Tentara di KOrea Selatan berbaris menjaga jarak saat menyalurkan hak suara di Chuncheon, Korsel, Senin (13/4). | YNA

Internasional

14 Apr 2020, 02:00 WIB

Korsel Waspadai Pasien Kambuh

Spanyol mulai melonggarkan lockdown.

 

SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) mewaspadai pasien Covid-19 yang kambuh. Pakar penyakit menular mengatakan jumlah pasien yang kambuh setelah sembuh telah meningkat menjadi 116 kasus.

Pasien-pasien itu dites positif Covid-19 untuk kedua kali setelah sebelumnya dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit. Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Jeong Eun-kyeong mengatakan, Senin (13/4), sejauh ini memang tidak ada laporan penularan dari pasien yang kambuh ini.  

Para pejabat Korsel juga menyatakan kekhawatiran mengenai "penularan terselubung" virus korona. Hal ini mengacu pada aktivitas di tempat pertemuan seperti bar yang melonggarkan pembatasan sosial atau social distancing. Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun mengatakan pejabat pemerintah kini sedang membahas aturan baru. Aturan itu diharapkan menjadi panduan untuk tetap melakukan kegiatan ekonomi dan aktivitas sosial namun tetap menjaga jarak. 

Sementara di Cina dilaporkan ada 108 kasus infeksi baru dan 98 kasus di antaranya adalah impor dari luar Cina. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam enam pekan terakhir. Cina yang menjadi sumber penularan virus korona tercatat memiliki lebih dari 82 ribu kasus dan lebih dari 3.300 kematian. 

photo
Warga korea selatan mengantarkan telur untuk jemaat gereja drive in di Seoul, Ahad (12/4). - (AP)

Hingga berita ini ditulis, data Johns Hopkins University and Medicine menunjukkan jumlah kasus infeksi secara global mencapai lebih dari 1,86 juta kasus. Sedangkan angka kematian melampaui 115 ribu orang.  

Kasus terbanyak ada di Amerika Serikat (AS) yaitu melampaui 560 ribu kasus. Angka kematian juga terbanyak di dunia yaitu lebih dari 22 ribu jiwa.  

Korsel akan mengirimkan sekitar 600 ribu unit tes virus korona ke AS, Selasa (14/4). Pejabat Korsel mengatakan, pengiriman ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan memerlukan bantuan. Ini menjadi pengiriman pertama yang dilakukan Korsel kepada pemerintah federal AS. 

Sementara itu laju penambahan kasus baru dan kematian menurun di Italia, Spanyol, dan Prancis. Ketiga negara itu adalah negara yang paling parah terdampak pandemi virus korona. 

Spanyol dilaporkan mulai melonggarkan pembatasan, Senin. Ratusan ribu warga Spanyol mulai bekerja untuk pertama kalinya setelah menjalani lockdown sejak Maret.

Laman Aljazirah menyebutkan, sejumlah usaha termasuk konstruksi dan manufaktur mulai diizinkan buka. Namun, sebagian besar warga Spanyol masih tetap harus tinggal di rumah. Sedangkan toko, bar, dan tempat umum akan tetap tutup hingga sekurangnya 26 April. 

photo
Tentara menyemprotkan disinfektan ke patung di Spanyol bagian utara, Ahad (12/4) - (EFE)

Langgar pembatasan

Orang-orang di Hong Kong mulai memadati pantai, kapal feri, dan pulau-pulau terpencil pada Ahad (12/4). Banyak warga melanggar larangan pertemuan lebih dari empat orang yang bertujuan menahan penyebaran virus korona di wilayah itu. 

Kondisi cuaca cerah membuat banyak orang memutuskan untuk keluar rumah dan mengunjungi daerah-daerah populer di Hong Kong selama akhir pekan panjang libur Paskah. Mereka juga keluar rumah tanpa menggunakan masker. "Kami selalu tinggal di rumah dan itu sangat membosankan," kata warga Hong Kong bernama Banny Mak. 

Hong Kong telah mencatat lebih dari seribu kasus Covid-19 dan sekurangnya empat orang meninggal. Meski begitu, warga merasa penyebaran virus telah berkurang dan sudah dapat keluar rumah untuk mencari kesenangan. Padahal, pemerintah Hong Kong belum mencabut larangan pertemuan publik lebih dari empat orang yang pemberlakuannya diperpanjang hingga 23 April nanti. n 


×