Peserta membawa poster boikot McD saat mengikuti aksi damai Indonesia Turun Tangan Bantu Palestina di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (21/10/2023). Aksi damai bantu Palestina kali ini diikuti oleh pelajar, santri, dan mahasiswa di Yogyakarta. Pada a | Republika/Wihdan Hidayat

Khazanah

Boikot Israel Hanya Efektif Jika Dilakukan Bersama

Boikot produk Israel dapat dijadikan upaya perlawanan terhadap kekuatan Zionis Israel.

Oleh MABRUROH

JAKARTA – Seruan boikot terhadap produk-produk Israel makin masif di media sosial. Gerakan tersebut dinilai efektif untuk melawan penjajahan Israel di daerah Palestina. Menurut Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurozi, upaya boikot adalah bagian perjuangan umat Islam dalam mendukung kemerdekaan Palestina, yakni dengan memberi tekanan ekonomi terhadap negara Zionis itu.

Kata Gus Fahrur, umat Islam berusaha menahan diri untuk tidak membeli produk dari perusahaan yang menjadi donatur bagi kejahatan-kejahatan perang Israel. “Ya, ini salah satu upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan jalan damai melalui tekanan ekonomi. Artinya, kita menahan diri untuk tidak membeli produk perusahaan yang menjadi donatur penjajahan Israel,” ujar Gus Fahrur kepada Republika, Rabu (1/11/2023).

photo
MAKASSAR, 18/9 - BAKAR BENDERA ISRAEL. Beberapa mahasiswa membakar bendera Israel ketika berunjuk rasa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel, Rabu (19/9). Mereka menyerukan untuk memboikot produk Amerika dan Israel karena mendukung penyebarluasan film Innocence Of Muslim yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/12. - (ANTARA)

Menurut Gus Fahrur, cara ini akan efektif apabila dilakukan secara masif oleh masyarakat internasional, tidak hanya Indonesia. Dengan demikian, ekonomi Israel akan tertekan dan negara apartheid itu mau tunduk pada seruan PBB untuk gencatan senjata. “Kalau masyarakat internasional sepakat melakukan, pasti sangat terasa dampaknya bagi mereka,” kata Gus Fahrur.

Gus Fahrur menekankan, upaya pemboikotan produk-produk yang berafiliasi dengan Israel bukan berarti produk tersebut haram dipakai. Namun, melihat kekejaman dan kekejian negara itu terhadap rakyat Palestina, umat Islam sebaiknya menghentikan pembelian pada produk yang menjadi donatur kejahatan perang Israel. “Bukan berarti haram hukumnya, tapi sebaiknya dihindari saja diganti produk lokal sejenis,” kata Gus Fahrur.

Namun, Gus Fahrur menjelaskan, apabila tidak bisa mengganti produk pro Israel, misalnya karena kualitasnya dan apabila diganti dengan produk lain membahayakan kesehatannya, maka tidak akan masalah secara syariat. Pasalnya, tujuan pengguna adalah untuk memakai produk, bukan untuk mendukung penjajahan Israel.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BDS Movement (@bdsnationalcommittee)

“Namun, bagi mereka yang mempunyai ketergantungan terhadap produk Israel karena kualitas atau harga dan alasan bisnis lainnya, tetap saja diperbolehkan melakukan transaksi selama tidak ada niatan untuk membantu penjajahan Israel,” ujar Gus Fahrur.

Menurut Gus Fahrur, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu rakyat Palestina, dan memboikot produk Israel adalah cara yang paling mudah dan bisa dilakukan siapa pun tanpa harus menjadi ahli. Karena itu, dia mengatakan, Muslim tidak bisa membantu secara langsung ke Gaza, yang bahkan bantuan kemanusiaan pun masih sangat terbatas dan harus mendapatkan izin Israel untuk melewati gerbang Rafah.

“Boikot adalah salah satu cara termudah untuk membantu perjuangan bangsa Palestina. Kalau tidak bisa membantu mereka secara langsung, minimal mengurangi kekuatan ekonomi mereka agar mau berunding dengan kesepakatan dunia Islam internasional,” kata Gus Fahrur.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad mengecam Israel yang membombardir rakyat Palestina tanpa jeda. Menurut Dadang, gerakan boikot produk Israel memang sudah sepantasnya dan seharusnya dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kepada rakyat Palestina.

 
Boikot produk Israel sebagai bentuk pelampiasan kemarahan kepada Israel yang menjajah Palestina lebih dari 75 tahun
NAMA TOKOH
 

“Boikot produk Israel sebagai bentuk pelampiasan kemarahan kepada Israel yang menjajah Palestina lebih dari 75 tahun, ditambah kekejaman mereka tanpa peri kemanusiaan dan sekarang Israel menghancurkan Gaza dan penduduknya. Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina,” tegas Dadang.

“Padahal, Rakyat Palestina mengadakan perlawanan karena ingin lepas dari penjajahan sebagaimana rakyat Indonesia dulu ingin lepas dari penjajahan Belanda,” tambahnya merespons serangan Hamas pada 7 Oktober.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, boikot merupakan bentuk perlawanan masyarakat dunia terhadap genosida Israel di Gaza, Palestina, tidak terkecuali di Indonesia. Kiai Huda menjelaskan, hal itu harus dilakukan masyarakat Indonesia apabila ingin mendukung saudara Muslim mereka yang saat ini sedang dibombardir oleh Zionis Israel.

photo
MAKASSAR, 18/9 - BOIKOT PRODUK AMERIKA. Sejumlah mahasiswa membawa spanduk ketika berunjuk rasa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel, Rabu (19/9). Mereka menyerukan untuk memboikot produk Amerika Serikat dan Israel karena mendukung penyebarluasan film Innocence Of Muslim yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/12. - (ANTARA)

“Pemboikotan produk Israel adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap Israel. Pemboikotan menjadi salah satu strategi perang, harapannya adalah dapat mengurangi sumber daya kekuatan Israel. Maka, Pemboikotan produk Israel perlu untuk dimasifkan agar kekuatan Israel dapat dilemahkan,” ujar Kiai Huda.

Selain itu, Kiai Huda menilai hal yang telah dilakukan Israel kepada rakyat Palestina, dengan pemboikotan sumber energi dan air, tidak hanya menjadi masalah keagamaan dan kebangsaan, tetapi jauh melampaui batas kemanusiaan. “Ini adalah tragedi kejahatan kemanusiaan. Artinya, ini bukan kewajiban umat Islam saja untuk membantu saudaranya seagama, tetapi semua agama terpanggil untuk membantu rakyat Palestina, di mana sudah lebih 8.000 orang tidak berdosa mati terzalimi oleh kejahatan Israel,” tegasnya.

Sebelumnya, Kiai Huda juga menjelaskan bahwa secara hukum, memboikot itu sah dan dibolehkan karena membeli sebuah produk adalah hak dan bukan kewajiban. Menurut dia, konsumen berhak menentukan pilihan untuk membeli atau tidak.

Jika dikaitkan dengan penyerangan Israel terhadap Palestina, seruan memboikot produk-produk Israel dapat dijadikan sebagai upaya perlawanan terhadap kekuatan Zionis Israel. Dia menjelaskan, upaya untuk menyerang tidak hanya dengan tembakan rudal dan senapan, tetapi dapat juga dengan melakukan perang narasi di media digital dan ekonomi.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Sembilan Prajurit Israel Tewas di Tangan Hamas

Fase serangan darat Israel memicu pertempuran hebat.

SELENGKAPNYA

Benarkah Palestina Tanah yang Dijanjikan untuk Orang Yahudi?

Pengikut Nabi Musa diperintahkan untuk membebaskan Palestina tetapi mereka takut masuk ke tanah tersebut.

SELENGKAPNYA

Boikot Produk Israel, Wapres: Kita Lihat Apakah Efektif

Impor Israel selama Januari-September 2023 adalah 14,4 juta dolar AS

SELENGKAPNYA