Petugas Dompet Dhuafa saat akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan kantor Republika, Jakarta, Selasa (7/3). | Republika/Putra M. Akbar
19 Sep 2020, 08:14 WIB

Filantropi Peduli Wabah Covid-19

Baznas menyiapkan dana Rp 2 miliar di masa darurat wabah Covid-19.

 

JAKARTA ? Wabah virus korona baru (Covid-19) mendapat perhatian besar dari kalangan lembaga filantropi. Mereka menggerakkan sejumlah program untuk mencegah, membatasi, dan mengatasi penyebaran Covid-19.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), misalnya, memiliki Rencana Aksi Nasional (RAN) dalam penanggulangan Covid-19. Direktur Utama Baznas M Arifin Purwakananta mengatakan, pihaknya memiliki program layanan mustahik guna mencegah, membatasi, dan mengatasi Covid-19.

Program tersebut, di antaranya uji swab tenggorokan dan perluasan akses pengujian sampel, pengadaan massal hand sanitizer dan masker sebanyak 20 ribu lembar, pengadaan massal alat perlindungan diri (APD) //hazmat// bagi tenaga kesehatan, tenaga kebersihan, relawan, dan institusi-institusi pendukung dari masyarakat yang disediakan sebanyak 5.000 buah.

Terkini

Selanjutnya, ada program cuci karpet masjid dan mushala di area mustahik di 35 tempat, pengadaan kantong mayat, aksi pembersihan di transportasi publik, cek suhu di stasiun dan terminal, pemulasaraan jenazah hingga pemakamannya, layanan ruang observasi isolasi ODP atau PDP, dan layanan wastafel sehat.

"Kami membantu ke masyarakat seperti pemberian masker. Sekarang akan kami tingkatkan. Dalam masa darurat ini, kami sediakan dana sebesar Rp 2 miliar, untuk kami evaluasi kembali dan kami tingkatkan," kata Arifin melalui pesan elektronik kepada //Republika//, Rabu (18/3).

Baznas, lanjut Arifin, juga menyiagakan klinik-klinik Rumah Sehat Baznas se-Indonesia yang dapat didatangi mustahik untuk memeriksakan diri ketika merasakan sakit, kemudian dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan jika didapati ada indikasi terjangkit Covid-19.

Upaya serupa juga dilakukan Dompet Dhuafa (DD). Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan mengatakan, DD telah meluncurkan aksi Cegah Tangkal (Cekal) Corona pada Ahad (15/3). DD, menurut dia, juga menyiapkan unit khusus dan program-program pengendalian kasus Covid-19.

"Dompet Dhuafa telah menyiagakan 30 unit ambulans, 8 rumah sakit, 21 klinik dan layanan kesehatan untuk melayani masyarakat, dan merujuk ke rumah sakit yang ditunjuk bila ditemukan indikasi Covid-19," kata Imam, melalui pesan elektronik kepada Republika.

Sementara itu, Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Aziz menyampaikan sejumlah langkah telah dilakukan ACT untuk merespons mewabahnya Covid-19. ACT bahkan sudah melakukan antisipasi sebelum wabah tersebut menjangkiti Indonesia.

"Karena tingkat kunjungan turis dari Cina ke Indonesia itu cukup tinggi, maka kita coba upayakan distribusi bantuan masker di bandara-bandara, ini antisipasi yang pertama kali kita lakukan," kata dia, Kamis (19/3).

ACT, lanjut Lukman, juga mendistribusikan air minum karena virus ini menjangkiti seseorang yang kurang minum air. Dengan demikian, dia pun mengajak masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh di antaranya dengan memperbanyak minum air.

"Ini menjadi bagian dari upaya yang kita lakukan. Melalui program yang kita sebut dengan Air Minum Wakaf. Distribusi ini ke tempat-tempat berkerumun orang, termasuk juga pesantren-pesantren sudah kita lakukan distribusi Air Minum Wakaf," ujarnya.

ACT juga menyebar beberapa armada ke sejumlah lokasi terdampak korona. Armada-armada tersebut, antara lain 2 unit ambulans standar rumah sakit untuk kegawatdaruratan, 3 unit kendaraan dapur umum berjalan, dan water tank air minum wakaf untuk kebersihan, penyemprotan, wudhu, cuci tangan, dan sebagainya.

Lembaga filantropi Rumah Zakat juga telah melakukan berbagai langkah untuk membantu mengatasi wabah Covid-19 di Indonesia. CEO Rumah Zakat Nur Efendi menuturkan, pihaknya telah membentuk tim Crisis Center untuk merespons wabah ini.

Efendi melanjutkan, Rumah Zakat secara internal juga telah menyiapkan protokol kesiapsiagaan atau keamanan bagi para relawan sebagai pejuang kemanusiaan. Tujuannya, agar jangan sampai ketika melayani dan memberikan manfaat kepada seseorang, relawan tersebut malah berada dalam keadaan kurang aman. "Secara internal harus kita amankan dulu supaya kita bisa lebih banyak membantu," ucapnya.

Di tempat-tempat para Muslim berkumpul, seperti masjid, Rumah Zakat juga melakukan penyemprotan disinfektan yang hingga kini masih terus berjalan. Rumah Zakat berupaya membuat masjid-masjid aman, bersih dan sehat. Termasuk juga di area-area fasilitas publik seperti stasiun, halte, dan angkutan publik yang harapannya bisa membantu menyelamatkan warga. n


×