Karyawan bertugas di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (PIKOBAR) di Command Center Gedung B Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. | Abdan Syakura/Republika

Kabar Utama

05 Mar 2020, 22:27 WIB

Rumah Sakit Mulai Penuh

Terjadi lonjakan warga meminta diperiksa terkait Covid-19.


JAKARTA -- Kapasitas ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang berada di Sunter, Jakarta Utara, dinyatakan hampir penuh dengan pasien dan suspect Covid-19. Tujuh rumah sakit lain telah disiapkan untuk rujukan bagi pasien yang melaporkan gejala Covid-19.

Direktur RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril menyatakan, terdapat 11 ruang isolasi bagi pasien yang positif, yang pernah melakukan kontak dengan pengidap (closed contact) maupun suspect. "Yang sudah terisi 10, kemarin bahkan 11. Nah, saat itu pasien sudah kita alihkan ke RS rujukan lain," ujar Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3).

Tujuh rumah sakit tersebut, yakni RS Persahabatan Jakarta Timur, RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat, dan RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan. Ada pula RSUD Cengkareng Jakarta, RS TNI AL Mintohardjo Jakarta Pusat, dan RS Bhayangkara Polri Kramat Jati Jakarta Timur, dan RS Fatmawati Jakarta Selatan.

"Jadi, tolong disampaikan, jangan ada kesan RSPI menolak pasien karena memang penuh, tidak mungkin dimasukkan dalam ruangan yang bukan isolasi," ujar dia. Pada Rabu (4/3), terdapat sembilan pasien yang mengalami kontak dengan pasien Covid-19, termasuk dua pasien yang telah dinyatakan positif. Dari jumlah itu, satu WNA dinyatakan sembuh dan seorang lagi dikeluarkan dari isolasi. Namun, pada Rabu (4/3) malam, dua orang kembali datang dan ditempatkan di ruang isolasi.


 
Mohammad Syahril juga menuturkan, sekitar 500-an orang telah melapor ke pos pemantauan Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso hingga Kamis (5/3). Sebanyak 500-an orang tersebut, kata Syahril, datang secara sukarela, baik langsung ke RSPI maupun melapor lebih dulu ke Dinas kesehatan DKI Jakarta.

Dari 500-an orang tersebut, terdapat seorang pasien diisolasi yang datang pada Rabu (4/3). Selain satu pasien tersebut, sisanya dinyatakan bebas dari Covid-19. Pos pemantauan itu terletak di sisi rumah sakit. Dalam pantauan pada Kamis siang hingga sore, hanya segelintir orang yang datang ke pos tersebut.
 
Dokter spesialis penyakit dalam RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Ika Trisnawati, juga mengungkapkan, terjadinya lonjakan warga yang meminta surat keterangan bebas Covid-19 sejak awal pekan ini. Per harinya, rata-rata 15 sampai 20 orang yang datang ke RSUP Dr Sardjito untuk menjalani pemeriksaan.

 

 
Jadi, tolong disampaikan, jangan ada kesan RSPI menolak pasien karena memang penuh, tidak mungkin dimasukkan dalam ruangan yang bukan isolasi.
Mohammad Syahril
 


 
Tak hanya yang merasakan gejala, mereka yang sehat juga ada yang meminta diperiksa. Sehubungan lonjakan itu, RSUP Dr Sardjito memberlakukan pembatasan pemeriksaan. "Misalnya, orang yang tidak pergi ke negara yang ada terinfeksi dan minta surat keterangan bebas korona tidak kita layani," kata Ika di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (5/03).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, layanan nomor darurat yang disiapkan Pemprov DKI itu telah menerima 2.689 telepon dan pesan Whatsapp sejak dirilis 27 Januari 2020. Terjadi lonjakan kontak selepas pengumuman dua pasien positif awal pekan ini.

Para penelepon biasanya menanyakan gejala Covid-19 sampai RS rujukan yang bisa dikunjungi. Adapun penelepon, kata Widyastuti, berasal dari warga DKI, bahkan warga luar DKI dan luar negeri.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan pemerintah memperbanyak peralatan pendeteksi Covid-19 di daerah-daerah. Ketua IDI Daeng Faqih mengatakan, penambahan alat pendeteksi itu idealnya juga diikuti dengan penambahan jumlah laboratorium sesuai standar agar sampel virus yang telah diambil dapat segera diteliti dalam jumlah besar.

Juru Bicara Penanganan Virus Korona Achmad Yurianto menyebut, rumah sakit umum daerah tak harus memiliki kapasitas yang lengkap dan sama untuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Ia mencontohkan, penunjukan RSPI Sulianto Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto di Jakarta sebagai rumah sakit rujukan nasional pun tak berarti ketiga rumah sakit itu memiliki peralatan terlengkap.



Namun, rumah sakit tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk membantu rumah sakit lainnya tanpa mengurangi kemampuannya untuk menangani pasien di masing-masing rumah sakit. Pemerintah sejauh ini telah menunjuk 132 rumah sakit rujukan untuk menangani pasien virus korona.

Achmad Yurianto menyebut, 156 WNI saat ini masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Ke-156 pasien tersebut berasal dari 35 rumah sakit dari 32 provinsi. Dari 156 pasien tersebut, sembilan di antaranya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.  “Yang lainnya negatif," kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta Kemenkes melibatkan rumah sakit swasta dalam penanganan Covid-19.

"Sehingga kalau terpaksa menerima pasien yang ternyata mengidap Covid-19 sebelum dikirim ke rumah sakit rujukan bisa menangani dengan baik," kata Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).

 


×