, upaya peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah tersebut bisa dilakukan di rumah bersama keluarga.

Ia yakin, umat Islam bisa memaksimalkan ibadah puasa meski di rumah saja. Sebab, dengan tetap berada di rumah maka mata, pendengaran, dan ucapan terhindar dari sesuatu yang tidak baik atau maksiat.

"Maka tinggal bagaimana sebuah keluarga membuat manajemen supaya tetap di rumah, tapi kualitas spiritual (kualitas dan kuantitas ibadah) mereka meningkat," ujar Kiai Satori.

Tilawah Alquran, misalnya, bisa dilaksanakan bersama keluarga di rumah. Keluarga bisa membuat target khatam Alquran selama Ramadhan.

“Misalnya khatam Alquran bersama keluarga empat kali, tiga kali, atau dua kali selama Ramadhan. Boleh juga khatam Alquran sekali di bulan Ramadhan bersama keluarga,” katanya.

Menanti malam Lailatul Qadar juga bisa dilakukan bersama keluarga di rumah tanpa harus ke masjid. Bersama keluarga bisa melaksanakan qiamulail, tahajud, dan tilawah. Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, keluarga harus punya program untuk memaksimalkan ibadah.

"Tinggal bagaimana kemampuan orang tua, suami, dan istri dalam menciptakan suasana rumah dan mengendalikan keluarga supaya ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya maksimal," ucap dia.

Sedekah jangan dilupakan dan ini bisa dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi. Begitu pula iktikaf, laksanakan di rumah saja jika ke masjid dirasa berisiko tertular atau menularkan Covid-19. Biasanya, ada rumah yang memiliki mushala atau ruangan khusus untuk shalat, maka bisa dilakukan iktikaf bersama keluarga di sana.

"Bersama keluarga, sekarang persiapkan segalanya untuk menyambut Ramadhan,’’ kata Kiai Satori.


×