Petugas tanggap bencana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyemprotkan cairan disinfektan di kantor Republika, Jakarta, Jumat (3/4). | Thoudy Badai/Republika
17 Apr 2020, 04:17 WIB

Filantropi Bantu Atasi Pandemi Korona

Pemanfaatan filantropi diyakini dapat membantu mengatasi krisis akibat pandemi Korona.

 

JAKARTA –  Pandemi virus korona (Covid-19) yang mengguncang dunia, termasuk Indonesia, mendorong berbagai pihak di Tanah Air turun tangan membantu mengatasi situasi krisis ini. Tak terkecuali lembaga-lembaga filantropi. 

Lembaga filantropi Rumah Zakat (RZ), misalnya, menargetkan dapat membantu 1 juta warga yang terdampak wabah Covid-19 melalui program Kebahagiaan Ramadan #DimulaiDariKita. 

Menurut CEO RZ Nur Efendi, program ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi 1 juta penerima manfaat dari Aceh hingga Papua, terutama mereka yang terdampak wabah Covid-19.  

Terkait

"Untuk pengumpulan dana zakat, kami targetkan selama Ramadhan bisa tumbuh 30 persen. Bulan ini saja selama wabah Covid-19, zakat tumbuh 46 persen. Pasti Ramadhan akan tumbuh, kan puncak krisis di Mei," ujar Nur Efendi dalam konferensi pers melalui layanan Zoom, Kamis (16/4).

Ia menjelaskan, program Kebahagiaan Ramadan #DimulaiDariKita merupakan salah satu rangkaian program penanganan pandemi Covid-19 yang telah dijalankan sejak Februari 2020. Dalam membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19, RZ menggulirkan program jangka pendek dan jangka panjang. 

Program jangka pendek terbagi dalam tiga fase, yakni inkubasi, kurasi, dan resesi. Dalam ketiga fase tersebut, RZ menghimpun dana-dana kemanusiaan untuk disalurkan ke program edukasi, pencegahan penyebaran wabah, bantuan kesehatan, hingga bantuan pangan. Sementara, program jangka panjang terdiri atas program ketahanan pangan, padat karya produktif, hingga pemberdayaan ekonomi tani dan UMKM. 

‘’Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan melalui optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, wakaf, dan fidyah,’’ kata Nur Efendi. 

photo
CEO Rumah Zakat Nur Efendi. - (Republika/Prayogi)

RZ, lanjut dia, menyadari bahwa efek dari bencana nasional Covid-19 ini tak hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga perekonomian karena angka kemiskinan diperkirakan meningkat. 

"Namun, kami optimistis bahwa kita bersama dapat membantu pemerintah dalam mengatasi krisis ini melalui pemanfaatan dana Ziswaf untuk program-program produktif," katanya. 

Untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia, maka selain optimalisasi ziswaf, RZ juga menggerakkan enam program istimewa, yakni Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Qur'an, Janda Berdaya, dan Ramadhan Bebas Utang.

Sementara, untuk membantu penanganan para pasien Covid-19, RZ kembali menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 10 ribu paket ke berbagai rumah sakit dan puskesmas rujukan Covid-19. Penyaluran APD ini merupakan tahap kedua.

Upaya meringankan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 juga dilakukan Lazismu. Berkolaborasi dengan Kitabisa, lembaga filantropi Muhammadiyah ini berupaya agar kebutuhan masyarakat yang terdampak wabah ini tetap terpenuhi. 

Pada Kamis (16/4), misalnya, para relawan di kantor Lazismu Pusat, Jakarta, sibuk mengemas sembako untuk didistribusikan kepada para penerima manfaat. 

Manager Program Lazismu Pusat Falhan Nian Akbar mengatakan, sinergi penghimpunan donasi ini mampu menjaring ratusan ribu orang dengan total donasi mencapai Rp 166.425 juta. “Dari donasi tersebut akan membantu 500 keluarga miskin dan rentan miskin, dengan total 500 paket sembako,” katanya.

Bantuan ini akan diberikan kepada para pekerja informal yang terdampak wabah Covid-19, antara lain pengemudik ojek online (ojol), marbut, janda, pengemudi  angkutan umum, ustaz, pemulung hingga tukang parkir, utamanya yang berada di wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi. 


×