Pekerja mengecek stok beras di gudang Bulog Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (31/3/2020). | ANTARA FOTO
08 Apr 2020, 02:00 WIB

Panen Melonjak, Stok Pangan Diklaim Aman

Produksi beras pada April 2020 akan mencapai 5,27 juta ton

JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan, produksi beras pada April 2020 akan mencapai 5,27 juta ton dari luasan panen sebesar 1,73 juta hektare. Bulan ini juga diperkirakan menjadi masa puncak panen raya pertama 2020. Dengan capaian itu, Kementan menjamin kebutuhan beras dalam negeri aman.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan di 166 kabupaten/kota yang tersebar di 32 provinsi. Pemantauan dilakukan menggunakan kamera terbuka yang menghasilkan 720 foto dan 113 video. Hasil pemantauan menunjukkan tengah terjadi panen raya.

"Ciri-ciri selanjutnya, harga juga sudah turun dari bulan lalu. Pada bulan lalu masih sekitar Rp 4.600 hingga Rp 4.700 per kilogram. Bahkan, di beberapa kabupaten ada yang di bawah acuan HPP (harga pembelian pemerintah)," kata Suwandi melalui telekonferensi, Selasa (7/4).

 

Terkait

photo
Pekerja memanggul beras di gudang Bulog Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (31/3/2020). - (ANTARA FOTO)

Pada Maret 2020, berdasarkan data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras diperkirakan mencapai 3,2 juta ton beras yang dihasilkan dari luasan panen 1,1 juta hektare. Suwandi mengatakan, setelah masa puncak panen pada April yang menghasilkan 5,27 juta ton beras, panen masih akan terjadi pada Mei. Diperkirakan total produksi beras pada Mei 2020 mencapai 3,81 juta ton beras dari luasan panen sekitar 1,38 juta hektare.

Ia mengatakan, saat ini sedang fokus mengantisipasi terjadinya kejatuhan harga gabah petani. Pemerintah telah menaikkan HPP gabah kering panen (GKP) dari Rp 3.700 per kilogram menjadi Rp 4.200 per kilogram. Kenaikan itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020.

Kementan akan mendorong para perusahaan penggilingan padi untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan pemerintah lewat sistem Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).

Hal itu agar para penggilingan memiliki dana untuk bisa membeli gabah petani. Realisasi penyaluran KUR khusus untuk penggilingan padi mencapai Rp 3 triliun dari total penyaluran KUR untuk subsektor tanaman pangan sebesar Rp 4 triliun.

"Jadi KUR subsektor tanaman pangan, 75 persen dimanfaatkan oleh penggilingan padi. Ini bagus sehingga penggilingan bisa beli gabah petani dengan harga yang bagus," ujarnya.

Selain itu, Suwandi mengatakan, Kementan akan memberikan bantuan benih gratis kepada petani. Hal itu agar petani yang telah melakukan panen bisa langsung melakukan musim tanam kedua 2020. Sebab, pada April masih terdapat pasokan air yang sangat memadai untuk digunakan penanaman.

"Lalu untuk menurunkan kerugian, sudah disalurkan berbagai alat bantuan pascapanen, termasuk rice milling unit," ujarnya.

photo
Pedagang beras melayani pembeli di pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2020). - (ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF)

Perum Bulog menyatakan, proses penyerapan gabah petani pada musim panen raya masih berlangsung normal. Sekretaris Perusahaan Bulog, Awaluddin Iqbal, menyatakan, pihaknya memastikan akan melakukan penyerapan gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang baru ditetapkan.

"Kita sudah sampaikan ke seluruh jajaran bahwa HPP yang baru akan diterapkan. Jadi, teman-teman di lapangan juga akan bergerak sesuai itu," kata Awaluddin.

Mengutip data terakhir Bulog, realisasi pengadaan beras khusus untuk CBP per 3 April 2020 mencapai 93,8 ribu ton. \"Kalau harga gabahnya jatuh di bawah HPP, tentu petugas akan beli sesuai HPP. Tapi, kalau harga gabahnya masih tinggi di atas HPP, itu bisa diserap tapi untuk pengadaan beras komersial," ujar dia. n ed: ahmad fikri noor


,
×