Sejumlah warga melintas di depan rumah yang rusak pasca bencana angin puting beliung di Bojongmalaka, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (7/6/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah warga memperbaiki atap yang roboh pasca bencana angin puting beliung di Bojongmalaka, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (7/6/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pemerintah Kabupaten Bandung mencatat, sedikitnya 141 rumah rusak serta beberapa pohon tumbang di Desa Bojongmalaka, Desa Rancamanyar dan Kelurahan Andir. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah warga melintas di samping gapura yang roboh pasca bencana angin puting beliung di Bojongmalaka, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (7/6/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ratusan rumah rusak akibat angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi pada Senin (5/6/2023) sore. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah warga menebang pohon yang berpotensi tumbang pasca bencana angin puting beliung. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Peristiwa

Ratusan Rumah di Kabupaten Bandung Rusak Akibat Puting Beliung

141 rumah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung rusak akibat terkena puting beliung.

BANDUNG- Sebanyak 141 rumah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung rusak akibat terkena puting beliung pada Senin (5/6/2023) sore. Rumah yang rusak berada di dua desa yaitu Rancamanyar dan Bojongmalaka serta Kelurahan Andir.

Kapolsek Baleendah Kompol Tedi Rusman mengatakan bencana puting beliung terjadi Senin (5/6/2023) disertai hujan deras. Akibatnya seratus lebih rumah di Desa Rancamanyar dan Desa Bojongmalaka serta Kelurahan Andir mengalami kerusakan.

"Yang terparah ada di Bojongmalaka, yang terdampaknya ada sekitar 110 rumah, di kelurahan Andir ada 20 rumah, dan di Rancamanyar ada sekitar 11 rumah. Totalnya ada sekitar 141 rumah," ucap dia, Selasa (6/6/2023).

Ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Baleendah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung untuk melakukan pendataan rumah dan warga terdampak. Selain itu dilakukan pembersihan material kerusakan rumah dan pohon yang menimpa rumah.

"Kalau mayoritas kerusakan itu lebih kepada atap rumah. Karena angin cukup kencang, jadi atap rumah banyak yang terbang. Gentingnya, kanopinya. Kalau bangunan sendiri yang roboh itu ada beberapa rumah agak sedikit jebol," jelas dia.

Tedi mengaku peristiwa puting beliung merupakan kejadian alam yang tidak diprediksi. Namun, masyarakat diimbau waspada dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Ia mengatakan warga yang terdampak saat ini membutuhkan alat untuk membersihkan material bangunan yang rusak. Mereka sendiri banyak yang mengungsi ke tetangga atau ke saudaranya. ';