Ilustrasi toilet | Freepik

Medika

Bahaya tak Main-Main dari Main Hape di Toilet

Duduk terlalu lama di toilet dapat menyebabkan tekanan yang berkontribusi terhadap peradangan pada jaringan wasir.

Saat ini, tangan tanpa menggenggam smartphone, kerap menimbulkan rasa kehilangan yang besar. Perangkat telepon pintar pun, kerap dibawa ke mana-mana, tak terkecuali ke toilet. 

Tidak jarang orang membawa ponsel mereka ke toilet, baik disengaja maupun karena terburu-buru. Meski tampak seperti kebiasaan umum, ada bahaya yang mengintai setiap waktu.

Rupanya kebiasaan itu bisa membuat seseorang berisiko terkena wasir, menurut peringatan seorang dokter. Dalam kasus yang lebih parah, bahkan itu bisa memicu kondisi prolaps yang mengerikan.

Dr Sara Mesilhy, seorang ahli gastroenterologi yang merupakan anggota dari Royal College of Physicians, Inggris, mengatakan berdiam di toilet terlalu lama dapat meningkatkan kemungkinan mengalami masalah kesehatan.

Hingga sepertiga orang Inggris menderita wasir, juga dikenal sebagai ambeien, yaitu benjolan di dalam atau di sekitar bokong yang disebabkan oleh pembuluh darah yang membesar. “Kondisi itu bisa tanpa gejala dan hilang dalam beberapa hari, tetapi juga dapat menyebabkan penderitaan dan ketidaknyamanan saat panggilan buang air,” kata Mesilhy, seperti dikutip dari The Sun, Jumat (28/7/2023).

Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin perlu menemui apoteker untuk mendapatkan krim guna meredakan rasa sakit, gatal dan bengkak, atau pengobatan untuk membantu sembelit. Mesilhy menjelaskan bahwa menggunakan ponsel di toilet dapat membuat orang lebih mungkin menderita kondisi tersebut.

Duduk terlalu lama di toilet dapat menyebabkan tekanan yang berkontribusi terhadap peradangan pada jaringan wasir. Hal itu bisa menyebabkan darah berkumpul di sekitar rektum dan anus, sehingga berpotensi menyebabkan wasir.

Bentuk dudukan toilet memberi tekanan tambahan pada rektum dan anus, yang menyebabkan pembengkakan pembuluh darah. Duduk di toilet dalam waktu lama juga dapat menyebabkan prolaps rektum, suatu kondisi di mana bagian usus menonjol keluar dari anus, tetapi ini jarang terjadi.

Ketika itu terjadi maka lebih sering dialami pada anak kecil dan orang tua, tetapi dapat diperburuk dengan menghabiskan waktu berlebihan di toilet dengan ponsel. Oleh karena itu, kita harus mulai lebih mawas diri terhadap penggunaan smartphone di toilet, di antaranya dengan cara: 

Batasi penggunaan ponsel di toilet

Untuk mengurangi risiko ini, dokter menyarankan agar menghindari duduk di toilet dalam waktu yang terlalu lama. Dengan menerapkan kebiasaan buang air yang lebih sehat, seseorang dapat menurunkan kemungkinan berkembangnya wasir dan mencegah masalah terkait secara efektif.

“Saya akan merekomendasikan untuk membatasi duduk di toilet rata-rata sekitar 10 menit per sesi untuk menghindari penumpukan darah di pembuluh darah dubur dan perkembangan selanjutnya dari wasir yang menyakitkan,” kata Mesilhy menjelaskan.

Jika seseorang hendak memakai ponsel saat menggunakan toilet, perhatikan berapa lama duduk di sana. Menggunakan ponsel di toilet juga tidak sehat dan bisa menjadi magnet bagi bakteri.

Studi menunjukkan bahwa ponsel dapat menampung kuman dan bakteri. Sehingga membawa ponsel ke kamar mandi dapat membuat perangkat tersebut terpapar berbagai patogen yang ada di lingkungan.

Paparan ini dapat menyebabkan potensi risiko kesehatan, termasuk infeksi saluran kemih, sakit perut, diare, dan infeksi lainnya. Dokter menyarankan sebaiknya menghindari penggunaan ponsel di kamar mandi untuk mengurangi risiko kontaminasi serta mencegah wasir.

 

Gejala wasir paling umum:  

photo
Bermain smartphone terlalu lama di toilet bisa menyebabkan wasir (ilustrasi) - (Unsplash/Jan Antonin )

- Darah merah cerah di tinja, di kertas toilet, atau di toilet
- Nyeri dan iritasi di sekitar anus
- Pembengkakan atau benjolan keras di sekitar anus
- Gatal di area anus
 

Pilihan pengobatan

Ada berbagai pilihan pengobatan untuk wasir dan ini termasuk menggunakan pengobatan topikal seperti krim wasir dan supositoria yang mengandung hidrokortison atau bantalan witch hazel.

Meningkatkan asupan air dan serat, memperbaiki kebiasaan buang air, dan sitz bath atau terapi air hangat, juga bisa membantu kondisi tersebut. Dalam kasus yang lebih parah, prosedur medis seperti hemoroidektomi mungkin diperlukan. Dianjurkan pula untuk berkonsultasi dengan profesional perawatan kesehatan untuk saran dan perawatan yang dipersonalisasi.

 

 
Saya merekomendasikan untuk membatasi duduk di toilet rata-rata sekitar 10 menit per sesi. 
 
DR SARA MESILHY, Ahli gastroenterologi yang merupakan anggota dari Royal College of Physicians. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat