Fasilitas kereta cepat Jakarta-Bandung saat menjalani uji coba dari DK13 Batching Plant Tangga Darurat-Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Ahad (25/6/2023). | Republika/Muhammad Nursyamsi

Safari

Serba-serbi Etika Ketika Berada di Kereta

Tunggulah dan mengantre di samping pintu, lalu naik setelah tidak ada lagi penumpang yang turun.

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi umum yang populer dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Untuk menciptakan ketertiban selama perjalanan di kereta api, penting bagi penumpang untuk tetap menjaga etiket dan menjaga perilaku.

“Seperti halnya transportasi umum lain, kereta api memiliki etiket dan standar aturan yang harus dipatuhi untuk membuat perjalanan penumpang lebih mudah dan menyenangkan," kata Diane Gottsman, penulis "Modern Etiquette for a Better Life" dan pendiri The Protocol School of Texas.

Lalu, apa saja hal yang jangan dilakukan penumpang selama perjalanan di kereta api? Yuk simak uraiannya seperti dilansir dari Huffington Post, Rabu (2/8/2023).

photo
Petugas membagikan pamflet perubahan jadwal KRL Commuter Line kepada penumpang di Stasiun Yogyakarta, Kamis (25/5/2023). Pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023 ada perubahan jadwal KRL Jogja-Solo mulai 1 Juni 2023. Jumlah perjalanan kereta Commuter Line Yogya-Solo bertambah enam kereta menjadi 30 kereta. Kemudian perjalanan Commuter Line Yogya-Solo diperpanjang ke stasiun pemberhentian terakhir di Stasiun Palur, Surakarta. Jumlah pemberangkatan harian sebanyak 20 pemberangkatan dan pada akhir pekan menjadi 24 pemberangkatan. - (Republika/Wihdan Hidayat)

1. Mencoba naik sebelum penumpang turun

Presiden Mannersmith Etiquette Consulting yang berbasis di Massachusetts, Jodi RR Smith, mengimbau agar membiarkan penumpang turun terlebih dahulu sebelum Anda naik. Tunggulah dan mengantre di samping pintu, lalu naik setelah tidak ada lagi penumpang yang turun.

Sementara itu, jika hendak keluar kereta, bersabarlah dan tidak mendorong penumpang yang berada di depan. Biarkan mereka yang berada di dekat pintu untuk keluar terlebih dahulu, lalu ikuti dengan tertib. “Jika Anda tidak sering naik kereta ini, perhatikan apa yang dilakukan penumpang lain,” kata Smith.

2. Berbicara dengan suara keras

Berbicara dengan suara keras di dalam kereta tentu akan mengganggu penumpang lain. Gottsman menganjurkan agar menurunkan volume suara ketika hendak berbicara selama di dalam kereta.

3. Menelepon selama di kereta

photo
Penumpang KA Progo menunggu keberangkatan di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (24/4/2023). Arus balik menggunakan transportasi umum mulai terlihat di Yogyakarta terutama yang menggunakan moda kereta api. Berdasarkan data KAI Daop VI sejak 22 April 2023 ada 12.771 penumpang yang diangkut dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 6. Pada Senin (24/4/2023) diprediksi akan mencapai 19.464 penumpang, dan puncak arus balik kemungkinan pada Selasa (25/4/2023) dengan prediksi penumpang mencapai 20.447 penumpang. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Founder From the Inside-Out School of Etiquette, Jackie Vernon-Thompson, mengatakan bahwa sebaiknya penumpang kereta api meminimalisasi penggunaan telpon untuk berkomunikasi selama di kereta. Jika perlu menelepon, usahakan agar singkat, pelankan volume suara, dan tidak menggunakan kata-kata rasis dan kasar agar tidak mengganggu penumpang lain. “Dan jika tidak ada yang mendesak, Anda lebih baik berkomunikasi dengan tukar pesan saja,” kata Vernon-Thompson.

4. Gunakan headphone

Selain menjaga volume suara saat berbicara, Anda juga harus menggunakan headphone saat mendengar musik atau menonton video. "Pakailah headphone atau perangkat apa pun yang Anda gunakan untuk menjaga agar musik tetap hanya terdengar oleh Anda dan tidak membuat orang lain merasa berisik," kata Vernon-Thompson.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KAI Commuter (@commuterline)

5. Meletakkan barang di tempat duduk

Smith mengimbau agar penumpang tidak meletakkan barang apapun di kursi lain selama berada di kereta api. Menurut dia, itu akan menghalangi orang lain untuk duduk. “Jika kereta sangat kosong, Anda bisa lebih leluasa dengan kursi di samping. Tapi tetap saja jika ada penumpang lain, itu tidak boleh dilakukan,” kata Smith.

6. Mengonsumsi makanan berbau

Gottsma menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan berbau khas seperti jengkol, durian, atau lainnya saat di kereta api. Pilihlah makanan yang tidak berbau menyengat dan tidak beraroma agar tidak mengganggu penumpang lain.

7. Seenaknya menyemprotkan parfum

Selama perjalanan di kereta api juga bukan waktu yang tepat untuk menyemprotkan parfum atau cologne. Karena pada kenyataannya, tidak semua orang menyukai wewangian yang Anda gunakan. Bahkan tak sedikit orang yang mual jika mencium aroma wewangian menyengat saat di perjalanan.

8. Mengobrol terlalu keras

Smith mengatakan bahwa terlibat dalam percakapan dengan penumpang lain adalah hal yang sangat wajar. Namun jika itu sudah berlebihan dan mulai berisik, itu bisa sangat mengganggu penumpang lain.

9. Menghalangi jalan

Vernon-Thompson mengimbau agar Anda begitu pun barang yang dibawa tidak menghalangi akses jalan penumpang lain. Jika memang Anda berdiri di dekat pintu, berilah sedikit ruang bagi penumpang lain yang hendak lewat, agar tercipta suasana yang kondusif.

10. Melanggar privasi penumpang lain

“Tidaklah pantas untuk melanggar ruang pribadi seseorang," kata Vernon-Thompson. Ia mengimbau agar setiap penumpang berusaha untuk memberikan ruang aman bagi penumpang lain. Jangan seenaknya menyentuh penumpang lain, atau bernapas di wajah mereka terlalu dekat.

 

 
Jika memang Anda berdiri di dekat pintu, berilah sedikit ruang bagi penumpang lain yang hendak lewat.
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat