Sejumlah umat Islam usai melaksanakan shalat tarawih pertama di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Rabu (22/3/2023). Masjid At Thohir mulai menyelenggarakan shalat tarawih selama bulan puasa pasca pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1444 Hijriyah yang jatu | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Ramadhan

Ramadhan Tiket Menuju Takwa

Orang yang berpuasa Ramadhan akan dimudahkan Allah SWT menjadi orang yang bertakwa.

Oleh ANDRIAN SAPUTRA

Ramadhan menjadi momentum Muslim untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ibadah puasa yang dijalani akan melatih jiwa untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Secara eksplisit, Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah ayat 183 yang menyebutkan jika tujuan puasa adalah menjadi orang yang bertakwa.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta KH. Mustain Nasoha mengatakan, dalam akhir ayat 183 surah al-Baqarah terdapat lafaz la'allakum tattaqun (agar menjadi orang yang bertakwa). Lafaz tersebut bermakna taroji', yakni sangat besar kemungkinannya orang yang berpuasa menjadi orang yang bertakwa.

Menurut Kiai Mustain, orang yang berpuasa Ramadhan akan dimudahkan Allah SWT menjadi orang yang bertakwa. Ada beberapa penjelasan sebagaimana dikemukakan para ulama ahli tafsir tentang mengapa orang yang berpuasa Ramadhan bisa lebih mudah menjadi orang yang bertakwa.

Imam Ibnu Jauzi menyebutkan, puasa merupakan wasilah yang paling cepat untuk menjadi orang yang bertakwa. Hal itu karena orang yang berpuasa dilarang melakukan kemaksiatan yang apabila melakukannya akan merusak pahala puasanya. Sebagai contoh, orang yang berpuasa dilarang ghibah, berbohong, adu domba, melihat lawan jenis tanpa hajat, berkata kotor, dan menghina orang lain.

 
Ini menjadi argumentasi Imam Ibnu Jauzi bahwasanya orang puasa itu akan membawa kepada ketakwaan pada Allah SWT.
KH MUSTAIN NASHOHA Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta
 

"Ini menjadi argumentasi Imam Ibnu Jauzi bahwasanya orang puasa itu akan membawa kepada ketakwaan pada Allah SWT. Pendapat ulama lainnya tentang la'alakum tattaqun itu adalah supaya kalian tidak menjalankan perbuatan buruk yang dilarang Allah dalam puasa," kata Kiai Mustain Nashoha kepada Republika pada Selasa (21/3/2023).

Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta ini pun mengutip keterangan Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al Mawardi dalam kitab tafsir an Nukat wa al 'uyun. Di dalam kitab itu, Imam Al Mawardi menjelaskan, maksud orang berpuasa akan menjadi orang bertakwa, yakni para pelaku puasa akan menjadi orang yang menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Sebagai contoh, orang yang berpuasa tidak akan memakan-makanan yang haram dan tidak akan berzina. Selain itu, puasa akan menjadikannya menjadi orang yang ingat pada saudaranya. Dia akan memiliki empati terhadap orang lain. Imam Al Mawardi pun mengungkapkan, puasa akan memecah nafsu dan melemahkan syahwat.

Sementara, dalam tafsir Al Kabir, Imam Fakhruddin Ar Razi memberikan penjelasan bahwa maksud la'alakum tattaqun adalah memberikan banyak ketakwaan. Ar Razi memaparkan beberapa hal tentang bagaimana Allah SWT menjadikan hamba menjadi orang bertakwa karena menunaikan puasa Ramadhan.

Pertama, orang yang berpuasa akan dapat memecah syahwatnya. Kiai Mustain Nashoha mengatakan dengan puasa, syahwat akan menjadi lemah dan meningkatkan semangat untuk meninggalkan kemaksiatan. Kedua, puasa memperkuat seseorang meninggalkan perkara-perkara yang dilarang Allah. Hal ini yang selanjutnya membuat seseorang menjadi bertakwa.

Puasa juga akan membuat seseorang meninggalkan perkara yang sia-sia dan membuang kemalasan dalam ibadah. Seorang yang berpuasa akan menyadari betapa besar pahalanya orang yang beramal pada Ramadhan. Dia akan bergegas melakukan berbagai amaliyah yang maslahat dan meninggalkan perkara yang sia-sia dan enggan bermalas-malasan.

Selain itu, dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa zakat atau penyuci badan itu adalah dengan puasa. Maka dari itu, orang yang berpuasa akan memiliki jiwa yang suci.


"Jadi, kita ingin badan kita mulia, luhur, maka jadikan diri kita itu dengan puasa. Kalau orang itu ahli puasa maka dia cenderung menjadi orang yang mulia memiliki kedudukan orang bertakwa," katanya.

Ulama asal pulau Bawean KH. Aba Abror Al Muqoddam mengatakan bahwa puasa memiliki nilai taabudiyah yang mengandung makna takwa secara umum. Merujuk keterangan para ulama tentang takwa, yakni menghimpun semua makna kebaikan-kebaikan.

Alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini menjelaskan, secara spesifik dalam surah al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa tujuan puasa adalah la'alakum tattaqun, sebab menurut Kiai Aba Abror kata takwa pada ayat tersebut memiliki arti memberikan perlindungan. Maksudnya puasa memberikan perlindungan kepada seorang hamba dari belenggu hawa nafsu. Ketika seorang hamba telah mampu menundukkan hawa nafsunya, akan dengan mudah menundukkan setan.

Merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW, ujar dia, setan menggoda manusia mengikuti aliran darah. Upaya untuk menaklukkannya adalah dengan lapar atau berpuasa.
"Artinya karena pada saat orang berpuasa maka hawa nafsunya akan terkekang. Ketika hawa nafsu itu sudah tertundukan maka setan tertaklukan," kata Kiai Aba Abror.

 
Pada saat orang berpuasa maka hawa nafsunya akan terkekang. Ketika hawa nafsu itu sudah tertundukan, setan tertaklukan.
KH ABA ABROR AL MUQADDAM 
   

Dia menjelaskan, merujuk pada hadis nabi lainnya disebutkan bahwa puasa adalah benteng. Maksudnya yakni puasa membentengi seorang hamba dari kebuasan hawa nafsu sehingga dapat menundukannya.

Menurut Kiai Aba Abror, ayat 183 surah al-Baqarah memang secara eksplisit menyebutkan tujuan puasa itu adalah agar menjadi bertakwa. Meski demikian, jika merujuk pada ayat 21 surah al-Baqarah dapat dipahami bahwa seluruh ibadah, seperti shalat, zakat, haji, dan lainnya juga memiliki tujuan secara umum untuk menjadikan manusia bertakwa.

"Jadi, tujuan ibadah secara umum itu untuk menjadi orang bertakwa. Cuma dikhususkan dalam bab puasa surah al-Baqarah ayat 183, karena puasa itu secara spesifik memberikan kurikulum untuk menundukkan hawa nafsu secara lebih serius, secara sungguh sungguh," katanya.

 

Mutiara Ramadhan

Sesungguhnya di dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke surga melalui pintu tersebut... HR ALBUKHARI No.1896

HIKMAH RAMADHAN

Image

Memahami Makna Ramadhan

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.
Oleh

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.

Ikuti Berita Republika Lainnya