Presiden AS Donald Trump meninggalkan podium selepas memberikan keterangan pers soal penanganan Covid-19 di Gedung Putih, Washington, Rabu (15/4). | AP

Internasional

16 Apr 2020, 01:45 WIB

Trump Tahan Iuran WHO

Cina menilai langkah AS melemahkan penanganan global terhadap pandemi Covid-19.

 

WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah menginstruksikan kepada pejabatnya untuk menangguhkan iuran dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menilai WHO gagal menangani pandemi virus korona.

"WHO telah gagal menjalankan tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (15/4) waktu setempat.  

Trump menuding WHO mempromosikan "informasi palsu" yang disebarkan Cina tentang virus korona penyebab penyakit Covid-19. Akibatnya, kata Trump, virus itu menyebar luas.

Sejak pekan lalu Trump sudah mengancam akan membekukan pendanaan untuk WHO. Dia menyebut WHO tidak memberikan seruan pandemi virus korona ini lebih awal. Ia menilai WHO sangat “Cina-sentris” dalam menanggulangi pandemi.

Namun, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sempat yakin AS akan terus mendanai lembaga yang ia pimpin. Ghebreyesus mengaku telah menjalin komunikasi dengan Trump dua pekan lalu. Dia mengeklaim tak memiliki masalah dengan Trump. Tahun lalu, Washington mengalokasikan 400 juta dolar AS untuk lembaga kesehatan dunia tersebut atau sekitar 15 persen dari anggarannya.

photo
Seorang pasien Covid-19 tiba di fasilitas kesehatan di New York, Senin (13/4) waktu setempat. - (AP)

Disesalkan

Uni Eropa (UE) menyesalkan keputusan AS. Perhimpunan Benua Biru menilai langkah itu tak dapat dibenarkan. “Sangat menyesali keputusan AS untuk menangguhkan pendanaan ke WHO. Tidak ada alasan membenarkan langkah ini saat upaya mereka dibutuhkan lebih dari sebelumnya,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell melalui akun Twitter, Rabu (15/4). 

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga menyampaikan penyesalannya melalui cicitan di Twitter. “Virus tak mengenal perbatasan. Kita harus melawan Covid-19 dengan kerja sama erat. Salah satu investasi terbaik adalah bahwa PBB, khususnya WHO yang didanai, untuk memperkuat, misalnya, dalam pengembangan, distribusi tes, serta vaksin,” kata Maas.  

Selain itu, Rusia dan Cina pun telah mengkritik langkah AS membekukan pendanaan untuk WHO. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov meminta AS menahan diri dan tidak melancarkan serangan lanjutan terhadap WHO. "Kami menyerukan AS menahan diri dari serangan lebih lanjut terhadap WHO dan mengejar kebijakan yang bertanggung jawab, yang tidak akan merusak dasar kerja sama internasional di bidang medis dan biologi. Namun, sebaliknya akan meningkatkan kerja sama ini serta menciptakan dasar untuk pengembangan lebih lanjut," ujarnya. 

Sementara Pemerintah Cina menilai langkah AS membekukan dana untuk WHO dapat melemahkan upaya terkoordinasi dalam menangani pandemi Covid-19. "Cina menyatakan keprihatinan serius atas keputusan AS. Keputusan AS akan melemahkan kemampuan WHO untuk menangani pandemi, terutama negara-negara yang kemampuannya tidak berkembang baik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian, Rabu (15/4), dikutip laman South China Morning Post.

 Sementara, Australia dan Selandia Baru bertekad terus mendukung dan bekerja sama dengan WHO. Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan, dia bersimpati pada kritik Trump terhadap WHO. 

“Meski demikian, WHO juga sebagai organisasi melakukan banyak pekerjaan penting, termasuk di sini, di kawasan kami, di Pasifik. Dan kami bekerja sama dengan mereka,” ujar Morrison pada Rabu (15/4). 

PM Selandia Baru Jacinda Ardern turut mengakui peran penting yang diemban WHO saat dunia menghadapi pandemi. “Pada saat seperti ini ketika kita perlu berbagi informasi dan kita perlu memiliki saran yang dapat kita andalkan, WHO telah menyediakannya,” katanya. n 


×