Asap dan ledakan membubung di Jalur Gaza, terlihat dari Israel selatan, Ahad, 17 Maret 2024. | AP Photo/Ariel Schalit

Kabar Utama

Perlawanan Sengit di Al-Shifa, Komandan Israel Tewas

Israel eksekusi 50 warga Gaza di RS al-Shifa.

GAZA – Pejuang-pejuang Palestina melakukan pertahanan dan perlawanan sengit terhadap serangan tentara penjajahan Israel (IDF) di Kompleks Medis al-Shifa, Kota Gaza. Sejumlah tentara Israel tewas akibat perlawanan tersebut, termasuk seorang komandan.

Militer Israel pada Selasa (19/3/2024) mengumumkan terbunuhnya seorang komandan di Brigade Lapis Baja 401 selama pertempuran di sekitar Kompleks Medis al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza. Ia terbunuh akibat perlawanan Brigade al-Qassam, sayap militer kelompok Hamas, yang terus menghadapi pasukan pendudukan yang memasuki wilayah itu.

Merujuk Times of Israel, militer Israel mengatakan bahwa komandan yang terbunuh adalah seorang perwira senior berusia 51 tahun. Dengan demikian, jumlah perwira dan tentara Israel yang resmi diumumkan tewas bertambah menjadi 594 orang sejak 7 Oktober lalu. Pada Senin, IDF juga mengumumkan terbunuhnya salah satu tentaranya saat penyerbuan kompleks Shifa.

Sedangkan, delapan tentara Israel terluka dalam pertempuran di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir, menurut apa yang diumumkan pihak militer. Hal itu menjadikan jumlah korban yang diumumkan di antara pasukan IDF sejak awal perang menjadi 3.090 perwira dan tentara yang terluka, 485 di antaranya terluka parah.

photo
Tentara IDF mengeluarkan prajurit yang terluka dari Jalur Gaza dalam foto tak bertanggal yang dirilis 1 Januari 2023 - (IDF)

Brigade al-Qassam mengumumkan, sejak Selasa pagi, mereka menargetkan tujuh kendaraan militer Israel di sekitar Kompleks al-Shifa. Mereka melaporkan bahwa para pejuangnya terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan penyerang di dekat Rumah Sakit al-Shifa.

Brigade al-Qassam mengatakan, pihaknya menyerang tentara Israel di dekat Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza dengan tembakan roket, menewaskan beberapa orang dan melukai lainnya. Sementara itu, Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam, mengatakan telah menyerang sekelompok tentara Israel dengan rudal di sebelah barat Netzarim, di utara Kegubernuran Pusat.

Pasukan pendudukan menyerbu Kompleks al-Shifa sejak Senin pagi. Mereka menyerang lingkungan dan bangunan di sekitarnya yang menyebabkan kematian dan cedera sejumlah warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza. Pasukan masih mengepung daerah itu untuk hari kedua.

Selama serangannya di Kompleks al-Shifa, tentara pendudukan membunuh kepala operasi polisi pusat di Gaza, Brigadir Jenderal Faiq al-Mabhouh, yang menurut kantor media pemerintah bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan suku-suku tersebut dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) guna membawa dan mengamankan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza utara.

Tentara pendudukan melakukan serangan besar-besaran terhadap kompleks Shifa pada November lalu setelah melontarkan tuduhan adanya pusat komando Hamas di bawah kompleks tersebut, yang ternyata tidak benar.

Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Jalur Gaza selama lebih dari lima bulan, menyebabkan puluhan ribu orang menjadi martir dan terluka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Hal itu dilakukan di tengah peringatan dari organisasi internasional akan kelaparan–terutama di Jalur Gaza bagian utara–sebagai sebuah bencana akibat penjajah Israel yang membatasi masuknya bantuan.

Ratusan tentara pendudukan Israel bersenjata lengkap, dengan anjing polisi, puluhan tank, drone, dan helikopter berpartisipasi dalam penggerebekan di Kompleks Medis al-Shifa. Pasukan Israel membunuh 50 warga Palestina di Kompleks Medis al-Shifa di Kota Gaza dan menahan sedikitnya 180 lainnya, kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

“Pertempuran sedang terjadi antara pasukan Israel dan pejuang Palestina," tambah pernyataan itu. Kantor media pemerintah Gaza mengecam pembantaian berdarah oleh Israel dan menyerukan PBB dan komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi.

Koresponden Aljazirah melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menahan pengungsi dan pemuda setelah menyerbu sejumlah sekolah di sekitar Kompleks al-Shifa. Pasukan Israel dilaporkan memerintahkan semua wanita untuk menuju ke Deir al-Balah melalui Jalan al-Rashid. Pasukan penjajah Israel juga mengepung dua sekolah di sekitar kompleks medis.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kehadiran kendaraan militer Israel dan buldoser di dalam Kompleks Medis al-Shifa dengan operasi buldoser di alun-alun. Pengepungan kini berlanjut untuk hari kedua berturut-turut dan warga sipil Palestina terjebak di dalam gedung tanpa akses terhadap makanan atau air.

Otoritas Gaza menyerukan perlunya "intervensi segera dan mendesak" dari semua PBB dan organisasi internasional. “Kami menyerukan semua negara di dunia bebas untuk menghentikan perang genosida dan menghentikan agresi di Jalur Gaza, yang mana secara khusus menargetkan warga sipil, anak-anak, dan perempuan.”

Israel saat ini tengah diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 31,819 warga Palestina telah syahid, dan 73,934 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober. Selain itu, setidaknya 7.000 orang belum ditemukan, diperkirakan syahid di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Apa Sebab Israel Kembali Serang Al-Shifa?

Puluhan orang dikabarkan meninggal dalam serangan Israel ke RS al-Shifa.

SELENGKAPNYA

Faksi Bersenjata Irak Mulai Serang Israel di Dataran Tinggi Golan

Serangan dari Irak menambah tekanan bagi Israel untuk menghentikan serangan di Gaza.

SELENGKAPNYA

Eks Jenderal Israel Akui Kekalahan dari Hamas

Pemerintah Israel disebut sembunyikan kerugian militer di Gaza.

SELENGKAPNYA

Rudal Hipersonik Houthi Ancam AS-Israel

Kelompok Houthi diklaim memiliki rudal hipersonik yang sukar ditangkal AS dan Israel.

SELENGKAPNYA