Perempuan mengibarkan bendera Peru dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintahan di Lima, Peru, Jumat (20/1/2023). | AP Photo/Guadalupe Pardo

Internasional

Machu Picchu Terdampak Rusuh Peru

Polisi Peru menangkap lebih dari 200 orang yang dituduh memasuki kampus terbesar di Lima.

LIMA -- Peru menutup situs wisata Machu Picchu pada Sabtu (21/1) karena protes anti-pemerintah yang meluas. Kementerian Kebudayaan telah menutup objek wisata paling terkenal di negara itu serta Jalur Inca yang mengarah ke situs tersebut untuk melindungi keselamatan wisatawan dan penduduk pada umumnya.

"Ada 417 pengunjung yang terjebak di Machu Picchu dan tidak bisa keluar, dan lebih dari 300 orang asing," kata Menteri Pariwisata Luis Fernando Helguero, kemarin.

Penutupan benteng Inca yang berasal dari abad ke-15 dan sering disebut sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia berlangsung ketika pengunjuk rasa turun jalanan di Ibu Kota Lima. Para pengunjuk rasa melakukan perjalanan ke ibu kota dari daerah Andes yang terpencil. Mereka menuntut pengunduran diri Presiden Dina Baluarte.

Kota Cusco, tempat Machu Picchu berada, telah menjadi lokasi beberapa bentrokan paling intens. Bentrokan menyebabkan hilangnya pendapatan pariwisata secara signifikan. Sebelumnya Bandara Cusco ditutup setelah pengunjuk rasa menyerbu. Sementara layanan kereta ke Machu Picchu telah ditutup sejak Kamis (19/1/2023) karena kerusakan rel.

photo
Situs kuno Machu Picchu di Peru. - (wikimedia commons)

"Beberapa turis yang terlantar telah memilih untuk pergi dengan berjalan kaki ke Pisca Kucho, yang merupakan desa terdekat, tetapi perjalanan itu dapat ditempuh dengan jalan kaki selama enam, tujuh jam atau lebih dan hanya beberapa orang yang mampu melakukannya," kata Helguero.

Kementerian Kebudayaan mengatakan, turis yang telah membeli tiket Machu Picchu sejak Sabtu hingga satu bulan setelah protes berakhir akan mendapatkan pengembalian uang secara penuh. Pada Sabtu, polisi menggerebek universitas negeri Peru di Lima untuk mengusir pengunjuk rasa. Menteri Dalam Negeri Vicente Romero mengatakan, lebih dari 100 orang telah ditahan.

Protes dimulai pada Desember lalu setelah Presiden Pedro Castillo dimakzulkan dan dipenjara karena mencoba membubarkan Kongres. Pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Baluarte, mantan wakil presiden yang dilantik pada 7 Desember untuk menggantikan Castillo. Mereka juga ingin Kongres dibubarkan dan pemilihan baru diadakan. Castillo saat ini ditahan atas tuduhan pemberontakan.

Pada Sabtu pagi, polisi menggunakan tank kecil untuk masuk ke Universitas Nasional San Marcos. Seorang pengunjuk rasa, Javier Cupita, melakukan perjalanan dengan bus dari Puno ke Lima. Dia tidur di emperan sejak Kamis (19/1). Dia sedang pergi untuk sarapan sebelum polisi datang. Dia menggambarkan tindakan polisi sebagai "serangan praktis," dengan helikopter, gas air mata dan tank kecil.

photo
Pengunjuk rasa antipemerintahan beraksi di luar Bandara Alfredo Rodriguez Ballon di Arequipa, Peru, Jumat (20/1/2023). - (AP Photo/Jose Sotomayor)

“Ini membuat kami marah. Satu-satunya hal yang dilakukan pemerintah dengan penahanan ini adalah memperburuk ketegangan. Ketika penduduk mengetahui tentang ini, mereka akan bereaksi dengan cara yang lebih radikal," ujar Cutipa.

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor penegak hukum tempat para tahanan ditahan pada Sabtu malam sambil meneriakkan "Kebebasan" dan "Kami pelajar, bukan teroris." Sementara ratusan pengunjuk rasa lainnya berkumpul di titik lain di pusat Kota Lima.

Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika menyatakan keprihatinan atas serangan polisi, penggusuran dan penahanan besar-besaran di universitas. Komisi mendesak Pemerintah Peru untuk menjamin integritas dan proses hukum semua orang.

Penangkapan

Sementara, polisi Peru menangkap lebih dari 200 orang yang dituduh memasuki kampus terbesar di Lima secara ilegal, Jumat (20/1) malam waktu setempat. Hal ini dipicu oleh protes anti pemerintah menyebar ke seluruh negeri.

photo
Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa antipemerintahan di Lima, Peru, Jumat (20/1/2023). - (AP Photo/Martin Mejia)

Bahkan pihak berwenang di Cusco juga menutup benteng wisata terkenal Peru, Inca di Machu Picchu serta jalur Inca. Puluhan warga Peru terluka setelah pengunjuk rasa dan polisi bentrok pada Jumat lalu. Pasukan keamanan di ibu kota Lima menggunakan gas air mata untuk mengusir demonstran yang melemparkan botol kaca dan batu.

Tim dari divisi pencegahan kejahatan di kantor kejaksaan, Alfonso Barrenechea, mengatakan bahwa pihaknya menangkap 205 orang di Universidad Nacional Mayor de San Marcos karena masuk tanpa izin di lingkungan universitas. Mereka diduga mencuri barang elektronik.

"Sekelompok pengunjuk rasa bertopeng menyerbu kampus Jumat malam dan memindahkan personel keamanan dari kampus setelah mengambil rompi dan peralatan lain dari mereka," kata pihak universitas dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (21/1).

Dalam video yang beredar di media sosial, sebuah kendaraan lapis baja terlihat mendobrak pintu kampus universitas untuk memungkinkan pasukan keamanan masuk. Sementara di wilayah Cusco, pintu gerbang ke Machu Picchu yang merupakan tambang tembaga utama Antapaccay milik Glencore menghentikan operasinya setelah pengunjuk rasa menyerang tempat itu untuk ketiga kalinya bulan ini.

photo
Polisi membersihkan barang-barang yang dibakar pengunjuk rasa antipemerintahan di Lima, Peru, Jumat (20/1/2023). - (AP Photo/Guadalupe Pardo)

Bandara di Arequipa, Cusco dan kota selatan Juliaca juga diserang oleh para demonstran. Insiden ini memberikan pukulan baru bagi industri pariwisata Peru.

"Mengingat situasi sosial saat ini di mana wilayah kita dan negara kita tenggelam, penutupan jaringan jalur Inca dan Machu Picchu telah diperintahkan, mulai 21 Januari dan hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata otoritas budaya di Cusco.

Benteng Inca yang megah adalah daya tarik wisata utama. Lebih dari satu juta pengunjung tercatat per tahun, meski jumlah itu berkurang karena pandemi.

Protes telah mengguncang Peru sejak mantan presiden Pedro Castillo digulingkan pada Desember setelah dia berusaha membubarkan badan legislatif untuk mencegah pemungutan suara pemakzulan. Kerusuhan yang hingga pekan ini terkonsentrasi di selatan Peru, telah mendorong pemerintah untuk memperpanjang keadaan darurat ke enam wilayah sehingga membatasi beberapa hak sipil. Sekitar 46 orang tewas dalam bentrokan selama berminggu-minggu dan sembilan lainnya dalam kecelakaan lalu lintas terkait barikade yang didirikan di tengah protes.

Pelecehan Alquran di Swedia terus Terulang

Insiden Islamofobik terus terjadi di Swedia.

SELENGKAPNYA

Fase Awal Dakwah Rasulullah

Muhammad SAW meneriman wahyu yang pertama saat sedang uzlah di Gua Hira pada malam Ramadhan.

SELENGKAPNYA

Tank Jerman Terus Dinantikan Ukraina

Negara Barat belum menyepakati pengiriman tank ke Ukraina.

SELENGKAPNYA