Petugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) melakukan pengasapan (fogging) di pusat kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (19/3/2020). | ANTARA FOTO

Nasional

20 Mar 2020, 02:00 WIB

Kabupaten Sikka Cabut Status KLB DBD

 

KUPANG -- Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya mencabut status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) tahap empat sejak Rabu (18/3). Pencabutan status KLB ini setelah kasus DBD di wilayah itu terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

"Per Rabu (18/3) kemarin, status KLB DBD resmi kami cabut setelah kasus DBD di Kabupaten Sikka sesuai pantauan kami mengalami penurunan terus-menerus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Kamis (19/3).

Ia mengatakan, selama pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten itu, selama kurang lebih lima pekan mulai pekan ke-8 hingga pekan ke-12, jumlah pasien yang dirawat di tiga rumah sakit dan 25 puskesmas sudah mengalami penurunan. Hal tersebut terbukti dari laporan di beberapa Puskesmas yang dipantau langsung oleh Dinkes setempat menyatakan terdapat kurang lebih satu sampai dua pasien saja yang dirawat.

Selain itu, penambahan kasus DBD juga terus mengalami penurunan. Sehingga, hal tersebut menjadi dasar pencabutan status KLB yang sudah masuk tahap keempat itu. ?Sampai dengan Rabu (18/3) malam ada tambahan tiga kasus DBD di Kabupaten Sikka. Tambahan itu dari Kecamatan Lela dan Koting. Jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya khususnya di awal bulan Maret jumlah penambahan kasusnya lebih sedikit,? ujar Herlemus.

Para petugas medis dari Kemenkes juga sudah kembali ke Jakarta sejak Ahad (15/3) lalu. Sementara, jumlah kasus DBD di kabupaten itu sendiri saat ini sudah mencapai 1.396 kasus dengan jumlah pasien yang sembuh mencapai 1.292 kasus, dan yang masih dirawat mencapai 90 kasus. Lebih lanjut Herlemus mengatakan walaupun status KLB DBD di kabupaten itu sudah dicabut, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi lokasi sarang nyamuk.

"Pak Bupati juga akan mengeluarkan instruksi agar dalam sepekan yakni setiap Jumat, masyarakat seluruhnya Kabupaten Sikka harus turun ke jalan untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar,? ujarnya.

Meskipun Kabupaten Sikka sudah mencabut status KLB, di wilayah lain di Indonesia jumlah kasus masih bertambah. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan jumlah korban meninggal akibat DBD secara nasional. Hingga Rabu (18/3) kemarin, Kemenkes mencatat korban meninggal akibat DBD menjadi 170 orang. Jumlah ini bertambah sebanyak 5 orang dari data sebelumnya hingga Selasa (17/3).

Namun, ada perbedaan data antara Kemenkes dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Dalam catatan Kemenkes, korban meninggal di NTT hanya sebanyak 39 orang. Tetapi berdasarkan data Dinkes NTT, jumlah korban meninggal akibat DBD di wilayahnya mencapai 43 orang. Artinya, ada selisih 4 kasus pasien meninggal akibat DBD. Penambahan korban meninggal akibat DBD ini disumbang dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 1 orang (dari 21 menjadi 22 orang), Sulawesi Tenggara sebanyak 2 korban (dari 3 menjadi 5 orang), dan Kalimantan Tengah sebanyak 2 kasus (dari 2 menjadi 4 orang).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menilai ada kemajuan jika Kabupaten Sikka sudah mencabut status KLB. ?Ya bagus berarti, sudah terkendali (DBD),? ujarnya kepada Republika. Ia menambahkan, data terbaru Kemenkes mencatat tidak ada penambahan korban meninggal di wilayah paling banyak menangani kasus DBD seperti Jawa Barat sebanyak 4.102 kasus, NTT 3.511 kasus atau Lampung dengan 3.126 kasus. "NTT 39 jiwa, Jawa Barat 15 jiwa, Lampung 15 jiwa," ujarnya. n ';

×