ILUSTRASI seorang sahabat, Ibnu Masud dijuluki sebagai sang penjaga rahasia Rasulullah SAW. | DOK WIKIPEDIA

Kisah

Sang Penjaga Rahasia Rasulullah

Ibnu Mas'ud dijuluki sebagai sang penjaga rahasia Rasulullah SAW.

Abdullah bin Mas'ud adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal akan keilmuannya. Di samping itu, ia pun masyhur sebagai seorang qari karena keahliannya dalam melantunkan Alquran.

Awal mulanya memeluk Islam terjadi ketika dirinya masih berusia anak-anak. Ketika itu, ia bekerja sebagai penggembala domba di lahan milik seorang pembesar Quraisy.

Seperti dinukil dari buku 65 Kisah Kehidupan Sahabat karya Dr Abdurrahman Ra'fat al-Basya, Abdullah bin Mas'ud belum berusia baligh saat pertama kali berjumpa dengan Rasulullah SAW. Ketika itu, ia sedang menjaga domba-domba milik tuannya.

Sebelum melihat langsung Nabi SAW, Ibnu Mas’ud telah mendengar berbagai cerita tentang beliau dari pembicaraan orang-orang Quraisy.

 
Sebelum melihat langsung Nabi SAW, Ibnu Mas’ud telah mendengar berbagai cerita tentang beliau.
 
 

Namun, ia tidak begitu mengerti. Yang sebatas diketahuinya adalah, lelaki itu sedang dijauhi atau dimusuhi kebanyakan masyarakat Makkah. Ibnu Mas’ud kecil tiap pagi pergi dari rumahnya untuk menggembala domba-domba milik tuannya. Bila malah hari tiba, dirinya pun kembali pulang.

Pada suatu hari, Ibnu Mas’ud melihat dari kejauhan dua orang pria sedang berjalan ke arahnya. Keduanya tampak letih. Bibir mereka kering, tanda amat kehausan.

Saat berpapasan dengan Ibnu Mas’ud, mereka mengucapkan salam, lalu berkata: “Wahai ananda, tolong peraskan susu dari domba ini untuk menghilangkan rasa haus kami dan membasahi tenggorokan kami,” pinta mereka.

Bocah itu berkata, “Aku tidak akan melakukannya. Semua domba ini bukanlah milikku. Aku hanya dipercayakan untuk menggembalakannya.”

Kedua pria ini menerima perkataan Ibnu Mas’ud. Kemudian, seorang dari mereka kembali berkata kepadanya, “Tunjukkan kepadaku seekor anak domba betina yang belum kawin.”

Abdullah lalu menunjuk ke arah seekor domba kecil yang ada di dekatnya. Lantas, pria tadi menghampiri dan menangkapnya. Ia lalu mengusap puting domba itu dengan tangannya sambil membaca nama Allah.

Abdullah melihatnya dengan penuh keheranan. Ia seperti berkata dalam dirinya: “Bagaimana mungkin seekor anak domba betina yang belum kawin dapat mengeluarkan susu?”

Mukjizat terjadi. Puting domba tadi menggelembung, dan mengeluarkan susu dengan begitu banyaknya. Kemudian, teman pria tersebut mengambil sebuah batu kering dari tanah dan menjadikannya wadah tempat susu. Keduanya pun minum dari batu tersebut.

Ibnu Mas’ud ditawari pula minuman itu. Begitu semuanya sudah merasa tidak lagi haus, pria yang mendapatkan berkah dengan susu kambing tadi berkata, “Berhentilah!” Maka aliran susu domba tersebut tidak lagi mengalir.

 
Ajarilah aku ucapan yang engkau baca tadi.
 
 

“Ajarilah aku ucapan yang engkau baca tadi,” pinta Ibnu Mas’ud kepada lelaki misterius tersebut.

“Engkau adalah anak yang cerdas,” kata sang pria.

Itulah awal pertemuan Abdullah bin Mas’ud dengan ajaran Islam. Pria yang penuh keberkahan tersebut adalah Rasulullah Muhammad SAW. Adapun lelaki yang menyertainya adalah Abu Bakar ash-Shiddiq.

Keduanya pada hari itu sedang dalam perjalanan usai melewati lereng-lereng perbukitan sekitar Makkah. Mereka menghindari perburuan yang dilakukan kaum kafir Quraisy, yang hendak mencegahnya sampai ke Madinah.

Tidak lama berselang sejak peristiwa itu, Abdullah bin Mas'ud menyatakan diri masuk Islam. Ibnu Mas’ud pun meminta kepada Rasulullah SAW agar bisa menjadi pembantu beliau. Maka, Rasulullah SAW mengabulkan permintaan itu.

 
Ibnu Mas’ud pun meminta kepada Rasulullah SAW agar bisa menjadi pembantu beliau.
 
 

Beruntunglah Ibnu Mas’ud! Anak lelaki ini kini bukan lagi seorang pengembala domba, melainkan pelayan dari sosok pemimpin seluruh umat manusia.

Abdullah bin Mas'ud terus mendampingi Rasulullah SAW. Ke manapun beliau pergi, di sanalah Ibnu Mas’ud berada.

Dialah yang membangunkan Rasulullah SAW saat beliau tidur. Dialah yang menimba air untuk keperluan mandi dan wudhu beliau. Dialah yang mempersiapkan sandal Nabi SAW bila beliau hendak keluar. Dialah yang membawa tongkat dan siwak Rasul SAW.

Bahkan, Nabi SAW mengizinkan Abdullah bin Mas’ud untuk masuk ke rumah beliau kapan saja. Rasulullah SAW membiarkannya mengetahui rahasia beliau tanpa pernah merasa resah. Alhasil, para ahli sejarah menjulukinya “sang penjaga rahasia Rasulullah SAW.”

OKI: Hentikan Provokasi di Al-Aqsha

OKI memperingatkan konsekuensi dari provokasi oleh otoritas Israel.

SELENGKAPNYA

Usaid, Sang Sahabat dan Qari Bersuara Merdu

Usaid bin al-Hudhair adalah sahabat Nabi SAW dan juga seorang qari.

SELENGKAPNYA

Saudi: Haji 2023 Kembali Normal, tak Ada Batasan Usia

Arab Saudi tidak menetapkan persyaratan untuk vaksin.

SELENGKAPNYA