Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Rumah Batik Komar, Bandung Senin (2/10/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Rumah Batik Komar, Bandung, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Rumah Batik Komar, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Perajin mencuci kain batik di Rumah Batik Komar, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Perajin menjemur kain batik di Rumah Batik Komar, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pengunjung melihat produk fesyen batik yang dijual di Butik Rumah Batik Komar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Peristiwa

Hari Batik Nasional Gairahkan Produksi Kain Batik

Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional mendongkrak minat konsumen terhadap beragam bentuk produk batik.

BANDUNG -- Memperingati Hari Batik Nasional banyak warga yang mengenakan busana dengan motif dari kain batik. Gairah mengenakan pakaian batik mendorong industri kain khas Indonesia ini. Seperti yang dilakukan di sentra kain batik di Rumah Batik Komar, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). 

Produksi kain Batik Komar ini dijual dengan harga Rp200 ribu hingga Rp25 juta dan dijual ke berbagai daerah. Kini penjualan kain batik khas Cirebon tersebut meningkat 70 persen dibandingkan dengan tahun kemarin.

Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional mendongkrak minat konsumen terhadap beragam bentuk produk batik. Badan PBB UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009 menetap Batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda. ';