Pasukan Jerman berdiri di depan tank Leopard di Barak Field Marshal Rommel di Augustdorf, Jerman pada Maret 2022 lalu. | AP Photo/Martin Meissner, File

Kabar Utama

Tank Jerman Segera Tiba, NATO Ikut Perang?

Kiev telah memohon berbulan-bulan untuk pengiriman tank-tank dari Barat.

BERLIN -- Paket bantuan senjata yang dinanti-nantikan Ukraina untuk melawan Rusia agaknya bakal segera terwujud. Jerman dilaporkan akan mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina dan memungkinkan negara lain seperti Polandia melakukan hal yang sama.

Dua sumber yang mengetahui informasi menyatakan, Amerika Serikat (AS) juga dapat memasok tank Abrams. Majalah Der Spiegel yang pertama kali merilis informasi tersebut. Dalam laporan itu menyatakan, keputusan Jerman menyangkut setidaknya satu perusahaan tank Leopard 2 A6. Satu kompi biasanya terdiri dari 14 tank.

"Hari ini Kanselir membuat keputusan yang tidak bisa dianggap enteng. Fakta bahwa Jerman akan mendukung Ukraina dengan tank Leopard adalah tanda solidaritas yang kuat," kata pemimpin parlemen dari Partai Demokrat Bebas (FDP) Christian Duerre.

Bantuan tank tempur itu jadi salah satu pembahasan alot di antara negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sejak pekan lalu. Amerika Serikat menyatakan tak akan mengirimkan bantuan tank Abrams sebelum Jerman mengirimkan Leopard atau menyetujui pengiriman itu dari negara-negara lain di Eropa.

photo
Pasukan Polandia berlatih menggunakan tank Leopard 2 bikinan Jerman di Biedrusko, Polandia, beberapa waktu lalu. - (EPA-EFE/JAKUB KACZMARCZYK )

Tank tempur tersebut dinilai bakal sangat signifikan menentukan hasil akhir pertempuran Rusia dan Ukraina yang sejauh ini diperkirakan sudah menewaskan lebih dari seratus ribu orang. Rusia berulang kali mengancam bahwa bantuan tank tempur dari NATO adalah deklarasi perang dari negara-negara selain Ukraina.

Mereka menjanjikan pembalasan jika tank-tank itu nantinya digunakan membombardir wilayah Rusia. Atas alasan ini Jerman sebelumnya menahan persetujuan pengiriman tank Leopard yang mereka produksi. Patut dicatat bahwa Rusia saat ini masih menyimpan sejumlah hulu ledak nuklir dan beberapa waktu belakangan mengindikasikan kemungkinan penggunaannya dalam perang.

Tidak ada konfirmasi resmi dari Berlin atau Washington pada Selasa (24/1) malam. Seorang juru bicara pemerintah Jerman dan Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan di Berlin menolak berkomentar.

Hanya saja para pejabat di Kiev dengan cepat memuji potensi pengubah permainan di arena perang yang sekarang berusia 11 bulan. "Beberapa ratus tank untuk awak tank kami, awak tank terbaik di dunia. Inilah yang akan menjadi pukulan nyata demokrasi melawan otokrasi dari rawa," ujar kepala pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Andriy Yermak di Telegram.

Dukungan Senjata untuk Ukraina - (Republika)  ​

Kiev telah memohon selama berbulan-bulan untuk pengiriman tank-tank dari Barat. Armada ini diklaim sangat dibutuhkan untuk memberikan pasukannya daya tembak dan mobilitas untuk menerobos garis pertahanan Rusia dan merebut kembali wilayah yang diduduki di timur dan selatan.

Garis depan dalam perang, yang membentang lebih dari 1.000 kilometer melalui Ukraina timur dan selatan, sebagian besar telah membeku selama dua bulan meskipun ada kerugian besar di kedua sisi. Rusia dan Ukraina diyakini secara luas sedang merencanakan serangan baru.

Memasok Ukraina dengan sejumlah besar tank tempur berat modern telah mendominasi diskusi di antara sekutu Kiev dalam beberapa hari terakhir. Keputusan Berlin sangat penting, karena Leopard buatan Jerman secara luas dipandang sebagai pilihan terbaik dengan ketersediaan dalam jumlah besar dan mudah digunakan serta dipelihara.

Partai Sosial Demokrat yang dipimpin Kanselir Jerman Olaf Scholz telah mewaspadai tindakan yang dapat memacu Rusia untuk meningkatkan perang. Keputusan pengerahan tank itu juga bisa dianggap sebagai risiko aliansi NATO ditarik ke dalam konflik Ukraina-Rusia.

photo
Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato di hadapan prajurit menjelang latihan militer di Ostenholz, Jerman, Senin (17/10/2022). - (Moritz Frankenberg/dpa via AP, FILE)

Tapi, keragu-raguan itu mendapatkan tekanan yang terus meningkat dari Polandia dan sekutu lainnya. Beberapa sekutu UE menolak posisi itu, dengan mengatakan Rusia sudah berkomitmen penuh dalam serangannya yang berusia 11 bulan di Ukraina.

Sedangkan Warsawa mengatakan telah secara resmi mengirim permintaan kepada pemerintah Berlin untuk mengizinkannya mengirim beberapa Leopard yang dimiliki. Aturan pengadaan pertahanan berarti Berlin harus menyetujui ekspor ulang tank itu oleh sekutunya.

Selain itu, dua pejabat AS mengatakan, pemerintahan Joe Biden mungkin menghentikan penentangannya untuk mengirim beberapa tank M1 Abrams. Meski Abrams dianggap kurang cocok daripada Leopard untuk Ukraina karena konsumsi bahan bakarnya yang berat dan sulitnya perawatan, langkah seperti itu tampaknya dirancang untuk memudahkan Jerman untuk mengizinkan suplai Leopard ke medan perang.

Pentagon menolak mengomentari pengumuman yang akan datang tentang Abrams. Pemerintah AS juga menolak berkomentar apakah Jerman mungkin lampu hijau pengiriman Leopard.

photo
DAMPAK PERANG RUSIA UKRAINA - (Republika)

Bantuan yang telah pasti akan didapatkan Ukraina adalah kucuran dana untuk bantuan militer dari Uni Eropa (UE). Para menteri luar negeri UE sepakat mengalokasikan tambahan 500 juta euro untuk peralatan tidak mematikan dalam misi pelatihan militer UE untuk Ukraina.

Sebelum berita semalam, Jerman juga sudah mulai mengirimkan dua dari tiga unit pertahanan udara Patriot ke Kota Zamosc, Polandia yang terletak di dekat perbatasan dengan Ukraina. Unit pertahanan udara itu untuk mencegah serangan rudal nyasar dari konflik di negeri jiran.

Pada November tahun lalu dua orang pria tewas terkena tembakan rudal nyasar Ukraina yang menghantam Desa Przewodów, Polandia. Insiden itu menimbulkan kekhawatiran perang di Ukraina dapat meluas ke luar perbatasan.

Jerman pun menawarkan Polandia tiga unit Patriot untuk membantu mengamankan ruang udaranya. Sistem pertahanan darat ke udara Patriot yang diproduksi Raytheon dirancang untuk menghalau rudal yang datang.

photo
Pasukan dari Air Defense Missile Group 24 bergerak memindahkan dua skadron misil pertahanan udara Patriot ke Polandia dari Gnoien, Jerman, Senin (23/1/2023). - (AP Photo/Bernd Wüstneck)

"Salah satu alasan mengapa kini Jerman mendukung sayap timur NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) di Polandia dengan Patriot karena kami melihat betapa cepatnya konflik antara Rusia dan Ukraina dapat meluas ke negara-negara anggota NATO," kata Kolonel Joerg Sievers di Kota Gnoien, Jerman sebelum dua unit Patriot itu dikirimkan, Selasa (24/1).

Sievers yang akan menjadi komandan unit Jerman di Polandia menegaskan sistem Patriot bersifat pertahanan. "Kami tidak hanya menjaga pasukan di lapangan, pasukan Inggris dan Amerika juga di lapangan," katanya.

"Patriot sistem pertahanan yang ketat, dan kami berharap kami mampu memberikan perlindungan yang cukup di sana untuk mencegah serangan atau insiden seperti bulan November di masa depan," ia menambahkan.