Sejumlah pengendara motor listrik melintas di area percobaan pengasopalan lintasan Formula E non permanen di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (23/2). | Republika/Thoudy Badai
12 Mar 2020, 02:00 WIB

Formula E Resmi Ditunda

Meski ditunda, penyediaan infrastruktur untuk balapan tetap dilakukan.

 

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya menunda penyelenggaraan balap Formula E atau E-Prix yang rencananya akan digelar pada 6 Juni 2020 mendatang. Penundaan penyelenggaraan E-Prix tersebut sebagai langkah Pemprov DKI mencegah penyebaran penyakit virus korona atau Covid-19 di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pasien positif Covid-19 saat ini memang dirawat di Jakarta. Pemprov DKI melihat perkembangan dan kondisi terbaru menekankan perlunya pencegahan awal agar tidak terjadi penyebaran.

Langkah yang dilakukan adalah pembatasan interaksi di ruang-ruang publik yang punya potensi paparan. Karena itu, pemprov melakukan beberapa langkah. Pemprov DKI akan membentuk Tim Review Perizinan, terdiri atas SKPD dan Polda, di mana semua kegiatan yang akan diselenggarakan di Jakarta harus dilaporkan untuk dievaluasi apakah berpotensi penyebab penularan atau tidak.

Kalau berpotensi, pemprov bisa menunda atau membatalkan. Tujuannya agar warga bisa menghindari kontak penularan yang tidak perlu. "Jakarta terjadwal tuan rumah Formula E. Komunikasi terkait hal ini berjalan intensif. Demi menjaga keselamatan dan kesehatan warga Jakarta maka kami memutuskan untuk menunda penyelenggaraan Formula E di bulan Juni," kata Anies kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (11/3).

Untuk waktu kapan penyelenggaraan Formula E setelah ditunda, Anies menyebut akan melihat perkembangan dan situasi. Pemprov DKI juga akan memantau perkembangan penularan di berbagai negara dunia karena balap Formula E ini merupakan gelaran dunia yang akan dihadiri oleh wisatawan internasional.

"Kondisi itu terlalu besar risiko bagi warga Jakarta bila dibandingkan keuntungan ekonomi, di mana banyak wisatawan asing dengan potensi penularan Covid-19," ujar Anies.

Diakui Anies, penyelenggaraan Formula E ini memang memiliki keuntungan ekonomi yang cukup besar bagi Jakarta. Namun, jika justru membahayakan warga Jakarta, Pemprov DKI lebih memilih menunda E-Prix. "Alhamdulillah, pihak Formula E dan FIA menyetujui itu sehingga hari ini mereka sama sama mengumumkan penyelenggaraan Formula E di bulan Juni ditunda," kata Anies lagi.

PT Jakarta Propertindo sebagai BUMD Provinsi DKI Jakarta dan Formula E Operations (FEO) selaku promotor dan pemegang lisensi untuk kejuaraan balap mobil Formula E sepakat untuk menghargai keputusan penundaan balap mobil ramah lingkungan tersebut sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus korona.

Jakarta Propertindo (Jakpro) yang mendapatkan penugasan menggelar balapan tersebut menyebutkan, penundaan itu sebagai langkah preventif terhadap perkembangan Covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia. "Langkah ini kami ambil sebagai upaya preventif terhadap perkembangan Covid-19 dengan pertimbangan mengutamakan keselamatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Ibu Kota," kata Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto.

Dwi yang juga chairman OC Jakarta E-Prix ini melanjutkan, keputusan ini dikeluarkan menyusul arahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menginstruksikan penyelenggaraan Jakarta E-Prix ditunda. "Langkah ini merupakan inisiatif sekaligus respons terhadap masukan dari para pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan bersama sebagai prioritas," ucap Dwi.

Dia menambahkan, OC akan terus memantau situasi dan bekerja sama dengan FEO untuk melihat kemungkinan penjadwalan ulang nantinya. "Setelah berdiskusi intensif dengan FEO dan pemangku kepentingan terkait, kami sampai pada kesepakatan bahwa Jakarta E-Prix ditunda pelaksanaannya dari jadwal semestinya 6 Juni 2020," ujar Dwi.

Sementara, Formula E Operation (FEO) mengatakan akan terus memonitor kondisi Jakarta dengan berkomunikasi langsung dengan Organizing Committee (OC) Jakarta E-Prix setelah menyetujui penundaan perhelatan balap mobil listrik itu. Komunikasi itu menjadi penting untuk menentukan jadwal ulang perhelatan Formula E di Jakarta jika wabah korona berhasil ditangani atau mereda.

"Dengan angka kasus Covid-19 yang terus bertambah di sejumlah negara, kami melakukan evaluasi rencana yang memungkinkan untuk meminimalkan dampak virus korona serta mempertahankan sebanyak mungkin balapan untuk pertandingan musim keenam," kata Co-Founder Formula E Alberto Longo.

Alberto mengatakan, saat ini keadaan sedang dinamis dan berkembang setiap harinya. ?Kami tetap realistis dan juga fleksibel dalam melakukan pendekatan terhadap opsi alternatif yang tentu akan kami komunikasikan," kata Longo.

Meski perhelatan Formula E mengalami penundaan, Longo mengatakan, penyediaan infrastruktur yang akan dipakai untuk balapan tetap disiapkan sejak saat ini. "Hal yang dilakukan ini termasuk menambahkan double-headers pada kegiatan yang tengah berjalan, menggunakan fasilitas permanen, serta melangsungkan balapan tertutup di lokasi mana pun jika diperlukan dan diminta oleh pemerintah setempat," kata Longo menjelaskan hal- hal yang saat ini dilakukan oleh FEO. n


×