Calon jemaah saat konsultasi mengenai haji dan umroh di Kantor Travel Tour Al-Wahid, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (5/2). | Republika/Thoudy Badai

Khazanah

17 Mar 2020, 02:57 WIB

Pelunasan Biaya Haji Mulai 19 Maret

Keterangan istitaah kesehatan menjadi salah satu syarat pelunasan biaya haji.

JAKARTA -- Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jamaah haji reguler, petugas haji daerah (PHD), dan pembimbing ibadah kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) segera dibuka.

Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama (Kemenag) Maman Saepullah mengatakan, pelunasan dibagi dalam dua tahap.

"Tahap pertama akan dibuka dari 19 Maret sampai 17 April 2020. Sedangkan, tahap kedua dibuka dari 30 April sampai 15 Mei 2020," kata Maman melalui pesan tertulis kepada Republika, Senin (16/3).

Menurutnya, pelunasan dilakukan setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat (WIB) pukul 08.00-15.00, Indonesia Bagian Tengah (WITA) pukul 09.00-16.00, dan Indonesia Bagian Timur (WIT) pukul 10.00-17.00. Mulai tahun ini, selain datang langsung ke bank penerima setoran awal (BPS), pelunasan juga bisa dilakukan secara nonteller melalui internet dan mobile banking.

Sebelum melunasi Bipih, jamaah yang berhak melakukan pelunasan biaya haji tahun ini diimbau terlebih dahulu memeriksakan kesehatannya di puskesmas atau rumah sakit. Sebab, keterangan istitaah secara kesehatan menjadi salah satu syarat pelunasan.

Maman menambahkan, Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 121 Tahun 2020 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1441 H/ 2020 M. "KMA ini mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221 ribu. Jumlah ini terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus," katanya.

Ia juga menjelaskan, kuota haji reguler terbagi menjadi tiga, yaitu 199.518 untuk jamaah haji reguler tahun berjalan, 2.040 prioritas kuota jamaah haji lanjut usia (lansia), dan 1.512 untuk kuota petugas haji daerah. Sedangkan, kuota haji khusus terdiri atas 15.951 kuota jamaah haji khusus tahun berjalan, 1.375 kuota petugas haji khusus, dan 354 prioritas kuota jamaah haji lansia.

"Sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona, kami menyarankan jamaah untuk memaksimalkan pelunasan secara nonteller. Untuk jamaah yang melakukan pelunasan di bank, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu agar gunakan masker," jelas Maman.

Dimulainya masa pelunasan Bipih didahului oleh terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441 H/2020 M. Keppres Nomor 6 Tahun 2020 itu ditetapkan pada Kamis (12/3).

Sebelum ini, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag sudah merilis daftar nama jamaah haji reguler yang berhak melunasi Bipih reguler 1441 H/2020 M. Calon jamaah haji yang wafat setelah ditetapkan berhak melakukan pelunasan bisa dilimpahkan porsinya kepada keluarga sesuai ketentuan.

Sementara itu, kendati Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah haji tahun ini dapat diselenggarakan atau ditutup sementara seperti halnya penyelenggaraan umrah, Pemerintah Indonesia tetap mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2020.

"Langkah-langkah persiapan tetap kita lakukan," ujar Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

"Untuk itu, kita punya tim juga, masih ada di sana untuk mengurus hotel, transportasi darat, dan makan," lanjut dia.

Menurut Menag, apa yang dilakukan tim layanan haji Indonesia tersebut di Arab Saudi merupakan bentuk persiapan dini. Harapannya, ketika Pemerintah Saudi menyatakan Makkah dan Madinah aman dikunjungi jamaah umrah dan haji, Pemerintah Indonesia sudah siap.

"Maksud kita, ketika mereka tiba-tiba menyampaikan Saudi aman dan umrah dibuka kembali, kita sudah siap," katanya.

Menag berharap, upaya Pemerintah Saudi mencegah penyebaran virus korona membuahkan hasil. Dengan demikian, Saudi dapat segera mengumumkan kepada dunia bahwa ibadah haji tahun ini dapat dilaksanakan.

"Tapi, harapan kita, paling sedikit minggu-minggu awal Syawal sudah ada keputusan," katanya.

Ia pun mengimbau seluruh calon jamaah haji tetap tenang dan berdoa agar masalah virus korona segera sirna dari muka bumi. Menurutnya, apa yang dilakukan sekarang oleh Pemerintah Saudi tidak lain untuk kebaikan semua.

"Saya yakin, kalau tidak gawat sekali pasti Saudi membolehkan," katanya.


×