Bus Transjakarta melintas dikawasan Blok M, Jakarta, Kamis (16/1). | Thoudy Badai_Republika
16 Mar 2020, 11:15 WIB

Penumpang Bus di Terminal Depok Anjlok

Pemkot Depok mengantisipasi penyebaran virus korona di terminal dengan membentuk posko kesehatan.

 

DEPOK -- Pelayanan transportasi publik di Kota Depok, Jawa Barat, masih berjalan kondusif meski ada kabar penyebaran virus korona. Namun, dari pantauan di lapangan pada Senin (16/3), terjadi penurunan penumpang bus di Terminal Terpadu Kota Depok di Jalan Margonda Raya.

Kasubag Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok Reynold John mengatakan, penurunan penumpang bus terutama terjadi untuk jalur Bandung-Depok yang anjlok sampai 70 persen. Dia mengatakan, penumpang bus dari Bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan Depok juga ikut turun.

"Untuk penumpang bus dari bandara, awalnya mengalami penurunan penumpang juga, hampir 70 hingga 80 persen, terutama penumpang yang datang dari luar negeri. Namun, saat ini, untuk penerbangan domestik terpantau normal kembali," ujar Reynold saat ditemui di Terminal Bus Terpadu Kota Depok, Senin.

Terkait

Berdasarkan surat edaran (SE) Wali Kota Depok, untuk transportasi Transjakarta mulai Senin hingga 14 hari ke depan tidak dioperasikan, khusus di wilayah perbatasan DKI Jakarta. Menurut dia, langkah itu diambil untuk mengurangi mobilitas masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran virus korona. "Kebijakan ini dilakukan agar masyarakat beraktivitas di rumah, tidak perlu bepergian," ujar Reynold.

Di sisi lain, pihaknya telah melakukan antisipasi terkait penyebaran virus korona di terminal, yaitu membentuk posko kesehatan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dan memberikan edukasi kepada para penumpang, baik di angkutan kota (angkot) maupun bus antarkota. Dengan begitu, diharapkan lalu lintas penumpang di terminal tidak menjadi sarana penyebaran virus korona. "Sosialisasi ini kami berikan kepada mereka agar hidup lebih sehat, mulai dari etika batuk dijaga, mencuci tangan dengan benar, dan selalu menggunakan sanitizer," ucap Reynold.

Hendra selaku operator pemberangkatan bus MGI mengatakan, sejak dikeluarkannya informasi terkait dua orang warga Kota Depok positif virus korona, angka penumpang bus menuju Bandung maupun Sukabumi anjlok. Dia menyadari, masyarakat mungkin takut naik bus karena harus duduk berdempetan dengan orang lain. Hendra menyebutkan, para sopir bus MGI mengeluhkan pendapatannya yang berkurang gara-gara jumlah penumpang yang merosot.

"Biasanya, kalau hari Senin itu sampai 20 orang penumpang minimal, sekarang hanya dua orang. Karena virus korona, yang naik bus turun sekali," ucap Hendra.


×